
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Bagi saya, perpustakaan ini unggul dari sisi kenyamanan dan koleksi, meski fasilitas lain tidak semewah perpustakaan besar seperti Perpusnas, Perpustakaan Jakarta, ataupun Jusuf Kalla Library. Namun, saya bisa memaklumi itu.
Perjalanan panjang mereka sebagai lembaga nirlaba yang membiayai diri sendiri sudah cukup menunjukkan perjuangan mereka.
Dengan akses masuk yang gratis untuk semua orang saja, saya sudah merasa cukup untuk jatuh cinta pada tempat ini.
Seperti halnya cinta, saya tidak lagi bertanya apa yang bisa mereka berikan, tetapi lebih pada mensyukuri pengalaman yang saya dapatkan.
Sambil menulis ini, saya terpikir satu hal: kapan ya saya bisa kembali berkunjung? Rasanya sudah rindu sekali.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Jatuh Cinta Mendadak dengan Perpustakaan Freedom Institute"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang