Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Posma Siahaan
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Posma Siahaan adalah seorang yang berprofesi sebagai Dokter. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Pentingnya Kejujuran Pasien Sebelum Menjalani Operasi

Kompas.com - 19/12/2023, 12:28 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Panggilan telepon perawat dari ruangan operasi membangunkan kekhawatiran mendalam. "Dok, pasien yang baru saja menjalani operasi tadi pagi tiba-tiba mengalami kesulitan bernapas. Dokter bedahnya meminta konsultasi ulang!"

Tanpa ragu, saya segera melangkah menuju ke lokasi yang dimaksud.

Ternyata, pasien pria berusia 60 tahun yang baru saja menjalani operasi, mengalami sesak napas yang disertai dengan suara 'mengi', mirip suara kucing, menandakan serangan asma.

Namun, saat konsultasi sebelum operasi, Sang Pasien tidak mengatakan bahwa ia mengidap asma. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya adalah perokok berat saat masih mudah dan sudah mulai dikurangi.

Kejadian semacam ini bukanlah yang pertama kali saya alami. Seringkali, sebelum menjalani operasi pasien cenderung menyembunyikan riwayat penyakit mereka. Lalu ketika proses operasi sudah selesai, baru akan terungkap adanya masalah terkait kesehatannya.

Ketika diperiksa sebelum menjalani operasi pasien terseubt terlihat sehat dan aman-aman saja. Meski begitu dari pemeriksaan itu diketahui bahwa kadar gula darahnya naik di atas 200 mg/dl.

Baru saat operasi, tiba-tiba muncul gejala kesulitan bernapas dan hasil rekam jantung mengindikasikan iskemia atau sumbatan yang sebelumnya tidak terdeteksi. Padahal pada rekam jantung sebelumnya hal itu tidak terdeteksi dan hasilnya masih dalam batas normal.

Meski kejadian seperti ini tidak akan terjadi bulanan atau tahunan, akan tetapi dalam setiap proses operasi pasti memiliki risiko.

Mulai dari operasi kecil hingga besar dengan anestesi umum, semuanya merupakan "stressor" yang memerlukan persiapan yang matang.

Berbagai faktor, seperti alergi pada pasien asma, emboli pada pasien jantung, diabetes, usia lanjut, dan lainnya dapat mengubah operasi yang terlihat sederhana menjadi situasi berpotensi fatal. Apalagi operasi bedah syaraf yang memakan waktu belasan jam membutuhkan persiapan yang lebih cermat.

Untuk itu, bagi calon pasien operasi, persiapan yang cermat sangat penting, antara lain sebagai berikut.

  • Berkata jujur tentang kondisi kesehatan dan faktor gaya hidup yang dapat memengaruhi proses penyembuhan. Penderita diabetes, penyakit jantung, asma, ginjal, atau penyakit autoimun harus transparan mengenai kondisi kesehatan mereka.
  • Mengakui kebiasaan buruk seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau menggunakan narkoba, karena hal ini dapat meningkatkan risiko saat proses pembiusan.
  • Untuk kasus-kasus tertentu, disarankan adanya pendampingan dokter internis, kardiologis, dan pulmonologis selama proses operasi untuk mengatasi kemungkinan darurat yang mungkin timbul.

Namun, yang perlu dipahami adalah bahwa risiko selalu ada di meja operasi. Oleh karena itu, operasi sebaiknya dilakukan hanya jika benar-benar diperlukan untuk mengatasi penyakit yang mengancam jiwa atau menghindari cacat.

Jika operasi dilakukan untuk alasan estetika, pastikan kondisi kesehatan benar-benar fit dan tidak ada penyakit atau gaya hidup yang merugikan. Sebab terkadang, meskipun terlihat sehat sebelumnya, operasi dapat membuka celah bagi kejadian yang tidak diinginkan.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Seberapa Penting Persiapan Sebelum Operasi untuk Menghindari Kondisi yang Fatal?"

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Apa yang Orangtua Bisa Lakukan saat Anak Banyak Bertanya?

Apa yang Orangtua Bisa Lakukan saat Anak Banyak Bertanya?

Kata Netizen
Tidak Selamanya Sibuk di Kantor Itu Produktif!

Tidak Selamanya Sibuk di Kantor Itu Produktif!

Kata Netizen
Anak Jadi Investasi Hari Tua, Yakin?

Anak Jadi Investasi Hari Tua, Yakin?

Kata Netizen
Mewujudkan Pendidikan Gratis untuk Perguruan Tinggi, Bisa?

Mewujudkan Pendidikan Gratis untuk Perguruan Tinggi, Bisa?

Kata Netizen
Agar Lansia Bisa Produktif Pertimbangkan 5 Cara Berikut!

Agar Lansia Bisa Produktif Pertimbangkan 5 Cara Berikut!

Kata Netizen
Joko Pinurbo, Puisi, dan Ucapan Terima Kasih

Joko Pinurbo, Puisi, dan Ucapan Terima Kasih

Kata Netizen
Konflik Geopolitik dan Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Konflik Geopolitik dan Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Kata Netizen
Lebih Baik Sewa atau Beli Rumah? Pertimbangkan Dulu Hal Ini

Lebih Baik Sewa atau Beli Rumah? Pertimbangkan Dulu Hal Ini

Kata Netizen
Kelas Menengah Bawah: Terkutuk di Kanan, Tersudutkan di Kiri

Kelas Menengah Bawah: Terkutuk di Kanan, Tersudutkan di Kiri

Kata Netizen
Jumlah Kosakata Sedikit atau Kualitas Berbahasa Kita yang Kurang?

Jumlah Kosakata Sedikit atau Kualitas Berbahasa Kita yang Kurang?

Kata Netizen
Dampak Melemahnya Nilai Tukar Rupiah terhadap Sektor Industri

Dampak Melemahnya Nilai Tukar Rupiah terhadap Sektor Industri

Kata Netizen
Paradoks Panen Raya, Harga Beras Kenapa Masih Tinggi?

Paradoks Panen Raya, Harga Beras Kenapa Masih Tinggi?

Kata Netizen
Pentingnya Pengendalian Peredaran Uang di Indonesia

Pentingnya Pengendalian Peredaran Uang di Indonesia

Kata Netizen
Keutamaan Menyegerakan Puasa Sunah Syawal bagi Umat Muslim

Keutamaan Menyegerakan Puasa Sunah Syawal bagi Umat Muslim

Kata Netizen
Menilik Pengaruh Amicus Curiae Megawati dalam Sengketa Pilpres 2024

Menilik Pengaruh Amicus Curiae Megawati dalam Sengketa Pilpres 2024

Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com