
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Ketika Pangan Lokal Mendapat Apresiasi Global
Pengalaman di Malaysia tadi menjadi pengingat bahwa kuliner Nusantara memiliki daya tarik yang melampaui batas budaya dan negara. Keunikan rasa, proses pengolahan tradisional, serta bahan alami menjadikan makanan seperti tutug oncom memiliki potensi untuk dikenal lebih luas.
Sering kali, kita baru menyadari nilai suatu makanan ketika melihat bagaimana orang lain menghargainya.
Mengangkat Kembali Pangan Lokal
Di tengah maraknya makanan modern dan cepat saji, banyak hidangan tradisional mulai jarang hadir di meja makan keluarga. Padahal, pangan lokal seperti tutug oncom tidak hanya kaya gizi, tetapi juga mendukung keberlanjutan bahan pangan lokal serta menjaga warisan budaya.
Lebaran dapat menjadi momen yang tepat untuk menghadirkan kembali hidangan ini. Di antara berbagai menu bersantan, sepiring tutug oncom bisa menjadi pilihan yang berbeda—lebih ringan, tetap lezat, dan menyehatkan.
Pada akhirnya, mungkin yang perlu kita lakukan bukan sekadar mencari menu baru, tetapi kembali menghargai apa yang telah lama kita miliki.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Tutug Oncom, Hidden Gem Pangan Lokal Bergizi yang Layak Hadir di Meja Lebaran"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang