
Namun, frekuensi tersebut bukan patokan untuk semua tanaman hoya. Kondisi cuaca, kelembapan udara, ukuran pot, jenis media tanam, dan lingkungan tumbuh dapat memengaruhi kebutuhan air setiap tanaman.
Cara yang lebih aman adalah memeriksa kondisi media terlebih dahulu. Siram ketika sebagian besar media mulai mengering, lalu biarkan kelebihan air mengalir keluar melalui lubang drainase.
Dengan begitu, akar tetap memperoleh air yang dibutuhkan tanpa harus terus-menerus berada dalam media yang terlalu basah.
5. Berikan pupuk secukupnya
Hoya milik kami justru belum pernah mendapatkan pupuk khusus. Meski demikian, tanaman tetap tumbuh dan sulurnya semakin panjang.
Jika ingin mendukung pertumbuhan daun dan bunga, kita dapat memberikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman dan petunjuk pada kemasan produk. Gunakan dalam takaran yang tepat dan hindari pemupukan berlebihan karena dapat mengganggu kesehatan akar.
Selain itu, hoya yang belum berbunga belum tentu kekurangan pupuk. Usia tanaman, kecukupan cahaya, kondisi akar, serta karakter masing-masing jenis juga dapat memengaruhi kemampuannya untuk berbunga.
Karena itu, sebelum menambahkan pupuk, sebaiknya periksa terlebih dahulu kondisi tanaman dan lingkungan tumbuhnya.
6. Sediakan tempat untuk sulur merambat
Banyak jenis hoya tumbuh dengan sulur yang merambat. Oleh karena itu, kita dapat menyediakan ajir, teralis kecil, atau penyangga lain agar pertumbuhannya lebih terarah.
Jika ditanam di dekat pohon, sulurnya juga bisa diarahkan mengikuti penyangga tersebut. Dengan penataan yang sesuai, tanaman dapat tumbuh lebih teratur sekaligus menjadi elemen menarik untuk mempercantik halaman atau sudut rumah.
Hobi Mengumpulkan Tanaman Unik, Salah Satu Cara Mencintai Alam
Sekali lagi, saya merasa senang karena akhirnya mengetahui nama tanaman yang selama ini tumbuh di rumah. Ke depannya, saya ingin mempelajari cara memperbanyak hoya dengan benar agar bisa memiliki lebih banyak tanaman tanpa harus terus-menerus mengambilnya dari alam.
Awalnya, tujuan saya hanya ingin mempercantik halaman rumah. Namun, setelah mengenal tanaman lebih dekat, muncul keinginan untuk merawat, mempelajari, dan memperkenalkannya kepada orang lain.
Saya senang membayangkan anak-anak dapat melihat berbagai jenis tanaman secara langsung. Mereka tidak hanya mengenalnya melalui gambar atau tayangan video, tetapi juga dapat mengamati bentuk daun, pertumbuhan sulur, hingga bunga yang muncul setelah tanaman dirawat dengan sabar.
Ternyata, masih banyak tanaman menarik yang mungkin selama ini kita abaikan karena dianggap sebagai tumbuhan liar. Padahal, jika dikenali lebih jauh, kita bisa menemukan banyak hal baru sekaligus belajar menghargai kekayaan alam.
Semoga semakin banyak orang yang tertarik menanam tanaman, bukan hanya untuk mempercantik halaman, tetapi juga untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Menghijaukan dunia tidak harus selalu dimulai dengan gerakan besar. Kita bisa memulainya dari rumah sendiri, dengan menanam, merawat, dan mengenal tumbuhan yang tumbuh di sekitar kita.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Tanaman Hoya Naik Daun, Bagaimana Cara Menanam dan Merawatnya?"
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.