Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Siska Fajarrany
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Siska Fajarrany adalah seorang yang berprofesi sebagai Dosen. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi

Kompas.com, 21 Agustus 2026, 14:57 WIB

Coba jawab jujur, ketika seorang dosen berpulang, apa yang sebenarnya tertinggal di ingatan para mahasiswanya: materi yang pernah diajarkan, nilai yang diberikan, atau kebaikan kecil yang pernah dilakukan ketika mereka membutuhkan pertolongan?

Sebuah kabar duka memutus keheningan hari saya dan membuat langkah terhenti sejenak. Dosen favorit saya telah berpulang.

Kabar itu tidak hanya menghadirkan rasa kehilangan, tetapi juga membawa ingatan saya kembali pada masa lalu, sekaligus mengajak saya merenungkan arti pengabdian dan perjalanan saya sendiri sebagai seorang dosen yang kini setiap hari berhadapan dengan wajah-wajah muda di ruang kelas.

Ingatan saya melompat jauh ke masa-masa awal perkuliahan. Ketika itu saya masih mahasiswa sekaligus wartawan kampus yang cukup sering mengetuk pintu ruangannya.

Sebagai Wakil Rektor, beliau merupakan salah satu pejabat tinggi di rektorat. Secara posisi, tentu ada jarak yang cukup jauh antara beliau dan saya sebagai mahasiswa.

Namun, saya tidak pernah merasakan adanya tembok birokrasi yang dingin. Tidak ada pula kesan bahwa jabatan membuatnya sulit ditemui. Pintunya selalu terbuka, senyumnya ramah, dan beliau tidak pernah menolak ketika diajak berdialog ataupun diwawancarai.

Keramahan itu ternyata bukan sekadar bagian dari formalitas seorang pejabat. Karakter tersebut justru semakin terlihat ketika berada dalam situasi yang tidak mudah.

Ketika Seorang Mahasiswa Datang dalam Kepanikan

Saya masih mengingat satu hari ketika berada dalam situasi yang cukup membuat panik.

Sebagai koordinator kegiatan pendidikan anggota baru UKM Pers Mahasiswa yang berlokasi di Sindangkerta, saya harus menghadapi persoalan yang muncul tepat sebelum keberangkatan. Seluruh peserta sudah duduk di dalam bus kampus. Barang-barang dan perlengkapan kegiatan telah dimasukkan ke bagasi. Tempat penginapan pun sudah dibayar.

Namun, ketika semuanya seharusnya siap berangkat, sopir bus kampus justru belum mau memutar kunci kontak. Surat perizinan resmi dari rektorat belum sampai ke tangannya.

Para senior sudah menunggu di lokasi. Membatalkan kegiatan bukan pilihan.

Dalam kepanikan itu, saya berlari menuju gedung rektorat dan mengetuk pintu ruang Wakil Rektor. Napas masih tersengal-sengal, sementara di balik pintu itu ada seorang pejabat yang tentu sedang memiliki banyak urusan kampus untuk diselesaikan.

Anehnya, beliau tidak marah atau menunjukkan rasa terganggu. Beliau justru menyambut saya dengan tenang. Setelah mengetahui persoalannya, beliau meminta sekretaris menyiapkan dokumen yang diperlukan dan langsung menandatangani surat perizinan tersebut.

Bus akhirnya dapat berangkat, meskipun terlambat sekitar satu hingga dua jam dari jadwal yang saya buat. Bagi saya, hari itu beliau tidak sekadar menandatangani selembar surat. Beliau membantu menyelamatkan harapan seorang mahasiswa muda yang sedang belajar bertanggung jawab.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Tak Pamer Harta, Benarkah Itu Tanda Rendah Hati?
Tak Pamer Harta, Benarkah Itu Tanda Rendah Hati?
Kata Netizen
Di Balik Peran Dosen, Ada Tempat bagi Kecemasan Mahasiswa
Di Balik Peran Dosen, Ada Tempat bagi Kecemasan Mahasiswa
Kata Netizen
Punya Banyak Dompet Digital, Benarkah Lebih Untung?
Punya Banyak Dompet Digital, Benarkah Lebih Untung?
Kata Netizen
Radio dan Sebuah Ruang untuk Menyalurkan Keresahan
Radio dan Sebuah Ruang untuk Menyalurkan Keresahan
Kata Netizen
Mengenal Tangerang Lewat Motif Batiknya
Mengenal Tangerang Lewat Motif Batiknya
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau