Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Yamin Mohamad
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Yamin Mohamad adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Membangun Growth Mindset Lewat Asesmen Pembelajaran

Kompas.com - 04/11/2023, 22:17 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Guru hendaknya tidak membiarkan kesalahan yang membuat peserta didik putus asa atau takut mencoba hal baru.

Alih-alih membiarkan, guru sebaiknya menanamkan keyakinan kepada peserta didik bahwa kesalahan akan menjadi aset yang berharga jika dijadikan peluang untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan diri.

2. Belajar Bukan tentang Kecepatan

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

Belajar bukan hanya tentang kecepatan mengandaikan bahwa di dalamnya ada proses yang kompleks dan melibatkan pemahaman, retensi informasi, dan penerapan pengetahuan.

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda untuk mengingat dan mempertahankan informasi atau keterampilan yang telah dipelajari dalam jangka waktu tertentu.

Beberapa anak tidak cukup cepat mengingat informasi yang diberikan jika disampaikan secara verbal. Beberapa anak lain lebih cepat memahami sesuatu dengan simulasi atau demonstrasi.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Kondisi ini mendorong guru untuk memberikan waktu yang cukup kepada setiap peserta didik agar dapat mengeksplorasi dan memahami pelajaran. Sangat tidak mungkin bagi guru untuk memaksa semua peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan dalam rentang waktu yang sama.

Guru harus percaya bahwa anak-anak bisa berkembang. Mereka hanya memerlukan waktu yang cukup untuk belajar dan memperbaiki kesalahannya. Hal ini tentu saja membutuhkan pendampingan guru secara optimal.

3. Ekspektasi Positif Guru tentang Kemampuan Siswa

Baca juga: Bantah Uang Kompensasi Dedi Mulyadi Dipotong, Dishub: Itu Keikhlasan Sopir

Seorang guru sejatinya harus menanamkan ekspektasi positif tentang peserta didiknya. Hal ini dipercaya akan dapat mempengaruhi performa murid. Ekspektasi positif berarti adanya pikiran dan harapan yang baik seorang guru tentang peserta didiknya.

Saat mendapati hasil asesmen pembelajaran yang tidak memadai, guru harus memiliki cara pandang yang positif bahwa peserta didik dapat memperbaiki kesalahannya. Guru harus percaya bahwa peserta didik memiliki potensi untuk berkembang.

Guru harus memilki harapan bahwa dalam diri peserta didik bersemayam motivasi yang kuat untuk belajar, memiliki kemampuan mengembangkan cara berpikir kritis, dapat menjadi pribadi yang mandiri, dan berbagai sikap positif lainnya.

Baca juga: Ini Daftar Motor dan Mobil yang Dilarang Isi BBM Pertalite di SPBU Pertamina per 4 April 2025

Adanya ekspektasi positif akan mendorong guru memberikan rangsangan positif kepada peserta didik yang mengalami kegagalan untuk memperbaiki dan mengembangkan diri.

Rangsangan positif tersebut dapat berupa dukungan, umpan balik yang membangun, penghargaan atas keberagaman, pengakuan atas usaha yang dilakukan peserta didik, dan berbagai stimulus yang membuat peserta didik termotivasi untuk berkembang.

Semua rangsangan tersebut dapat dirancang melalui layanan pembelajaran yang menyenangkan.

Baca juga: Jadwal Timnas U17 Indonesia di Piala Asia U17 2025, Lawan Korsel Malam Ini, Kick Off 22.00 WIB

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

'Selain Donatur Dilarang Mengatur', untuk Siapa Pernyataan Ini?

"Selain Donatur Dilarang Mengatur", untuk Siapa Pernyataan Ini?

Kata Netizen
Kenapa Mesti Belajar Menolak dan Bilang 'Tidak'?

Kenapa Mesti Belajar Menolak dan Bilang "Tidak"?

Kata Netizen
'Fatherless' bagi Anak Laki-laki dan Perempuan

"Fatherless" bagi Anak Laki-laki dan Perempuan

Kata Netizen
Mudik Backpacker, Jejak Karbon, dan Cerita Perjalanan

Mudik Backpacker, Jejak Karbon, dan Cerita Perjalanan

Kata Netizen
Antara RTB dan Kualitas Hidup Warga Jakarta?

Antara RTB dan Kualitas Hidup Warga Jakarta?

Kata Netizen
Apa yang Membuat Hidup Sederhana Jadi Pilihan?

Apa yang Membuat Hidup Sederhana Jadi Pilihan?

Kata Netizen
Pembelajaran dari Ramadan, Minim Sampah dari Dapur

Pembelajaran dari Ramadan, Minim Sampah dari Dapur

Kata Netizen
Bagaimana Premanisme Bisa Hidup di Tengah Kehidupan?

Bagaimana Premanisme Bisa Hidup di Tengah Kehidupan?

Kata Netizen
Kasus Konstipasi Meningkat Selama Puasa, Ini Solusinya!

Kasus Konstipasi Meningkat Selama Puasa, Ini Solusinya!

Kata Netizen
Zakat di Sekolah, Apa dan Bagaimana Caranya?

Zakat di Sekolah, Apa dan Bagaimana Caranya?

Kata Netizen
Kesiapan Tana Toraja Sambut Arus Mudik Lebaran

Kesiapan Tana Toraja Sambut Arus Mudik Lebaran

Kata Netizen
Ada Halte Semu bagi Pasien Demensia di Jerman

Ada Halte Semu bagi Pasien Demensia di Jerman

Kata Netizen
Memberi Parsel Lebaran, Lebih dari Sekadar Berbagi

Memberi Parsel Lebaran, Lebih dari Sekadar Berbagi

Kata Netizen
Melihat Kota Depok Sebelum dan Setelah Lebaran

Melihat Kota Depok Sebelum dan Setelah Lebaran

Kata Netizen
'Mindful Eating' di Bulan Ramadan dan Potensi Perubahan Iklim

"Mindful Eating" di Bulan Ramadan dan Potensi Perubahan Iklim

Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau