
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Mungkin yang perlu diubah bukan pertanyaannya, melainkan kelanjutannya.
Bukan berhenti di “ranking berapa?”, tetapi berlanjut ke “anak saya berkembang di bagian apa?” dan “apa yang bisa kita dampingi bersama?”.
Di antara keinginan sekolah untuk melindungi anak dan harapan orangtua untuk melihat hasil perjuangan, dialog yang jujur dan hangat menjadi jembatan.
Pada akhirnya, setiap anak tidak harus berada di peringkat yang sama untuk disebut berhasil. Yang lebih penting, ia merasa dihargai, dipahami, dan didampingi sesuai potensinya. Di sanalah pendidikan menemukan maknanya yang paling manusiawi.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Masih Perlukah Ranking Ditulis di Rapor Anak?"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang