
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Benarkah kita bosan pada makanannya, atau sebenarnya kita hanya butuh sedikit variasi dalam cara menikmati dan menyajikannya?
Dalam dunia kuliner, kejenuhan atau ennui adalah hal yang wajar. Kata ennui dari bahasa Prancis menggambarkan rasa bosan yang halus tapi nyata—seperti sensasi hambar yang muncul setelah terlalu sering menikmati sesuatu yang dulunya begitu menggugah. Lidah, rupanya, juga punya batas.
Saya merasakannya lewat satu hidangan favorit keluarga: Pallu Mara. Istri saya sangat piawai memasak sup ikan berkuah kuning khas Makassar yang juga populer di Palu ini. Aromanya—perpaduan segar, gurih, dan pedas—nyaris selalu berhasil mengembalikan mood.
Biasanya dimasak dengan ikan cakalang strep atau katombo, Pallu Mara memadukan kunyit, asam jawa, dan rempah yang menghasilkan kuah kuning pekat, kaya rasa, dan menghangatkan.
Namun seistimewa apa pun hidangan itu, ketika muncul lima hari berturut-turut di meja makan, rasa “menggoda” pelan-pelan berubah menjadi “mungkin besok saja.”
Di situ saya sadar: kejenuhan terhadap makanan bukan hanya soal rasa, tapi soal ritme. Sama seperti musik, lidah pun butuh jeda dan kejutan kecil.
Dari situ, saya dan istri mulai merumuskan apa yang kami sebut sebagai menu antibosan—cara sederhana agar hidangan kesayangan tetap terasa istimewa tanpa harus ditinggalkan.
Menangani ennui tidak memerlukan perubahan besar. Kadang, sedikit sentuhan saja sudah mampu menghadirkan nuansa baru. Berikut sejumlah trik yang kami terapkan—siapa tahu bisa menjadi inspirasi di dapur Anda juga.
Memberi Ruang dengan Jurnal Menu
Mencatat menu mingguan mungkin terdengar sepele, tapi sangat membantu mencegah pengulangan yang tidak disadari.
Dalam seminggu, Pallu Mara mungkin cukup sekali saja, diselingi sayur bening, ayam bakar madu, atau sambal goreng udang. Dengan begitu, setiap kali hadir, ia kembali terasa spesial.
Bermain dengan Tampilan
Saat bosan, mata sering menjadi pintu pertama untuk membangkitkan selera. Sentuhan warna dari irisan cabai merah, daun kemangi, atau percikan jeruk nipis bisa membuat hidangan tampak lebih segar.
Pallu Mara, misalnya, terlihat lebih hidup dengan bawang goreng renyah dan potongan tomat segar.
Mengubah Teknik Masak