Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ire Rosana Ullail
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Ire Rosana Ullail adalah seorang yang berprofesi sebagai Administrasi. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Pengalaman Manis Mengunjungi Perpustakaan Freedom Institute

Kompas.com, 17 November 2025, 17:09 WIB

Kira-kira, apakah kamu pernah menemukan sebuah tempat yang diam-diam membuat Anda betah, bukan karena megahnya fasilitas, tetapi karena suasana yang terasa “klik” sejak pertama kali datang?

Ada banyak perpustakaan di Jakarta, tetapi satu yang satu ini jarang sekali terdengar namanya: Perpustakaan Freedom Institute.

Letaknya berada di lantai dasar Wisma Bakrie, Kuningan, Jakarta Selatan, dan dikelola oleh LSM Freedom Institute yang didirikan oleh Rizal Mallarangeng.

Secara akses, perpustakaan ini termasuk mudah dijangkau. Pengguna transportasi umum bisa turun di Halte TransJakarta Kuningan Madya yang berjarak sangat dekat, atau dari Stasiun LRT Rasuna Said yang hanya sekitar 500 meter. Lokasinya terbilang strategis dan ramah bagi siapa pun yang ingin berkunjung.

Namun, di balik posisinya yang cukup nyaman, perpustakaan ini menyimpan cerita panjang tentang perpindahan lokasi. Dulunya berada di Jalan Irian, Menteng (2001–2010), kemudian pindah ke Jalan Proklamasi (2010–2015), sempat vakum dua tahun, dan akhirnya menetap di tempatnya sekarang.

Mereka pernah berada pada masa ramai pengunjung—mencapai 250 orang per hari—ketika masih menempati gedung milik sendiri di Proklamasi. Jam bukanya pun dulu lebih panjang, hingga pukul 9 malam.

Mengelola gedung pribadi di Jakarta ternyata tidak mudah. Biaya operasional sangat besar: pajak gedung sekitar 100 juta per tahun, ditambah kebutuhan bulanan hingga 50 juta. Pada akhirnya, gedung tersebut harus dijual dan perpustakaan pun tutup sementara.

Meski cerita itu mengundang simpati, alasan saya datang justru lebih sederhana: perpustakaan ini disebut sebagai salah satu perpustakaan estetik di Jakarta. Begitu tahu lokasi barunya dekat dengan stasiun LRT, minat saya semakin besar.

Perjalanan dari LRT menuju pintu masuknya hanya memakan waktu beberapa menit. Walau sempat canggung karena gedungnya merupakan gedung perkantoran, sebuah plang besar bertuliskan “Perpustakaan Umum Freedom Institute” membuat langkah saya mantap.

Begitu masuk, saya langsung terkejut. Desain interiornya terasa berbeda dari perpustakaan pada umumnya.

Ruangannya modern, hangat, dan tidak kaku. Konsep industrial membuat langit-langit terlihat terbuka, memberikan kesan luas.

Seorang petugas meminta saya mengisi data diri sebelum memberikan tas pengganti berbahan spunbond. Laptop, ponsel, charger, dan barang kecil lain saya pindahkan ke tas tersebut.

Sementara bekal dan tumbler saya letakkan di meja resepsionis, mengikuti kebiasaan para pengunjung lain.

Ruangannya tidak besar, tetapi sangat nyaman. Warna-warna hangat seperti cokelat dan krem mendominasi, berpadu dengan lantai semen yang memberi kesan sederhana. Area baca, area kerja, dan area koleksi buku bisa terlihat dari satu sapuan pandang.

Ada meja panjang untuk duduk bersama, kursi melingkar merah yang empuk, hingga meja dengan sekat bagi mereka yang ingin bekerja lebih fokus.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Kata Netizen
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
Kata Netizen
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Kata Netizen
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Kata Netizen
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Kata Netizen
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Kata Netizen
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Kata Netizen
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Kata Netizen
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
Kata Netizen
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Kata Netizen
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
Kata Netizen
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Kata Netizen
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Kata Netizen
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Kata Netizen
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau