Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Noer Ashari
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Noer Ashari adalah seorang yang berprofesi sebagai Operator. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Mau Resign Bukan Alasan untuk Kerja Asal-asalan

Kompas.com, 23 November 2025, 17:18 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Ketika tahu masa kerja di kantor lama tinggal menghitung hari, apakah kita tetap harus menjaga performa dan profesionalitas? Atau wajar kalau mulai menurun semangatnya?

Bagi banyak karyawan yang akan segera resign, perasaan “males banget” menjalani aktivitas kantor memang sering muncul.

Bangun pagi terasa lebih berat, berangkat kerja hanya karena kewajiban, dan tugas-tugas diselesaikan sekadarnya.

Apalagi kalau sudah diterima di tempat baru — pikiran sudah setengah pindah duluan, sementara tubuh masih duduk di kursi kantor lama.

Wajar bila semangat kerja menurun ketika masa resign semakin dekat. Rasa keterikatan dengan tempat kerja lama memang mulai memudar.

Namun justru pada fase inilah profesionalitas seseorang sedang diuji. Cara kita menutup bab pekerjaan di kantor lama sering menjadi penentu bagaimana rekan dan atasan mengingat diri kita — apakah sebagai pribadi yang tetap bertanggung jawab sampai akhir, atau justru sebaliknya.

Banyak orang tidak menyadari bahwa “kesan terakhir” punya pengaruh jangka panjang. Detail pekerjaan mungkin akan terlupakan, tetapi sikap kita di hari-hari terakhir biasanya justru paling diingat.

Bahkan, reputasi itu bisa ikut terbawa ke tempat kerja berikutnya, entah melalui rekomendasi, cerita di jaringan profesional, atau percakapan ringan antar kolega.

Karena itu, meskipun sudah mantap ingin pindah, bukan berarti kualitas kerja boleh diturunkan. Justru saat inilah kesempatan untuk menunjukkan kedewasaan dan integritas sebagai seorang profesional.

Resign Bukan Akhir, Tapi Bagian dari Perjalanan

Resign hanyalah satu tahap dalam perjalanan karier — bukan penutup segalanya. Namun, pada masa transisi ini, godaannya besar: datang terlambat, bekerja seadanya, atau mulai menghindari tanggung jawab. Padahal di fase ini karakter seseorang terlihat paling jelas.

Profesional bukan hanya soal bekerja keras di awal diterima kerja, tetapi bagaimana kita tetap menjaga sikap hingga hari terakhir.

Bekerja dengan baik sampai tuntas adalah bentuk penghormatan pada diri sendiri. Setelah berjuang sejauh ini, sayang sekali jika perjalanan ditutup dengan kesan ogah-ogahan.

Kesan Terakhir Bisa Jadi Modal Masa Depan

Atasan dan rekan mungkin tidak mengingat setiap pencapaian kita, tetapi mereka akan ingat apakah kita berpamitan dengan baik dan tetap membantu tim hingga akhir.

Siapa tahu, suatu hari kita membutuhkan bantuan, rekomendasi, atau jaringan dari mereka lagi. Dunia kerja itu kecil — reputasi baik bisa membuka banyak pintu, sementara reputasi buruk bisa menyulitkan langkah ke depan.

Kerja profesional sampai akhir juga memberikan ketenangan hati. Ada rasa puas ketika tahu kita meninggalkan tempat lama dengan cara yang baik —bukan karena tekanan, tetapi karena memilih menjaga integritas. Kita masuk ke tempat baru tanpa penyesalan dan dengan kepala tegak.

Tutup dengan Elegan, Mulai dengan Ringan

Tidak perlu memaksakan diri, cukup lakukan yang terbaik sesuai peran, bantu proses transisi, dan tinggalkan jejak positif. Pamit dengan cara yang baik adalah salah satu bentuk kelas seorang profesional.

Pada akhirnya, resign bukan soal meninggalkan pekerjaan lama, tetapi bagaimana kita pindah dengan tetap menjaga rasa hormat — dari orang lain, dan dari diri sendiri.

Tetap semangat, tetap profesional, dan pastikan langkahmu ke bab baru dimulai dengan reputasi yang kuat.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kerja Males-malesan Karena Mau Resign? Duh, Jangan Gitu!"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Kata Netizen
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Kata Netizen
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Kata Netizen
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Kata Netizen
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Kata Netizen
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Kata Netizen
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Kata Netizen
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Kata Netizen
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
Kata Netizen
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Kata Netizen
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau