Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Marcko Ferdian
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Marcko Ferdian adalah seorang yang berprofesi sebagai Mahasiswa. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Menelisik Manfaat dan Harapan Gambut Tropis Indonesia

Kompas.com - 25/06/2025, 15:34 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Pemerintah sering menunjuk perusahaan, perusahaan menyalahkan petani kecil, dan petani menyebut tidak punya pilihan. Maka, api menyala dan asap menyebar ke Singapura, Malaysia, bahkan ke ranjang anak-anak sekolah di Pekanbaru.

Antara Sawit dan Kepentingan Ekonomi

Di mata kebijakan ekonomi, lahan gambut sering dilihat sebagai "ruang potensial". Pemerintah pusat maupun daerah mendorong ekspansi perkebunan sawit sebagai komoditas unggulan penyumbang devisa.

Sawit memang penting secara ekonomi, namun yang jadi masalah adalah kalkulasi ekologis dan sosial yang diabaikan.

Dalam banyak kasus, kawasan gambut utuh ditetapkan menjadi area produksi. Bahkan, proyek food estate pun sempat menyasar kawasan gambut Kalimantan Tengah yang akhirnya gagal dan menyisakan kerusakan ekosistem.

Kebijakan yang tidak berbasis ekologi, minim keterlibatan warga lokal, dan terlalu mengejar target ekonomi jangka pendek, menjadi bom waktu lingkungan hidup.

Siapa yang Menjaga Ketika Negara Lalai?

Di balik semua itu, masih ada harapan. Di banyak desa pinggiran rawa, komunitas lokal berjuang memulihkan dan melindungi lahan gambut mereka. Mereka bukan akademisi, bukan pejabat, tapi ibu-ibu petani, kelompok nelayan, hingga pemuda desa.

Contohnya, di Jambi dan Kalimantan Barat, kelompok masyarakat yang didampingi  pemerintah dan NGO seperti BRIN, WALHI, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, berhasil merehabilitasi ratusan hektar gambut.

Mereka membuat sumur bor pencegah kebakaran, menanam kembali vegetasi asli, dan menjalankan ekonomi berbasis gambut berkelanjutan seperti budidaya jelutung atau kopi rawa.

Mereka membuktikan bahwa konservasi tidak butuh seragam dinas, hanya butuh kesadaran dan kolaborasi.

Ketimpangan Perhatian dan Minimnya Komitmen

Meski berperan strategis, lahan gambut jarang jadi prioritas. Dalam skema Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia terkait perubahan iklim, kontribusi restorasi gambut masih minim dibandingkan kehutanan atau energi.

Revisi regulasi perlindungan gambut pun kerap dipermainkan. Setelah Presiden Jokowi membentuk BRG (Badan Restorasi Gambut) pada 2016, harapan sempat tumbuh. Namun ketika lembaga ini dilebur pada 2021, banyak program restorasi mandek.

Komitmen internasional seperti Just Energy Transition Partnership (JETP) pun lebih fokus ke transisi energi, padahal mitigasi iklim tropis sangat membutuhkan penyelamatan ekosistem gambut.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kebaikan Kecil yang Saya Temukan di Trans Jogja
Kebaikan Kecil yang Saya Temukan di Trans Jogja
Kata Netizen
Bukan Sekadar Angka Timbangan, Diet Itu tentang Perjalanan
Bukan Sekadar Angka Timbangan, Diet Itu tentang Perjalanan
Kata Netizen
Bagi Pasutri, Perhatikan Ini untuk Tetap Bisa Menafkahi Orangtua
Bagi Pasutri, Perhatikan Ini untuk Tetap Bisa Menafkahi Orangtua
Kata Netizen
Belajar Memanen Hujan lewat Joglangan
Belajar Memanen Hujan lewat Joglangan
Kata Netizen
Hilir ke Hulu Hijaunya Alam Kampung Karuhun, Sumedang Selatan
Hilir ke Hulu Hijaunya Alam Kampung Karuhun, Sumedang Selatan
Kata Netizen
Bagaimana Meyakinkan Keluarga tentang Asuransi?
Bagaimana Meyakinkan Keluarga tentang Asuransi?
Kata Netizen
Bisakah Memanen Hujan di Apartemen?
Bisakah Memanen Hujan di Apartemen?
Kata Netizen
Trik 'Receh' di Transportasi Umum yang Bikin Kamu Nyaman
Trik "Receh" di Transportasi Umum yang Bikin Kamu Nyaman
Kata Netizen
Berkat Musik di Kafe dan Latte, Akhirnya Novelku Rampung Juga
Berkat Musik di Kafe dan Latte, Akhirnya Novelku Rampung Juga
Kata Netizen
7 Cara Anak Bekasi atasi 'Commuting Stress'
7 Cara Anak Bekasi atasi "Commuting Stress"
Kata Netizen
Tentang Royalti Lagu 'Indonesia Raya' dan Rilis Versi Lokananta
Tentang Royalti Lagu "Indonesia Raya" dan Rilis Versi Lokananta
Kata Netizen
Mencicip Segala 'Rasa Singkawang' di Krendang, Jakarta Barat
Mencicip Segala "Rasa Singkawang" di Krendang, Jakarta Barat
Kata Netizen
Siapa Masih Jadikan Hujan sebagai Alasan Bolos?
Siapa Masih Jadikan Hujan sebagai Alasan Bolos?
Kata Netizen
Apa yang Lelaki Renungkan Sebelum Memutuskan Menikah?
Apa yang Lelaki Renungkan Sebelum Memutuskan Menikah?
Kata Netizen
Kita Bekerja untuk Membeli Waktu di Jakarta
Kita Bekerja untuk Membeli Waktu di Jakarta
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau