
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Di balik kesederhanaannya, tersimpan nilai budaya yang kuat: kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur atas hasil bumi lokal.
Oncom: Sumber Nutrisi dari Tradisi Fermentasi
Kekuatan utama hidangan ini terletak pada oncom, bahan hasil fermentasi dari kedelai atau ampas kacang tanah yang telah lama dikenal dalam tradisi kuliner Nusantara.
Proses fermentasi menjadikan oncom kaya akan protein nabati, vitamin B kompleks, serta serat yang baik untuk pencernaan. Selain itu, mikroorganisme baik yang terbentuk selama fermentasi juga berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Dengan kandungan tersebut, oncom tidak hanya terjangkau, tetapi juga memiliki nilai gizi yang kompetitif dibandingkan berbagai sumber protein lainnya.
Resep Sederhana untuk Dicoba di Rumah
Bagi yang ingin menghadirkan tutug oncom sebagai menu alternatif di rumah, berikut resep sederhana yang dapat dicoba:
Bahan:
Cara membuat:
Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, dan kencur. Tumis hingga harum, lalu masukkan oncom. Aduk hingga matang dan bumbu meresap. Tambahkan garam secukupnya. Campurkan dengan nasi hangat, aduk hingga merata.
Untuk penyajian yang lebih lengkap, tutug oncom dapat disandingkan dengan ayam goreng, tahu dan tempe, ikan asin, sambal terasi, serta lalapan segar seperti mentimun dan kemangi.
Satu Sajian, Gizi yang Lengkap
Jika disajikan dengan lauk dan pelengkap, sepiring tutug oncom sebenarnya telah menghadirkan komposisi gizi yang cukup seimbang.
Karbohidrat dari nasi, protein nabati dari oncom, tahu, dan tempe, serta protein hewani dari ayam atau ikan asin berpadu dalam satu piring. Lalapan segar memberikan asupan serat, sementara sambal menghadirkan vitamin dan antioksidan.
Kombinasi ini menunjukkan bahwa hidangan sederhana pun dapat memenuhi kebutuhan gizi secara menyeluruh.