Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bambang Trim
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Bambang Trim adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

"Kapitil" Masuk KBBI, Apa Makna dan Bagaimana Penggunaannya?

Kompas.com, 11 Januari 2026, 13:04 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Apakah kata 'kapitil' itu adalah lawan kata dari 'kapital'? Saya kok curiganya bukan, ya, karena ada istilah 'kapital kecil' di dalam tipografi.

Pasalnya, kini terjadi kehebohan tentang lema atau entri kapitil di dalam KBBI Daring VI yang baru ditambahkan.

Kalau melihat fitur sejarah redaksi terdapat informasi bahwa kata itu diusulkan oleh Cut Ida Agustina sebagai editor KBBI. Relatif baru ditambahkan dari pengusulan 2024, yakni 29 Oktober 2025. Lalu, apakah kapitil itu memang lawan kata dari kapital (huruf besar)?

Lema kapitil hanya memuat penjelasan kecil (tentang huruf a, b, c, dan seterusnya). Ada keterangan bahwa kata itu termasuk nomina (kata benda) dan merupakan ragam cakapan. Artinya, bukan kata resmi atau kata baku--beberapa orang menganggap semua kata yang ada di KBBI adalah kata baku, padahal tidak demikian.

Sebagai diksi maka ia dapat langsung berterima, tetapi apa yang dimaksud kapitil itu belum jelas benar. Berdasarkan tipografi--seni atau ilmu menggunakan fon untuk mengusahakan keterbacaan dan keindahan (estetis)--boleh jadi maknanya bukan huruf kecil (lower case), layaknya a, b, c, dan seterusnya.

Penggunaan huruf kapital dan huruf kecil telah dimaklumi sejak dahulu untuk memudahkan keterbacaan di dalam suatu kalimat atau paragraf.

Huruf kapital umumnya digunakan sebagai penanda awal kalimat dan itu sudah merupakan kesepakatan umum. Huruf kapital juga berfungsi sebagai penanda nama diri (proper name), termasuk penanda penghormatan untuk hal-hal yang berhubungan dengan Tuhan.

Hanya di buku-buku teks SD kelas I, huruf kecil diperkenalkan lebih dahulu, baru kemudian huruf kapital dan tanda baca sederhana, khusus dalam pembelajaran bahasa.

Selain huruf besar (kapital) dan huruf kecil, di dalam tipografi dikenal juga huruf kapital kecil atau small capitals---sering disingkat small caps. Aplikasi pendesain halaman media seperti In-Design memiliki fitur Small Caps. 

Kapital kecil adalah bentuk huruf kapital yang lebih kecil daripada huruf kapital biasa, yang sering dibuat seukuran dengan huruf kecil (x-height) atau sedikit lebih tinggi, tetapi tetap tampil sebagai huruf kapital (A, B, C, dan seterusnya).

Sedangkan di KBBI Daring VI, lema kapital kecil juga sudah ada sebagai istilah bidang grafika dengan penjelasan berikut: huruf kapital yang berukuran lebih kecil daripada huruf kapital biasa. Namun, sejarah redaksinya tidak tersedia. Tampaknya langsung diusulkan oleh Komisi Istilah.

Sumber dari Wikipedia menyebutkan kapital kecil telah digunakan sejak awal sejarah percetakan Eropa (antara abad ke-15 dan ke-16)---setelah terjadi publikasi besar-besaran pascapenemuan mesin cetak oleh Gutenberg.

Jejak penggunaan awal kemungkinan besar dipopulerkan oleh pencetak Swiss dan Jerman, khususnya Johann Froben sejak awal abad ke-16.

Froben menggunakan bentuk kapital kecil yang lebih konsisten daripada sekadar memotong huruf kapital biasa. Selain itu, ada juga bukti bahwa Aldus Manutius (namanya pernah diabadikan dalam jenama aplikasi Aldus Pagemaker) di Venesia (Italia) dan pencetak Prancis seperti Simon de Colines dan Claude Garamond memakai variasi huruf kecil yang menyerupai kapital kecil dalam karya mereka.

Mengapa harus ada fon kapital kecil? Engkau mungkin pernah membaca sebuah buku, terutama buku motivasi, yang sering kali dihiasi dengan huruf kapital menyeluruh (all capitals) untuk penekanan, seperti kata MERDEKA!.

Nah, salah satu fungsi huruf kapital kecil itu digunakan untuk penekanan, tetapi lebih "lembut". Selain itu, kapital kecil juga digunakan dalam penulisan (1) singkatan; (2) subjudul (headings); dan (3) judul bagan/tabel atau keterangan yang tidak ingin ditonjolkan dengan huruf kapital menyeluruh.

Beberapa fon modern juga menyertakan kapital kecil di dalam keluarganya sebagai true small caps, bukan huruf kapital yang sengaja dikecilkan secara manual seperti fitur di dalam In-Design. Dengan demikian, huruf kapital sebagai huruf besar yang dibuat seukuran huruf kecil sudah merupakan kelaziman di dunia desain visual atau desain grafis.

Karena itu, menurut keyakinan saya, sebagai praktisi penulisan dan penerbitan---plus dosen yang pernah mengajar mata kuliah tipografi---lema kapitil pada KBBI Daring VI merujuk pada fon 'kapital kecil' bukan huruf kecil.

Mungkin editor KBBI perlu memperjelas atau merevisi apakah yang dimaksud kapitil itu adalah kapital kecil ataukah lawan kata dari huruf kapital alias huruf kecil?

Jadi, tidak akan terjadi salah makna atau salah kaprah dalam penggunaan istilah tersebut walaupun ia merupakan ragam cakapan.

Namun, terus terang saya juga baru mendengar istilah itu sebagai ragam cakapan. Berbeda halnya dengan sentimental dan sentimentil. Boleh jadi munculnya istilah kapitil karena jiwa sentimentil---lebih halus dari sentimental.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Makna 'Kapitil' yang Sepertinya Bukan Huruf Kecil"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Saat Hamil, Setiap Asupan Menentukan Masa Depan
Saat Hamil, Setiap Asupan Menentukan Masa Depan
Kata Netizen
Sepat, Sajian Sederhana yang Menyimpan Kekayaan Rasa dan Tradisi
Sepat, Sajian Sederhana yang Menyimpan Kekayaan Rasa dan Tradisi
Kata Netizen
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kata Netizen
'Hamil Kebo', Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
"Hamil Kebo", Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
Kata Netizen
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kata Netizen
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Kata Netizen
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Kata Netizen
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Kata Netizen
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Kata Netizen
Merawat Inner Child Lewat Bacaan Masa Kecil
Merawat Inner Child Lewat Bacaan Masa Kecil
Kata Netizen
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Kata Netizen
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Kata Netizen
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Kata Netizen
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Kata Netizen
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau