Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Agung Han
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Agung Han adalah seorang yang berprofesi sebagai Wiraswasta. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Diet Saja Tak Cukup untuk Atasi Perut Buncit

Kompas.com, 13 Juni 2025, 11:20 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Obesitas dan perut buncit seperti dua mata koin yang saling berkaitan. Biar bagaimanapun coba kamu tutupi, tetap saja akan terlihat perut bagian depan yang menyembul,

Jika di antara kalian ada yang pernah merasakan hal seperti itu, sama, saya juga.

Perut menonjol tetap terlihat, meski dengan tahan nafas sekalipun. Ya, menahan nafas membantu menyamarkan gemuk. Tetapi lemak di bagian lengan, di paha dan pipi yang chubby tak bisa disamarkan.

Jujurly, sewaktu perut ini buncit, foto- foto saya kurang sedap dipandang. Penampilan kurang maksimal, meski mengenakan outfit yang bagus sekalipun. Saya merasa outfit-nya menjadi kurang bagus, kalau saya yang memakai

Sampai pernah ada celetukan becanda dari saudara, yang membuat saya geli tetapi tidak bisa melupakan. Ketika ada foto saya tampak dekat, disebutnya wajah ini isinya pipi semua---hehehe. Saya menanggapi dengan senyum tada ada marah, dan diam-diam mengaminkan. 

Mendapati komentar kerabat dan teman, saya tidak tinggal diam. Dalam hati membisikan niat diet, tetapi nyatanya tidak lekas dijalankan. Memulai diet sangatlah susah, kalah melawan ke-ngeyel-an diri sendiri (alias ego).

Sampai suatu hari, ada satu moment menyakitkan yang terekam sumur hidup. Moment yang menjadi titik balik, menguatkan tekad saya segera mengubah gaya hidup.

Saya benar-benar mulai diet, tetapi satu bulan-an buncit di perut tak kunjung hilang. Setelah bertanya sana-sini, searching banyak sumber saya mendapatkan informasi.

Saya menemukan jawaban, bahwa mengatasi perut buncit tidak cukup dengan diet saja.

Kalau boleh mengumpamakan, memiliki tekad yang kuat untuk diet ibarat mendapatkan hidayah. Tekad yang tidak bisa ditawar- tawar, karena lahir dari dalam diri sendiri. Kalau tidak segera dimulai, yang bakalan rugi adalah diri sendiri.

Beruntungnya saya karena mendapatkan tekad kuat itu. Gara-gara jatuh sakit, yang menuntut saya mengubah gaya hidup. Kalau tidak dimulai secepatnya, layaknya bom waktu yang bisa meledak tiba-tiba.

Mendengar menyimak penjelasan dokter, saya merasa telah mendzolimi diri sendiri. Mengonsumsi makanan semaunya, tanpa menyaring dan berpengaruh jelek pada badan. Bahwa yang salama ini dimasukkan perut, ternyata tidak bagus untuk Kesehatan.

Seketika saya terbayang, wajah istri dan anak-anak di rumah. Kalau kepala keluarga ini sakit, mereka pasti kerepotan mengurus saya. Kalau saya tidak bekerja, sekeluarga akan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari- hari. Pada titik itu, niat kuat diet bertumbuh dengan suburnya.

Saya benar-benar mulai diet, mengonsumsi asupan kaya serat dan banyak minur air putih. Saat terjadi detox pada tiga hari pertama, saya lemas dan mood kacau tetapi tetap semangat.

Satu bulan pertama berat badan mulai turun, tetapi ada yang aneh. Buncit di perut tak kunjung hilang, padahal lengan, paha mengecil dan pipi mulai tirus.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Rajabasa dan Pelajaran Tentang Alam yang Tak Pernah Bisa Diremehkan
Rajabasa dan Pelajaran Tentang Alam yang Tak Pernah Bisa Diremehkan
Kata Netizen
Harga Buku, Subsidi Buku, dan Tantangan Minat Baca
Harga Buku, Subsidi Buku, dan Tantangan Minat Baca
Kata Netizen
Rapor Anak dan Peran Ayah yang Kerap Terlewat
Rapor Anak dan Peran Ayah yang Kerap Terlewat
Kata Netizen
Merawat Pantun, Merawat Cara Kita Berbahasa
Merawat Pantun, Merawat Cara Kita Berbahasa
Kata Netizen
Bukan Sekadar Cerita, Ini Pentingnya Riset dalam Dunia Film
Bukan Sekadar Cerita, Ini Pentingnya Riset dalam Dunia Film
Kata Netizen
Sumatif di SLB, Ketika Penilaian Menyesuaikan Anak, Bukan Sebaliknya
Sumatif di SLB, Ketika Penilaian Menyesuaikan Anak, Bukan Sebaliknya
Kata Netizen
Dari Penonton ke Pemain, Indonesia di Pusaran Industri Media Global
Dari Penonton ke Pemain, Indonesia di Pusaran Industri Media Global
Kata Netizen
Hampir Satu Abad Puthu Lanang Menjaga Rasa dan Tradisi
Hampir Satu Abad Puthu Lanang Menjaga Rasa dan Tradisi
Kata Netizen
Waspada Leptospirosis, Ancaman Penyakit Pascabanjir
Waspada Leptospirosis, Ancaman Penyakit Pascabanjir
Kata Netizen
Antara Loyalitas ASN dan Masa Depan Karier Birokrasi
Antara Loyalitas ASN dan Masa Depan Karier Birokrasi
Kata Netizen
Setahun Coba Atomic Habits, Merawat Diri lewat Langkah Sederhana
Setahun Coba Atomic Habits, Merawat Diri lewat Langkah Sederhana
Kata Netizen
Mengolah Nilai Siswa, Tantangan Guru di Balik E-Rapor
Mengolah Nilai Siswa, Tantangan Guru di Balik E-Rapor
Kata Netizen
Pernikahan dan Alasan-alasan Kecil untuk Bertahan
Pernikahan dan Alasan-alasan Kecil untuk Bertahan
Kata Netizen
Air Surut, Luka Tinggal: Mendengar Suara Sunyi Sumatera
Air Surut, Luka Tinggal: Mendengar Suara Sunyi Sumatera
Kata Netizen
Pacaran Setelah Menikah, Obrolan Berdua Jadi Kunci
Pacaran Setelah Menikah, Obrolan Berdua Jadi Kunci
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau