Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Dina Amalia (Kaka D)
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Dina Amalia (Kaka D) adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Lewat Satu Genggaman, Toko Buku Bisa Terselamatkan

Kompas.com, 21 Juli 2025, 16:39 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Kapan kamu terakhir kali ke toko buku? Pernah membayangkan bagaimana jika kita saja jarang ke toko buku lalu toko buku tersebut terpaksa gulung tikar?

Itulah realitas bisnis. Toko buku ada yang bertahan, tetapi ada pula toko buku alternatif yang selalu melakukan segala cara demi bisa mendekatkan buku kepada para pembaca: dari ngebuka lapak sampai digitalisasi toko buku.

Hiruk-pikuk pusat kota metropolitan meramaikan seisi telinga dan kepala siang lalu; bisingnya kendaraan yang berjajar di lampu merah, belum lagi suara knalpot yang ikut mengalun --begitulah suasana kawasan Pasar Senen yang sarat akan nuansa kota, sungguh aktif dan tak pernah sepi.

Melewati pasar buku, mata ini disapa oleh tumpukan buku-buku yang terpajang sunyi di antara lorong dan sejumlah gerai toko yang tutup, "sudah lama betul nggak mampir," ucap saya dalam hati. Dari banyaknya gerai, hanya 1-2 toko buku yang buka.

Di samping itu, terlihat pelapak buku bekas tertunduk lesu. Sesekali membaca, sesekali melihat layar handphone, tak lain menunggu pelanggan yang datang. 

Toko Ramai Melalui Layar, Dalam Satu Genggaman

Cukup berbeda, ketika sejenak saya membuka handphone dan tertuju pada pasar online (marketplace). Pelapak buku berjejer dan ramai.

Buku-buku dipajang rapi sesuai kategori, pelapak tetap aktif menawarkan dan memperlihatkan fisik buku, pelanggan pun lalu-lalang ikut berinteraksi tawar-menawar harga sampai deal.

Tentu, menjadi dua pemandangan yang berbeda. Saya akui pula, kalau dahulu lebih sering berkeliling mencari buku fisik secara langsung, namun kini jauh lebih mudah berkeliling mencari buku di pasar online.

Di pasar online (marketplace), pelapak buku bukan sekadar upload foto dan mengharapkan pelanggan datang, melainkan ikut melakukan inovasi baru di mana konsep toko buku disesuaikan dengan model dan kesukaan pembaca khususnya generasi milenial dan z.

Sesederhana pemberian promo dan voucher, sistem bundling, gratis ongkir, bebas nego, hingga bonus aksesoris seperti pembatas buku dan sticker. 

Meningkatnya Penjualan Berkat Live Streaming

Tidak lagi sekadar masuk ke satu per satu toko yang ada untuk melihat dan mencari buku, melainkan jauh lebih mudah lagi melalui akses live streaming.

Di pasar online (marketplace), pelapak buku memanfaatkan live streaming untuk menawarkan, memperlihatkan kondisi, dan membuka kesempatan tawar-menawar buku. 

"Boleh kak bukunya, spesial live cuma 35 ribu aja",
"Oke kak, dikasih nih bukunya dari 50 jadi 30 aja, saya ganti dulu harganya sebentar",
"Buku novel di etalase 3 kak, ada horor dan misteri, kalau mau yang romansa ada di etalase 4 ya kak,"

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Kata Netizen
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Kata Netizen
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Kata Netizen
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Kata Netizen
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Kata Netizen
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Kata Netizen
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Kata Netizen
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Kata Netizen
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Kata Netizen
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
Kata Netizen
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau