Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Lilian Kiki Triwulan
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Lilian Kiki Triwulan adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Masih Ada Petugas KPPS Berguguran, Apa yang Perlu Dievaluasi?

Kompas.com, 29 Februari 2024, 08:00 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Legislatif telah rampung digelar pada tanggal 14 Februari 2024. Sayangnya, dalam proses tersebut, masih ada saja petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia. Penyebab kematiannya tentu bermacam-macam, bukan hanya karena pelaksanaan pemilu, tetapi mungkin juga karena riwayat penyakit yang mereka derita.

Kita semua turut berduka cita atas kehilangan petugas KPPS di seluruh Indonesia. Kejadian ini seharusnya menjadi pembelajaran bagi kita untuk memperbaiki sistem pemilu ke depannya. Ingatlah dengan jelas bahwa dalam Pemilu 2019, petugas KPPS juga banyak yang kehilangan nyawa mereka.

Meskipun telah ada upaya evaluasi agar kejadian serupa pada Pemilu 2019 tidak terulang, tapi sayangnya, di beberapa daerah masih terdapat laporan meninggalnya petugas KPPS.

Sebagai seseorang yang tidak terlibat langsung sebagai petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS), saya tidak dapat benar-benar memahami sejauh apa tingkat kesulitan dan kelelahan yang harus dihadapi oleh petugas KPPS. Dari pagi hingga pagi lagi, dengan hanya beberapa menit istirahat untuk menyelesaikan tugas negara mereka.

Tentu saja mereka merasa lelah. Tugas ini sangat berat, terlebih lagi tugas ini membutuhkan konsentrasi dan kejelian pada setiap tahapannya.

Adanya kejadian ini, bagaimana kita dapat meminimalkan risiko kesehatan dan kelelahan yang mereka hadapi?

Pertama, sangat penting bahwa petugas KPPS berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Sebelum pelantikan, sebaiknya dilakukan skrining kesehatan atau pemeriksaan medis untuk menilai kondisi kesehatan para petugas.

Ini dapat dilakukan dengan kerjasama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), atau Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Pemeriksaan kesehatan ini dapat mencakup pemeriksaan fisik, EKG untuk melihat risiko penyakit jantung, serta pemeriksaan paru-paru atau pemeriksaan lainnya. Data yang diperoleh dari pemilu sebelumnya dapat menjadi dasar evaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Petugas KPPS sedang menghitung hasil suara Pemilu 2024.Kompasianer Lilian Kiki Triwulan Petugas KPPS sedang menghitung hasil suara Pemilu 2024.
Kedua, setelah skrining kesehatan, petugas KPPS dapat menerapkan manajemen penugasan yang telah dijelaskan sebelumnya. Fungsi manajemen ini, jika diterapkan dengan baik, dapat membantu meringankan beban kerja dan mengontrol tugas agar dapat diselesaikan secara efektif dan efisien.

Ketiga, penting untuk memberikan asupan vitamin agar tubuh tetap segar dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Mengingat petugas KPPS bertugas selama 24 jam atau bahkan lebih, dengan waktu tidur yang singkat sebelum dan selama pemungutan suara, ini dapat menguras energi mereka. KPU dapat menganggarkan dan menyediakan asupan vitamin untuk para petugas pemilu.

Jangan sampai pola makan terabaikan, usahakan untuk mengonsumsi makanan bergizi agar tubuh tetap fit dan prima. Dalam kegiatan yang padat, waktu istirahat akan sangat terbatas, oleh karena itu, manajemen waktu istirahat yang baik sangat diperlukan.

Sebagai contoh, di TPS tempat saya, petugas KPPS, Linmas, Pengawas TPS, dan saksi diberikan waktu istirahat yang cukup, mulai dari jam 13.00 hingga jam 14.00 untuk makan siang, solat, dan istirahat.

Penghitungan suara dilanjutkan dengan jeda waktu yang cukup hingga pukul 20.30 malam. Dengan adanya waktu istirahat yang terjadwal, para petugas dapat beristirahat bergantian, sehingga selalu ada petugas yang siap berjaga di lokasi.

Pada pukul 17.00, penghitungan selesai dan seluruh petugas diberikan kesempatan untuk istirahat, mandi, makan, dan solat hingga pukul 18.30.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau