Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tutut Setyorinie
Penulis di Kompasiana

Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali

Kompas.com, 22 Februari 2026, 13:52 WIB

Bagaimana jika ada tanaman yang cukup ditanam sekali, namun bisa dipanen berkali-kali? Mungkinkah dari kebun kecil di rumah kita belajar tentang kesabaran, ketekunan, dan keberlimpahan?

Bayam adalah salah satu sayuran yang akrab di meja makan masyarakat Indonesia. Mudah ditemukan di pasar maupun swalayan, sayuran dengan nama latin Amaranthus spp. ini dikenal praktis diolah dan ramah di kantong.

Bagi saya, sayur bening bayam adalah menu favorit karena sederhana dan cepat dibuat. Selain itu, bayam juga dapat diolah menjadi tumisan, keripik, bakwan, bahkan jus. Fleksibilitas inilah yang membuat bayam selalu punya tempat di dapur.

Bayam juga termasuk tanaman yang relatif mudah ditanam. Pada 2021, saya pernah menanam bayam hijau berdaun kecil dan bayam merah. Tiga tahun kemudian, pada 2024, saya kembali mencoba menanam bayam hijau dan berhasil memanennya dalam waktu sekitar satu bulan.

Memasuki 2025, saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Kali ini, pilihan saya jatuh pada Bayam Brazil.

Mengenal Bayam Brazil

Sesuai namanya, Bayam Brazil berasal dari Brasil dan wilayah Amerika Selatan lainnya. Tanaman ini dikenal dengan nama latin Alternanthera sissoo dan masih satu keluarga dengan bayam-bayaman (famili Amaranthaceae).

Sekilas, tampilannya berbeda dari bayam yang biasa kita temui. Daunnya cenderung kecil, agak keriting, dan lebih tebal. Teksturnya terasa renyah dengan aroma khas yang lembut. Berbeda dengan bayam biasa yang berdaun lebar dan tipis, Bayam Brazil justru memiliki karakter yang lebih padat.

Dari sisi kandungan gizi, Bayam Brazil juga tidak kalah menarik. Melansir informasi kesehatan dari Alodokter, sayuran ini mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin B6, vitamin K, folat, serta zat besi dan senyawa antioksidan lain yang bermanfaat bagi tubuh.

Tanam Sekali, Tuai Berkali-kali

Saya membeli satu bibit Bayam Brazil melalui lokapasar dengan harga sekitar delapan ribu rupiah per pohon. Tanaman ini juga cukup mudah ditemukan di toko tanaman setempat.

Saat pertama tiba, kondisinya terlihat kurus dengan hanya beberapa cabang daun. Karena jumlah daunnya masih sedikit, saya memilih untuk tidak langsung memanen. Tanaman tersebut saya rawat terlebih dahulu, diberi pupuk daun, dan dibiarkan beradaptasi.

Sekitar satu bulan kemudian, saya mulai memetik beberapa helai daun untuk dimasak. Tak disangka, setelah dipanen justru pertumbuhannya semakin lebat. Cabangnya bertambah banyak, dan daunnya tumbuh lebih rimbun.

Di sinilah letak perbedaan yang paling terasa dibanding bayam biasa. Jika bayam konvensional umumnya dicabut sekaligus saat panen, Bayam Brazil dapat terus dipetik daunnya tanpa harus mencabut seluruh tanaman. Bahkan, pemetikan justru merangsang pertumbuhan cabang baru.

Rasanya seperti pepatah sederhana: menanam sekali, menuai berkali-kali.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Dari Laboratorium ke Meja Teller, Siapa Sangka?
Dari Laboratorium ke Meja Teller, Siapa Sangka?
Kata Netizen
Laut Tak Lagi Sepenuhnya Menjadi Ruang Hidup Nelayan
Laut Tak Lagi Sepenuhnya Menjadi Ruang Hidup Nelayan
Kata Netizen
Hari Ketika Saya Menangis Sebelum Berangkat Kerja
Hari Ketika Saya Menangis Sebelum Berangkat Kerja
Kata Netizen
Rumah Makin Penuh, Tanaman Buah Justru Makin Subur
Rumah Makin Penuh, Tanaman Buah Justru Makin Subur
Kata Netizen
Memahami Tugas dan Tanggung Jawab Petugas Pemasyarakatan
Memahami Tugas dan Tanggung Jawab Petugas Pemasyarakatan
Kata Netizen
Generasi Terakhir yang Melihat Hutan Kalimantan, Mau?
Generasi Terakhir yang Melihat Hutan Kalimantan, Mau?
Kata Netizen
Siapa Sangka, Tanaman dari Pinggir Sungai Ini Bernama Hoya
Siapa Sangka, Tanaman dari Pinggir Sungai Ini Bernama Hoya
Kata Netizen
Mobil Terbang Tesla dan Pertanyaan tentang Arah Inovasi
Mobil Terbang Tesla dan Pertanyaan tentang Arah Inovasi
Kata Netizen
Semarak Bulan Bahasa, Semangat Literasi di Sekolah Kami
Semarak Bulan Bahasa, Semangat Literasi di Sekolah Kami
Kata Netizen
Jika TPG Terlambat Cair, Bagaimana Nasib Guru?
Jika TPG Terlambat Cair, Bagaimana Nasib Guru?
Kata Netizen
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Kata Netizen
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Kata Netizen
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Kata Netizen
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Kata Netizen
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau