Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Diantika IE
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Diantika IE adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Siapa Sangka, Tanaman dari Pinggir Sungai Ini Bernama Hoya

Kompas.com, 29 Oktober 2026, 14:26 WIB

Namun, frekuensi tersebut bukan patokan untuk semua tanaman hoya. Kondisi cuaca, kelembapan udara, ukuran pot, jenis media tanam, dan lingkungan tumbuh dapat memengaruhi kebutuhan air setiap tanaman.

Cara yang lebih aman adalah memeriksa kondisi media terlebih dahulu. Siram ketika sebagian besar media mulai mengering, lalu biarkan kelebihan air mengalir keluar melalui lubang drainase.

Dengan begitu, akar tetap memperoleh air yang dibutuhkan tanpa harus terus-menerus berada dalam media yang terlalu basah.

5. Berikan pupuk secukupnya

Hoya milik kami justru belum pernah mendapatkan pupuk khusus. Meski demikian, tanaman tetap tumbuh dan sulurnya semakin panjang.

Jika ingin mendukung pertumbuhan daun dan bunga, kita dapat memberikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman dan petunjuk pada kemasan produk. Gunakan dalam takaran yang tepat dan hindari pemupukan berlebihan karena dapat mengganggu kesehatan akar.

Selain itu, hoya yang belum berbunga belum tentu kekurangan pupuk. Usia tanaman, kecukupan cahaya, kondisi akar, serta karakter masing-masing jenis juga dapat memengaruhi kemampuannya untuk berbunga.

Karena itu, sebelum menambahkan pupuk, sebaiknya periksa terlebih dahulu kondisi tanaman dan lingkungan tumbuhnya.

6. Sediakan tempat untuk sulur merambat

Banyak jenis hoya tumbuh dengan sulur yang merambat. Oleh karena itu, kita dapat menyediakan ajir, teralis kecil, atau penyangga lain agar pertumbuhannya lebih terarah.

Jika ditanam di dekat pohon, sulurnya juga bisa diarahkan mengikuti penyangga tersebut. Dengan penataan yang sesuai, tanaman dapat tumbuh lebih teratur sekaligus menjadi elemen menarik untuk mempercantik halaman atau sudut rumah.

Hobi Mengumpulkan Tanaman Unik, Salah Satu Cara Mencintai Alam

Sekali lagi, saya merasa senang karena akhirnya mengetahui nama tanaman yang selama ini tumbuh di rumah. Ke depannya, saya ingin mempelajari cara memperbanyak hoya dengan benar agar bisa memiliki lebih banyak tanaman tanpa harus terus-menerus mengambilnya dari alam.

Awalnya, tujuan saya hanya ingin mempercantik halaman rumah. Namun, setelah mengenal tanaman lebih dekat, muncul keinginan untuk merawat, mempelajari, dan memperkenalkannya kepada orang lain.

Saya senang membayangkan anak-anak dapat melihat berbagai jenis tanaman secara langsung. Mereka tidak hanya mengenalnya melalui gambar atau tayangan video, tetapi juga dapat mengamati bentuk daun, pertumbuhan sulur, hingga bunga yang muncul setelah tanaman dirawat dengan sabar.

Ternyata, masih banyak tanaman menarik yang mungkin selama ini kita abaikan karena dianggap sebagai tumbuhan liar. Padahal, jika dikenali lebih jauh, kita bisa menemukan banyak hal baru sekaligus belajar menghargai kekayaan alam.

Semoga semakin banyak orang yang tertarik menanam tanaman, bukan hanya untuk mempercantik halaman, tetapi juga untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menghijaukan dunia tidak harus selalu dimulai dengan gerakan besar. Kita bisa memulainya dari rumah sendiri, dengan menanam, merawat, dan mengenal tumbuhan yang tumbuh di sekitar kita.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Tanaman Hoya Naik Daun, Bagaimana Cara Menanam dan Merawatnya?"

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Generasi Terakhir yang Melihat Hutan Kalimantan, Mau?
Generasi Terakhir yang Melihat Hutan Kalimantan, Mau?
Kata Netizen
Siapa Sangka, Tanaman dari Pinggir Sungai Ini Bernama Hoya
Siapa Sangka, Tanaman dari Pinggir Sungai Ini Bernama Hoya
Kata Netizen
Mobil Terbang Tesla dan Pertanyaan tentang Arah Inovasi
Mobil Terbang Tesla dan Pertanyaan tentang Arah Inovasi
Kata Netizen
Semarak Bulan Bahasa, Semangat Literasi di Sekolah Kami
Semarak Bulan Bahasa, Semangat Literasi di Sekolah Kami
Kata Netizen
Jika TPG Terlambat Cair, Bagaimana Nasib Guru?
Jika TPG Terlambat Cair, Bagaimana Nasib Guru?
Kata Netizen
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Kata Netizen
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Kata Netizen
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Kata Netizen
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Kata Netizen
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Kata Netizen
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Kata Netizen
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Kata Netizen
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Kata Netizen
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Kata Netizen
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau