
Suami kemudian meletakkannya di sebuah pot batu yang sengaja dibuat pada dinding relief kolam kecil di rumah kami. Kolam ikan koi itu bahkan sampai sekarang belum dicat karena memang kami ingin membiarkannya hingga lumut tumbuh secara alami.
Hoya tersebut ditanam begitu saja menggunakan sedikit tanah, cocopeat, dan serbuk sisa pakis. Kami memperlakukannya hampir sama seperti ketika mencoba menanam pakis sebelumnya. Tidak ada perlakuan khusus. Kami hanya menempatkannya di lokasi yang teduh dan menyiramnya ketika diperlukan.
Ternyata, tanaman itu tetap tumbuh. Sulurnya perlahan memanjang dan jumlah daunnya semakin bertambah.
Kebahagiaan saya pun bertambah setelah mengetahui bahwa tanaman yang selama ini kami rawat ternyata termasuk hoya, tanaman hias yang sedang banyak dibicarakan.
Kini, saya semakin penasaran dan ingin bersabar menunggu hingga tanaman ini berbunga. Semoga suatu hari nanti saya juga bisa menemukan jenis hoya lainnya untuk menambah koleksi, sebab masih banyak hoya cantik yang ingin saya kenal lebih jauh.
Cara Menanam dan Merawat Tanaman Hoya di Rumah
Bagi yang tertarik menanam hoya di pekarangan atau halaman rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pengalaman saya menunjukkan bahwa tanaman ini dapat tumbuh tanpa perawatan yang rumit. Namun, bukan berarti kebutuhan dasarnya boleh diabaikan.
1. Pilih media tanam yang memiliki banyak rongga udara
Media tanam menjadi salah satu hal penting dalam perawatan hoya. Akarnya membutuhkan sirkulasi udara yang baik dan tidak menyukai kondisi terlalu basah dalam waktu lama.
Kita bisa menggunakan campuran media berpori, seperti kulit pinus, batu apung, dan bahan lain yang sesuai. Cocopeat juga dapat digunakan sebagai salah satu campuran, tetapi sebaiknya tidak mendominasi media hingga membuatnya terlalu lama menahan air.
Saya sendiri menanam hoya di pot batu pada dinding semen menggunakan sedikit tanah, cocopeat, dan serbuk sisa pakis. Meski media tersebut sederhana, tanaman kami tetap tumbuh.
Pengalaman ini tentu tidak berarti semua hoya akan tumbuh baik dengan komposisi media yang sama. Kondisi lingkungan dan kebutuhan setiap jenis tanaman tetap perlu diperhatikan.
2. Tempatkan di lokasi terang, tetapi hindari terik berlebihan
Hoya umumnya menyukai cahaya terang tidak langsung. Artinya, tanaman tetap memperoleh cukup cahaya untuk tumbuh, tetapi tidak terus-menerus terpapar sinar matahari terik yang berisiko membuat daunnya terbakar.
Lokasi di atas kolam ikan koi milik kami cukup teduh, tetapi masih mendapatkan cahaya dari lingkungan sekitar. Sejauh ini, kondisi tersebut mendukung pertumbuhan hoya yang kami pelihara.
Jika daun mulai menguning atau tampak seperti terbakar, kita perlu memeriksa kembali pencahayaan, penyiraman, dan kondisi akar. Jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa penyebabnya hanya paparan sinar matahari, sebab beberapa masalah perawatan dapat menimbulkan gejala yang serupa.
3. Bisa ditanam di pot atau ditempel pada pohon
Tanaman hoya dapat ditanam di pot dengan lubang drainase yang memadai. Pilih pot sesuai ukuran akar dan hindari penggunaan pot yang terlalu besar. Media dalam pot yang berlebihan dapat menyimpan air terlalu lama, terutama jika sirkulasi udara dan drainasenya kurang baik.
Selain menggunakan pot, hoya juga bisa ditempelkan pada batang pohon atau penyangga. Cara ini cocok untuk jenis yang tumbuh merambat, asalkan akar tetap mendapatkan sirkulasi udara dan kelembapan yang sesuai.
Jika ingin menempelkan hoya pada pohon, gunakan sedikit media yang sesuai untuk membantu menjaga kelembapan akar. Tanaman juga dapat diikat menggunakan bahan yang tidak melukai batang. Hindari menutup akar terlalu rapat karena dapat menghambat sirkulasi udara.
4. Siram ketika media mulai mengering
Selama ini, hoya milik kami tidak disiram setiap hari. Karena berada di tempat teduh, penyiraman dilakukan ketika diperlukan, kira-kira seminggu sekali.