Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sungkowo
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Sungkowo adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Liburan Sekolah Sambil Belajar, Memangnya Bisa?

Kompas.com, 30 Juni 2025, 15:39 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Apakah kegitan belajar selama liburan sekolah tidak bisa dilaksanakan? Jika tidak, kegiatan seperti apa yang bisa direncanakan untuk mengisi waktu liburan?

Seiring berjalannya waktu, orangtua juga mafhum, anak-anak dibiarkan beraktivitas sekalipun tak sesuai dengan pelajaran di sekolah.

Rerata orangtua memang mengambil sikap memberi kesempatan terhadap anak untuk sementara bebas dari aktivitas terkait dengan pelajaran di sekolah. Perlu ada waktu bagi anak untuk beraktivitas lebih bebas.

Saat anak merasa diintervensi dalam aktivitasnya yang lebih bebas karena liburan sekolah, pasti mereka merasa terganggu. Bahkan, anak dapat saja memberi penolakan terhadap intervensi ini. Yang, tentu saja tak memberi efek positif dan produktif bagi anak.

Dalam kondisi seperti ini juga tak memberi efek positif dan produktif bagi orangtua. Sebab, orangtua dan anak berada dalam relasi yang tak sejahtera dan bahagia.

Karenanya, kondisi seperti ini harus dihindari. Orangtua, dalam konteks ini, memiliki peran sangat besar.

Itu sebabnya, orangtua harus memiliki kesadaran tentang anak membutuhkan ruang berekspresi lebih bebas saat libur sekolah.

Setiap orangtua yang memiliki kesadaran tentang hal ini bolehlah disebut sebagai orangtua yang dapat menjalankan peran besarnya bagi kebutuhan anak pada masa liburan.

Memang, ada sebagian orangtua di sekolah tempat saya mengajar mengungkapkan bahwa saat liburan sekolah lebih menyusahkan.

Sebab, anak berada di rumah. Sementara orangtua bekerja. Jadi, tak ada yang melakukan pengawasan terhadap anak.

Hal ini berbeda dengan saat anak masuk sekolah. Karena, anak ada dalam pengawasan guru. Jadinya, orangtua bekerja lebih tenang. Tak memikirkan anak.

Tetapi, mengenai liburan sekolah bagi anak tak dapat dihindari. Masa liburan sekolah selalu ada bagi anak, yang tak demikian bagi guru. Karenanya, orangtua harus menyiapkan diri dapat damai dengan masa liburan sekolah.

Artinya, orangtua perlu memiliki pandangan yang lebih positif dan produktif terkait masa liburan sekolah bagi anak. Sebab, sekalipun masa liburan sekolah, anak berada di rumah bukan berarti mereka tak belajar.

Bukankah belajar bisa dilakukan di mana pun, tak harus di sekolah? Pertanyaan ini mau menegaskan bahwa belajar dapat dilakukan di mana pun. Termasuk di rumah saat anak memasuki masa liburan sekolah.

Selain di rumah, di luar rumah pun dapat menjadi ruang belajar bagi anak pada masa liburan sekolah. Ruang dalam konteks ini tak sekadar mengacu ke sebuah tempat. Tetapi, dapat juga mengacu ke pergaulan , aktivitas, peristiwa, bahkan kondisi dan situasi yang dialami anak.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Melihat Mantan Menikah, Ketika Luka Jadi Pelajaran
Melihat Mantan Menikah, Ketika Luka Jadi Pelajaran
Kata Netizen
Pendidikan Gratis, Janji Kebijakan, dan Realitas Keluarga Indonesia
Pendidikan Gratis, Janji Kebijakan, dan Realitas Keluarga Indonesia
Kata Netizen
Mantan Menikah, Saat Undangan Pernikahan Membuka Laci Kenangan
Mantan Menikah, Saat Undangan Pernikahan Membuka Laci Kenangan
Kata Netizen
Bel Sekolah Otomatis dan Pelajaran Berharga dari Guru Berani Mencoba
Bel Sekolah Otomatis dan Pelajaran Berharga dari Guru Berani Mencoba
Kata Netizen
Perpustakaan Keliling dan Upaya Menghidupkan Budaya Baca di Sekolah
Perpustakaan Keliling dan Upaya Menghidupkan Budaya Baca di Sekolah
Kata Netizen
Savana Baluran Musim Hujan: Keindahan, Tantangan, dan Harapan
Savana Baluran Musim Hujan: Keindahan, Tantangan, dan Harapan
Kata Netizen
Ini Cerita dan Potret Usaha Mikro di Bawah Flyover Martadinata
Ini Cerita dan Potret Usaha Mikro di Bawah Flyover Martadinata
Kata Netizen
Ruang Tamu yang Sunyi di Tengah Riuhnya Budaya Ngopi
Ruang Tamu yang Sunyi di Tengah Riuhnya Budaya Ngopi
Kata Netizen
Kecuk dan Perjalanan Panjang Menjaga Nada Tradisi
Kecuk dan Perjalanan Panjang Menjaga Nada Tradisi
Kata Netizen
Ketika Pasar Saham Bergejolak, Apa Artinya bagi Ekonomi Masyarakat?
Ketika Pasar Saham Bergejolak, Apa Artinya bagi Ekonomi Masyarakat?
Kata Netizen
Beban Ekonomi Guru dan Tantangan Pendidikan
Beban Ekonomi Guru dan Tantangan Pendidikan
Kata Netizen
Lebih dari Soal Alat Tulis dan Rapuhnya Jaring Pengaman Sosial
Lebih dari Soal Alat Tulis dan Rapuhnya Jaring Pengaman Sosial
Kata Netizen
Ketika Pertanyaan Anak Menjadi Cermin Cara Dewasa Berpikir
Ketika Pertanyaan Anak Menjadi Cermin Cara Dewasa Berpikir
Kata Netizen
Alasan-alasan Kita Jarang Bertamu ke Rumah Tetangga
Alasan-alasan Kita Jarang Bertamu ke Rumah Tetangga
Kata Netizen
Satu Batik, Banyak Fungsi, dan Busana Lokal yang Tak Pernah Keliru
Satu Batik, Banyak Fungsi, dan Busana Lokal yang Tak Pernah Keliru
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau