Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Eka Sarmila
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Eka Sarmila adalah seorang yang berprofesi sebagai Mahasiswa. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Pengalaman Operasi Gigi Bungsu: Ternyata Tidak Semenakutkan Itu!

Kompas.com, 9 Januari 2024, 09:18 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Operasi gigi bungsu tergolong operasi ringan. Oleh karena itu, saya hanya perlu 1 hari untuk menginap di rumah sakit. Masuk ruang rawat di hari yang sama dengan hari tindakan. Saat itu, saya jadwal tindakan saya dilakukan pada tanggal 13 Desember.

Masuk ruang rawat di jam 9 pagi, perawat akan memeriksa tanda-tanda vital pasien. Mulai dari tensi, cek suhu, dan sesi tanya jawab apakah memiliki alergi obat.

Selain itu, tes alergi pun dilakukan dengan menyuntikan antibiotik dikulit. Umumnya, jika alergi orang akan merasa gatal dan terdapat ruam. Jika tidak maka antibiotik tersebut dapat digunakan.

Waktu menunjukkan pukul 13.45 siang, ternyata tindakan lebih cepat dari yang dijadwalkan pukul 15.00.

Antibiotik pun diberikan sebelum saya diantarkan ke ruang operasi. Mengganti baju operasi dan menggunakan penutup rambut pun telah digunakan sebelum memasuki ruang tindakan.

Suasana Ruang Operasi hingga Rontgen Panoramic/CT Scan Penting Saat Tindakan!

Ruang operasi tidak semenakutkan itu. Dipenuhi dengan suara mesin-mesin yang membantu proses tindakan, suara percakapan perawat, dokter, dan tim yang bertindak menghilangkan segala ketakutan yang awalnya muncul.

Saat memasuki ruang operasi, saya melihat beberapa pasien lain yang akan masuk sesuai dengan ruang dan tindakannya. Baik dokter dan perawat yang bertugas semuanya kompak.

Bahkan, sebelum tindakan asisten profesor dokter spesialis bedah mulut yang merawat masih sempat menceritakan bagaimana pengalamannya mencabut 7 akar gigi.

Begitupun dengan seorang perawat yang masih sempat menceritakan pengalamannya operasi kelenjar getah bening.

Ketakutan-ketakutan yang dimiliki hilang seketika. Apalagi, tindakan kali ini dilakukan langsung oleh seorang profesor bedah mulut dan dibantu oleh seorang dokter spesialis bedah mulut.

Di tengah hiruk pikuk suasana ruang operasi, ada 1 benda yang tidak boleh tertinggal pada saat tindakan. Yup, benda tersebut adalah hasil foto rontgen panoramic/CT Scan.

Foto ini digunakan untuk membantu dokter yang melakukan tindakan untuk mengetahui posisi pasti di mana gigi bungsu terletak.

Sialnya, saat itu saya lupa membawa hasil rontgen panoramic. Untungnya, database tersimpan dengan baik dan bisa dicetak kembali.

Sakit Gigi Lebih Sakit daripada Patah Hati! Ini yang Saya Rasakan hingga H+14 Operasi

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Melihat Mantan Menikah, Ketika Luka Jadi Pelajaran
Melihat Mantan Menikah, Ketika Luka Jadi Pelajaran
Kata Netizen
Pendidikan Gratis, Janji Kebijakan, dan Realitas Keluarga Indonesia
Pendidikan Gratis, Janji Kebijakan, dan Realitas Keluarga Indonesia
Kata Netizen
Mantan Menikah, Saat Undangan Pernikahan Membuka Laci Kenangan
Mantan Menikah, Saat Undangan Pernikahan Membuka Laci Kenangan
Kata Netizen
Bel Sekolah Otomatis dan Pelajaran Berharga dari Guru Berani Mencoba
Bel Sekolah Otomatis dan Pelajaran Berharga dari Guru Berani Mencoba
Kata Netizen
Perpustakaan Keliling dan Upaya Menghidupkan Budaya Baca di Sekolah
Perpustakaan Keliling dan Upaya Menghidupkan Budaya Baca di Sekolah
Kata Netizen
Savana Baluran Musim Hujan: Keindahan, Tantangan, dan Harapan
Savana Baluran Musim Hujan: Keindahan, Tantangan, dan Harapan
Kata Netizen
Ini Cerita dan Potret Usaha Mikro di Bawah Flyover Martadinata
Ini Cerita dan Potret Usaha Mikro di Bawah Flyover Martadinata
Kata Netizen
Ruang Tamu yang Sunyi di Tengah Riuhnya Budaya Ngopi
Ruang Tamu yang Sunyi di Tengah Riuhnya Budaya Ngopi
Kata Netizen
Kecuk dan Perjalanan Panjang Menjaga Nada Tradisi
Kecuk dan Perjalanan Panjang Menjaga Nada Tradisi
Kata Netizen
Ketika Pasar Saham Bergejolak, Apa Artinya bagi Ekonomi Masyarakat?
Ketika Pasar Saham Bergejolak, Apa Artinya bagi Ekonomi Masyarakat?
Kata Netizen
Beban Ekonomi Guru dan Tantangan Pendidikan
Beban Ekonomi Guru dan Tantangan Pendidikan
Kata Netizen
Lebih dari Soal Alat Tulis dan Rapuhnya Jaring Pengaman Sosial
Lebih dari Soal Alat Tulis dan Rapuhnya Jaring Pengaman Sosial
Kata Netizen
Ketika Pertanyaan Anak Menjadi Cermin Cara Dewasa Berpikir
Ketika Pertanyaan Anak Menjadi Cermin Cara Dewasa Berpikir
Kata Netizen
Alasan-alasan Kita Jarang Bertamu ke Rumah Tetangga
Alasan-alasan Kita Jarang Bertamu ke Rumah Tetangga
Kata Netizen
Satu Batik, Banyak Fungsi, dan Busana Lokal yang Tak Pernah Keliru
Satu Batik, Banyak Fungsi, dan Busana Lokal yang Tak Pernah Keliru
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau