Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ditta Atmawijaya
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Ditta Atmawijaya adalah seorang yang berprofesi sebagai Editor. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?

Kompas.com, 12 Maret 2026, 11:32 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Filosofi merampingkan hidup ternyata juga bentuk kasih sayang kepada diri sendiri memberi ruang bagi tubuh untuk bergerak lebih bebas dan bagi jiwa untuk bernapas tanpa terhimpit tumpukan masa lalu.

Melepaskan Tanpa Mengkhianati Kenangan

Bagi seseorang yang telah memasuki usia jenampu, membuang barang tidak pernah menjadi hal yang sederhana.

Setiap benda sering kali menjadi jangkar bagi sebuah peristiwa.

Kebaya Ibu, misalnya, bukan sekadar kain. Ia membawa ingatan tentang tawa di pelaminan kerabat, tangan yang merapikan sanggul di depan cermin, dan aroma bedak yang dulu bisa kukenali bahkan sebelum melihat wajahnya.

Lalu muncul pertanyaan yang tidak mudah dijawab: bagaimana melepaskan benda-benda itu tanpa merasa seolah mengkhianati kenangan?

Aku mencoba memisahkan esensi dari materinya.

Kebaya itu kubentangkan di dekat jendela. Cahaya pagi jatuh lembut di atas brokatnya. Ketika kamera menangkap detail benang-benangnya, perasaanku bercampur aduk ada haru karena sadar ia akan pergi, tetapi juga lega karena menyadari bahwa kenangan ternyata tidak ikut hilang.

Setelah itu aku memutuskan untuk mendonasikannya.

Membayangkan kebaya itu akan dikenakan kembali oleh orang lain justru membawa rasa damai yang tidak terduga. Ia tidak lagi diam di lemari, melainkan hidup kembali di tubuh seseorang. Bendanya pergi, tetapi pintu menuju ingatan tetap terbuka.

Ruang Lapang, Pikiran Tenang

Seiring waktu aku menyadari bahwa minimalisme bukan hanya soal estetika rumah, tetapi juga tentang kenyamanan hidup.

Rumah yang lebih ringkas juga berarti rumah yang lebih aman. Di usia seperti sekarang, tersandung tumpukan majalah lama bukan lagi sekadar urusan sepele. Ia bisa berakhir menjadi urusan fisioterapi yang panjang. Aku ingin rumah yang ramah bagi lutut, bukan rumah yang menjadi arena halang rintang.

Namun manfaat terbesar justru terasa di dalam pikiran.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ruangan yang penuh sesak dapat meningkatkan kadar hormon kortisol hormon yang berkaitan dengan stres.

Tumpukan barang yang terlihat diam sebenarnya seperti daftar tugas yang tak pernah selesai. Ia menuntut perhatian, meski kita tidak sedang menyentuhnya.

Ketika ruang menjadi lebih ringan, pikiran pun terasa lebih lapang.

Ada ketenangan baru yang muncul seolah rumah berhenti berbicara terlalu keras. Merampingkan rumah terasa seperti proses detoks mental.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Catatan Kali Pertama Banjir di Rumah Kami Setelah 19 Tahun
Catatan Kali Pertama Banjir di Rumah Kami Setelah 19 Tahun
Kata Netizen
Cara Mengelola Keuangan THR dengan Budget Map
Cara Mengelola Keuangan THR dengan Budget Map
Kata Netizen
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
Kata Netizen
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kata Netizen
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kata Netizen
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Kata Netizen
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Kata Netizen
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Kata Netizen
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Kata Netizen
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Kata Netizen
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau