Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Benedictus Adithia
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Benedictus Adithia adalah seorang yang berprofesi sebagai Mahasiswa. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

5 Tips Menjaga Diri Tetap Aman saat Menghadiri Festival Musik

Kompas.com, 27 Mei 2023, 08:00 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Akhir-akhir ini di Indonesia banyak sekali festival musik yang digelar, baik yang mengundang musisi dalam negeri maupun musisi luar negeri.

Yang terbaru, grup band asal Inggris, Coldplay, sudah resmi mengumumkan akan menggelar konser tunggal pada tanggal 15 November 2023.

Animo masyarakat menyambut banyaknya festival musik di Indonesia juga begitu besar. Hampir setiap festival musik yang digelar, tiket terjual habis.

Artinya, dengan banyaknya orang yang antusias datang ke festival-festival musik ini, diperlukan juga sikap kewaspadaan agar tetap merasa aman ketika berada di tengah keramaian festival musik dengan ribuan penonton.

Apalagi beberapa waktu lalu Indonesia pernah dihebohkan dengan buruknya manajemen kerumunan suatu acara. Selain di Indonesia, hal serupa juga terjadi di Korea Selatan saat digelarnya perayaan peringatan Halloween di Itaewon.

Antusiasme masyarakat pasca dilonggarkannya aturan ketat terkait pandemi memang tinggi. Namun, justru animo ini menjadi permasalahan baru.

Selain karena buruknya manajemen kerumunan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara, beberapa faktor lain juga memengaruhi kericuhan di suatu acara/festival.

Maka dari itu, belajar dari beberapa kejadian tadi, merancang dan memikirkan sistem manajemen kerumunan yang baik adalah hal yang sangat penting.

Lantas, langkah-langkah apa saja yang bisa kita lakukan untuk tetap merasa aman dan tetap bisa menjaga diri ketika berada di tengah kerumunan?

Manajemen Kerumunan

Di setiap acara, termasuk salah satunya festival musik, pihak penyelenggara memang seharusnya sudah memiliki prosedur untuk mengatasi penonton yang membludak.

Di samping itu memang diperlukan juga peran aktif kita sebagai penonton dan penikmat festival untuk memiliki kesadaran tinggi agar tetap aman dan bisa menjaga diri di tengah kerumunan.

Kepedulian terhadap diri sendiri merupakan hal yang wajib. Dengan begitu kita juga bisa menjaga diri sendiri tetap aman dan sekaligus secara tidak langsung menjaga orang lain.

Tips Menjaga Diri di Tengah Kerumunan Acara

Agar tetap aman dan bisa menjaga diri ketika ada di tengah kerumunan, seperti festival musik, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, antara lain berikut ini.

  • Observasi Lokasi/Venue Acara

Hal pertama yang bisa kita lakukan sebelum datang ke acara festival adalah melakukan observasi terhadap lokasi acara tersebut.

Meski terdengar sepele, namun dengan mengetahui medan dan kondisi tempat acara tersebut diadakan, kita jadi akan mengetahui titik-titik mana saja yang bisa kita ambil ketika situasi kerumunan sedang kacau.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Kata Netizen
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Kata Netizen
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Kata Netizen
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Kata Netizen
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Kata Netizen
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Kata Netizen
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Kata Netizen
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Kata Netizen
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
Kata Netizen
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Kata Netizen
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau