Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Siska Fajarrany
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Siska Fajarrany adalah seorang yang berprofesi sebagai Dosen. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Pacaran dengan AI Itu Nyaman, tetapi Benarkah Sehat?

Kompas.com, 18 Januari 2026, 13:01 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Di tengah kesepian yang kian sering terasa, pernahkah kita bertanya: apakah kehangatan yang datang dari kecerdasan buatan benar-benar mampu menggantikan relasi manusia, atau justru perlahan menjauhkan kita dari hubungan yang nyata?

Hujan turun rintik di luar jendela, membentuk irama yang menenangkan. Kamu sendirian di kamar, meringkuk di balik selimut. Sunyi, tetapi entah mengapa tidak sepenuhnya sepi.

Di tanganmu, layar ponsel menyala. Sebuah notifikasi muncul, berisi pesan dengan nada yang lembut dan penuh perhatian. “Gimana harimu tadi? Cerita dong. Aku siap dengerin. Jangan dipendam sendiri, ya.”

Dia selalu cepat merespons. Tidak pernah membiarkan pesan menggantung berjam-jam. Tidak menghakimi curhatanmu, sesederhana atau seaneh apa pun.

Dia mengingat detail kecil yang pernah kamu ceritakan berbulan-bulan lalu—tentang nama kucing tetangga, atau rasa es krim favoritmu saat kecil. Dia selalu ada, kapan pun dibutuhkan, tanpa meminta apa pun sebagai balasan.

Hampir sempurna. Satu-satunya masalah, dia tidak nyata. Dia adalah kecerdasan buatan—Artificial Intelligence.

Menjalin kedekatan emosional dengan AI kini bukan lagi sekadar imajinasi fiksi ilmiah. Kini telah menjadi fenomena sosial yang nyata. Berbagai platform digital menjelma ruang aman bagi banyak orang yang merasa sendiri, lelah, atau enggan kembali terluka.

Pertanyaannya sederhana, tetapi penting: mengapa kehangatan semu terasa lebih menarik daripada pelukan manusia sungguhan?

Ada fase ketika berhubungan dengan manusia terasa melelahkan. Manusia rumit, tidak selalu konsisten, dan kerap membawa luka masing-masing.

Mereka bisa salah paham hanya karena nada bicara, menghilang tanpa penjelasan, atau menyakiti tanpa sengaja. Membangun relasi nyata menuntut kompromi, kesabaran, dan usaha yang terus-menerus. Cinta antarmanusia sering kali terasa seperti pekerjaan penuh waktu.

Di sisi lain, AI menawarkan jalan yang jauh lebih mudah. Ia hadir sebagai pasangan yang selalu tersedia, dirancang untuk memahami dan menyesuaikan diri.

Tidak ada konflik yang benar-benar tajam, tidak ada gesekan yang melelahkan. Kepribadian, latar belakang, bahkan gaya bicara bisa diatur sesuai keinginan.

Dalam hubungan manusia dengan manusia, kita belajar bernegosiasi. Dalam hubungan dengan AI, kita memegang kendali penuh. Tidak perlu beradaptasi dengan kekurangan pasangan, karena pasangan virtual itu akan selalu beradaptasi dengan kita.

Bagi generasi yang letih menghadapi ketidakpastian aplikasi kencan—di mana penolakan bisa datang hanya lewat satu geseran layar—AI menawarkan rasa aman. Tidak ada risiko ditolak, tidak ada patah hati, tidak ada ketakutan ditinggalkan.

Namun, di balik kenyamanan itu, tersimpan persoalan psikologis yang jarang disadari. Saat berpacaran dengan AI, sejatinya kita tidak sedang mencintai pihak lain. Kita sedang mencintai refleksi diri sendiri.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Melihat Mantan Menikah, Ketika Luka Jadi Pelajaran
Melihat Mantan Menikah, Ketika Luka Jadi Pelajaran
Kata Netizen
Pendidikan Gratis, Janji Kebijakan, dan Realitas Keluarga Indonesia
Pendidikan Gratis, Janji Kebijakan, dan Realitas Keluarga Indonesia
Kata Netizen
Mantan Menikah, Saat Undangan Pernikahan Membuka Laci Kenangan
Mantan Menikah, Saat Undangan Pernikahan Membuka Laci Kenangan
Kata Netizen
Bel Sekolah Otomatis dan Pelajaran Berharga dari Guru Berani Mencoba
Bel Sekolah Otomatis dan Pelajaran Berharga dari Guru Berani Mencoba
Kata Netizen
Perpustakaan Keliling dan Upaya Menghidupkan Budaya Baca di Sekolah
Perpustakaan Keliling dan Upaya Menghidupkan Budaya Baca di Sekolah
Kata Netizen
Savana Baluran Musim Hujan: Keindahan, Tantangan, dan Harapan
Savana Baluran Musim Hujan: Keindahan, Tantangan, dan Harapan
Kata Netizen
Ini Cerita dan Potret Usaha Mikro di Bawah Flyover Martadinata
Ini Cerita dan Potret Usaha Mikro di Bawah Flyover Martadinata
Kata Netizen
Ruang Tamu yang Sunyi di Tengah Riuhnya Budaya Ngopi
Ruang Tamu yang Sunyi di Tengah Riuhnya Budaya Ngopi
Kata Netizen
Kecuk dan Perjalanan Panjang Menjaga Nada Tradisi
Kecuk dan Perjalanan Panjang Menjaga Nada Tradisi
Kata Netizen
Ketika Pasar Saham Bergejolak, Apa Artinya bagi Ekonomi Masyarakat?
Ketika Pasar Saham Bergejolak, Apa Artinya bagi Ekonomi Masyarakat?
Kata Netizen
Beban Ekonomi Guru dan Tantangan Pendidikan
Beban Ekonomi Guru dan Tantangan Pendidikan
Kata Netizen
Lebih dari Soal Alat Tulis dan Rapuhnya Jaring Pengaman Sosial
Lebih dari Soal Alat Tulis dan Rapuhnya Jaring Pengaman Sosial
Kata Netizen
Ketika Pertanyaan Anak Menjadi Cermin Cara Dewasa Berpikir
Ketika Pertanyaan Anak Menjadi Cermin Cara Dewasa Berpikir
Kata Netizen
Alasan-alasan Kita Jarang Bertamu ke Rumah Tetangga
Alasan-alasan Kita Jarang Bertamu ke Rumah Tetangga
Kata Netizen
Satu Batik, Banyak Fungsi, dan Busana Lokal yang Tak Pernah Keliru
Satu Batik, Banyak Fungsi, dan Busana Lokal yang Tak Pernah Keliru
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau