Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Yunita Kristanti Nur Indarsih
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Yunita Kristanti Nur Indarsih adalah seorang yang berprofesi sebagai Wiraswasta. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita

Kompas.com, 28 April 2026, 19:40 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Apalagi saat yang sama, ia tetap menjalankan peran sebagai pemimpin di tempat kerja, mengelola tanggung jawab yang tidak ringan, bahkan sering kali mengesampingkan kebutuhan dirinya sendiri.

Namun yang menarik, semangatnya tetap terasa. Senyum dan tawa masih menjadi bagian dari dirinya. Melihatnya, muncul pertanyaan dalam hati: dari mana datangnya kekuatan sebesar itu?

Belajar dari Cerita Sesama

Dua kisah tersebut menunjukkan bahwa setiap perempuan memiliki perjalanan yang unik. Apa yang terlihat di permukaan sering kali hanya sebagian kecil dari keseluruhan cerita.

Menariknya, ketika diberi apresiasi, banyak dari mereka justru merespons dengan sederhana—seolah apa yang mereka jalani adalah hal biasa. Padahal, di mata orang lain, itu adalah bentuk ketangguhan yang patut dihargai.

Di sinilah pentingnya kehadiran satu sama lain. Cerita yang dibagikan bukan sekadar pengalaman pribadi, melainkan juga sumber pembelajaran bagi orang lain.

Dari kisah orang lain, kita bisa melihat perspektif baru, memahami makna perjuangan, dan mungkin merefleksikan kembali cara kita memandang hidup.

Sering kali, keluhan yang terasa besar dalam keseharian menjadi terlihat berbeda ketika dibandingkan dengan perjalanan orang lain.

Bukan untuk membandingkan, melainkan untuk menyadarkan bahwa setiap orang memiliki tantangannya masing-masing.

Menemukan Makna dalam Perjalanan

Tidak ada kehidupan yang sepenuhnya sempurna. Setiap fase membawa dinamika—ada masa sulit, ada pula masa yang lebih ringan. Yang menjadi penting adalah bagaimana kita hadir sepenuhnya dalam setiap momen.

Menerima bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan, dan memberi ruang untuk menikmati apa yang ada saat ini, menjadi bagian dari proses pendewasaan. Ketenangan tidak selalu datang dari kondisi yang ideal, tetapi dari kemampuan untuk berdamai dengan keadaan.

Bagi sebagian orang, kalimat-kalimat reflektif menjadi pengingat ketika semangat mulai menurun. Menghadapi rasa takut, menerima ketidakpastian, dan tetap melangkah adalah bagian dari perjalanan itu sendiri.

Pada akhirnya, setiap detik yang kita jalani memiliki nilai. Waktu yang telah berlalu tidak dapat diulang, namun momen saat ini selalu memberi kesempatan untuk melakukan yang terbaik.

Kisah-kisah perempuan dengan segala rasa yang menyertainya—mengajarkan bahwa kekuatan tidak selalu tampak dalam bentuk yang besar. Ia bisa hadir dalam keteguhan menjalani hari, dalam pilihan-pilihan yang diambil dengan penuh pertimbangan, dan dalam keberanian untuk terus melangkah.

Dan mungkin, dari sana pula kita belajar: bahwa menjadi perempuan adalah perjalanan yang layak dihargai, dengan segala cerita yang membentuknya.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kata Netizen
'Hamil Kebo', Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
"Hamil Kebo", Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
Kata Netizen
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kata Netizen
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Bukan Sekadar Wisata, Museum Bisa Jadi Ruang Refleksi
Kata Netizen
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Batu Baginde dan Cara Kita Melihat Waktu
Kata Netizen
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Titik Balik Hidup, Saat Semua Mengajarkan Pentingnya Menjaga Diri
Kata Netizen
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Soto Tanpa Nama dan Cerita tentang Harga Plastik yang Digunakan
Kata Netizen
Merawat Inner Child Lewat Bacaan Masa Kecil
Merawat Inner Child Lewat Bacaan Masa Kecil
Kata Netizen
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Kata Netizen
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Kata Netizen
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Kata Netizen
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Kata Netizen
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Kata Netizen
Relasi Manusia dan Alam, Biawak Terdesak, dan Sapu-Sapu Mendominasi
Relasi Manusia dan Alam, Biawak Terdesak, dan Sapu-Sapu Mendominasi
Kata Netizen
Menyiasati Barang Menumpuk, Kapan Disimpan, dan Kapan Dilepas?
Menyiasati Barang Menumpuk, Kapan Disimpan, dan Kapan Dilepas?
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau