
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Presiden Joko Widodo telah meresmikan jalur kereta api pertama di Sulawesi pada Rabu (29/3/2023).
Nantinya, kereta api pertama di Sulawesi ini secara bertahap akan menghubungkan antarprovinsi di Sulawesi mulai dari Makassar sampai Manado.
Awal bulan April, saya tidak mau ketinggalan momentum untuk merasakan langsung denyut kereta api pertama di jalur lintasan Makassar-Parepare Provinsi Sulawesi Selatan.
Antusiasme masyarakat yang ingin naik kereta api di Sulawesi terlihat juga saat Balai Pengelolaan Kereta Api (BPKA) Sulsel memberi kesempatan bagi masyarakat untuk ikut serta menikmati perjalanan dengan rute Stasiun Maros menuju Stasiun Mandalle di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) tanggal 10-14 April 2023.
Meski jadwal pemberangkatan pada pukul 14.00 WITA, namun sejak pagi masyarakat sudah mengisi daftar list penumpang di Stasiun Maros dengan membawa kartu tanda pengenal.
Masyarakat menunggu kereta Trans Sulawesi di Stasiun MarosMeski jalur kereta api yang dibangun adalah untuk jalur lintasan Makassar-Parepare, namun trayek awal adalah di Stasiun Maros. Makanya uji coba untuk rute lintasan diawali pemberangkatan dari Stasiun Maros.
Berbeda dengan stasiun yang ada di Pulau Jawa, Stasiun Maros berada jauh dari lokasi pemukiman penduduk dan berada di areal persawahan dengan pemandangan yang indah. Melihat hamparan pemandangan tersebut, membuat penumpang betah menunggu pemberangkatan.
Kondisi di dalam kereta Trans Sulawesi
Bagian dalam kereta Trans Sulawesi produksi PT INKAHal yang menarik dari rute Stasiun Maros-stasiun Mandalle adalah pemandangan yang indah sepanjang perjalanan. Penumpang terpuaskan menikmati landscape alam berupa areal persawahan, sungai dan bukit yang eksotis di kiri dan kanan lintasan.
Hamparan sawah di Stasiun MarosSaat hendak kembali dari Mandalle ke Maros juga menggunakan kereta api yang sama dinamakan KLB 4.
Pegawai BPKA Sulsel di Stasiun Rammang-Rammang
Eksotisme landscape alam rute Maros-MandalleSembari menunggu kereta api balik, penumpang bisa mampir melihat destinasi wisata Rammang-Rammang untuk menikmati keindahan batu-batu kars yang eksotis dan menyusuri Sungai Pute dengan perahu wisata.
Suguhan pesona alam yang indah di areal Stasiun MarosLintasan ini terbentang sepanjang 66 kilometer melewati kawasan wisata yang berada di rute tersebut.
Soal keindahan alam dan kawasan wisata di jalur lintasan kereta api Trans Sulawesi, turut dipromosikan lewat akun medsos BPKA Sulsel.
Sembari menyiapkan prasarana dan memantapkan tahapan uji coba, maka upaya pengintegrasian moda transportasi di jalur kereta api Trans Sulawesi ini harus disiapkan secara serius oleh stakeholder terkait.
Hal tersebut penting agar saat sudah beroperasi secara komersil nantinya, kemudahan bagi penumpang dalam mendapatkan akses transportasi alternatif setelah turun di stasiun kereta api bisa terakomodir.
Berbeda dengan di Jawa, yang mana banyak moda transportasi yang mangkal saat penumpang hendak berangkat atau pulang dari stasiun kereta.
Peumpang turun dari Kereta Trans Sulawesi Upaya pengintegrasian yang sudah dilakukan dengan melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel tentu upaya yang baik. Namun bisa juga melibatkan pelaku usaha jasa transportasi lainnya, untuk beroperasi di stasiun kereta api.
Selama tahapan uji coba kereta api Trans Sulawesi jalur Makassar-Parepare, masyarakat membawa kendaraan sendiri ke stasiun. Ini indikator bahwa kelak kereta api di Sulawesi ini akan menjadi kebutuhan masyarakat untuk perjalanan lintas daerah.
Keberadaan Depo dan Stasiun Kereta Api Maros yang berdekatanMemang agak terlambat bagi Pulau Sulawesi membangun moda transportasi kereta api dibanding Pulau Jawa dan Sumatera. Namun lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Setidaknya bisa meretas kesenjangan kemajuan di Pulau Jawa.
Semoga dengan adanya rute kereta api Trans Sulawesi, maka bukan hanya mendorong kemajuan sektor transportasi, namun juga sektor wisata, jasa, serta UMKM nantinya dan yang lebih lebih penting adalah konektivitas antar daerah di Sulawesi menjadi lebih mudah.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mengukir Sejarah, Merasakan Denyut Kereta Api Pertama di Sulawesi"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang