
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Nah, salah satu fungsi huruf kapital kecil itu digunakan untuk penekanan, tetapi lebih "lembut". Selain itu, kapital kecil juga digunakan dalam penulisan (1) singkatan; (2) subjudul (headings); dan (3) judul bagan/tabel atau keterangan yang tidak ingin ditonjolkan dengan huruf kapital menyeluruh.
Beberapa fon modern juga menyertakan kapital kecil di dalam keluarganya sebagai true small caps, bukan huruf kapital yang sengaja dikecilkan secara manual seperti fitur di dalam In-Design. Dengan demikian, huruf kapital sebagai huruf besar yang dibuat seukuran huruf kecil sudah merupakan kelaziman di dunia desain visual atau desain grafis.
Karena itu, menurut keyakinan saya, sebagai praktisi penulisan dan penerbitan---plus dosen yang pernah mengajar mata kuliah tipografi---lema kapitil pada KBBI Daring VI merujuk pada fon 'kapital kecil' bukan huruf kecil.
Mungkin editor KBBI perlu memperjelas atau merevisi apakah yang dimaksud kapitil itu adalah kapital kecil ataukah lawan kata dari huruf kapital alias huruf kecil?
Jadi, tidak akan terjadi salah makna atau salah kaprah dalam penggunaan istilah tersebut walaupun ia merupakan ragam cakapan.
Namun, terus terang saya juga baru mendengar istilah itu sebagai ragam cakapan. Berbeda halnya dengan sentimental dan sentimentil. Boleh jadi munculnya istilah kapitil karena jiwa sentimentil---lebih halus dari sentimental.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Makna 'Kapitil' yang Sepertinya Bukan Huruf Kecil"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang