Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rini Wulandari
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Rini Wulandari adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Artis, Narkoba, dan Popularitas

Kompas.com - 27/06/2024, 23:26 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Kasus penyalahgunaan narkoba kembali kita dengar, kini datang dari penyanyi terkenal, Virgoun yang tertangkap tangan pada Kamis (20/6) di kawasan Ampera, Jakarta Selatan.

Ini bukan kali pertama, banyak sekali sederetan artis yang terkena kasus serupa. Namun, mengapa artis bisa terlibat dalam dunia gelap narkoba? Apakah popularitas yang didapat tidak selalu mendatangkan rasa bahagia?

Banyak dari kita, terutama penggemar yang mungkin hanya melihat popularitas para artis sebagai sebuah kesuksesan, tidak melihat pada sisi personalnya yang mungkin saja sangat berat.

Padahal banyak hal yang tidak diketahui publik, termasuk tekanan-tekanan yang didapat dari label popularitasnya.

Sebagai contoh, tekanan pekerjaan dan karier karena industri hiburan seringkali menempatkan artis di bawah tekanan besar untuk tampil maksimal.

Tekanan ini bisa mengarah pada pencarian cara cepat untuk mengatasi stres dan kelelahan, yang sayangnya terkadang pelariannya justru pada penggunaan narkoba.

Tekanan-tekanan itu memang tidak terlihat di panggung, akan tetapi dalam beberapa kasus yang terungkap mereka menceritakan tekanan-tekanan yang dialaminya justru dari faktor eksternal.

Belum lagi urusannya dengan penggemar dan publik yang juga menciptakan stres tersendiri. Terutama dengan keberadaan haters yang sering menyerang kehidupan personal para artis. Termasuk yang dialami Virgoun.

Kehidupan publik artis sering kali dikelilingi oleh ekspektasi yang tinggi dari penggemar, kritik media, dan perhatian publik yang intens.

Tentu saja tekanan ekspektasi ini bisa menganggu secara psikologis dan mengarah pada pencarian pelarian atau mekanisme koping yang kurang sehat.

Publik sering melihat banjir harta para artis sebagai sebuah "khayalan" fatamorgana yang menyilaukan. Padahal kombinasi antara kekayaan yang melimpah dan tekanan dari publik atau pekerjaan juga bisa mengarahkannya pada kemungkinan penggunaan narkoba.

Uang berlimpah bisa membeli apapun, termasuk kesenangan. Hanya saja ada yang lebih banyak didapat kalau seseorang sudah populer, yakni privilage terhadap akses pada narkoba.

Faktor lingkungan para selebriti juga bisa menjadi pancingan masuk ke dalam dunia narkoba. Teman sesama artis yang menjadi pengguna, intensitas pertemuan bisa menjadi jalan masuk.

Sisi Lain Kehidupan di Balik Popularitas

Memang menjadi dilematis ketika seorang publik figur seperti artis terjerat narkoba. Pada satu sisi bisa menjadi pembelajaran, tetapi sisi lainnya juga bisa menjadi stimulan para penggemar fanatik untuk ikutan mencoba.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

'Selain Donatur Dilarang Mengatur', untuk Siapa Pernyataan Ini?

"Selain Donatur Dilarang Mengatur", untuk Siapa Pernyataan Ini?

Kata Netizen
Kenapa Mesti Belajar Menolak dan Bilang 'Tidak'?

Kenapa Mesti Belajar Menolak dan Bilang "Tidak"?

Kata Netizen
'Fatherless' bagi Anak Laki-laki dan Perempuan

"Fatherless" bagi Anak Laki-laki dan Perempuan

Kata Netizen
Mudik Backpacker, Jejak Karbon, dan Cerita Perjalanan

Mudik Backpacker, Jejak Karbon, dan Cerita Perjalanan

Kata Netizen
Antara RTB dan Kualitas Hidup Warga Jakarta?

Antara RTB dan Kualitas Hidup Warga Jakarta?

Kata Netizen
Apa yang Membuat Hidup Sederhana Jadi Pilihan?

Apa yang Membuat Hidup Sederhana Jadi Pilihan?

Kata Netizen
Pembelajaran dari Ramadan, Minim Sampah dari Dapur

Pembelajaran dari Ramadan, Minim Sampah dari Dapur

Kata Netizen
Bagaimana Premanisme Bisa Hidup di Tengah Kehidupan?

Bagaimana Premanisme Bisa Hidup di Tengah Kehidupan?

Kata Netizen
Kasus Konstipasi Meningkat Selama Puasa, Ini Solusinya!

Kasus Konstipasi Meningkat Selama Puasa, Ini Solusinya!

Kata Netizen
Zakat di Sekolah, Apa dan Bagaimana Caranya?

Zakat di Sekolah, Apa dan Bagaimana Caranya?

Kata Netizen
Kesiapan Tana Toraja Sambut Arus Mudik Lebaran

Kesiapan Tana Toraja Sambut Arus Mudik Lebaran

Kata Netizen
Ada Halte Semu bagi Pasien Demensia di Jerman

Ada Halte Semu bagi Pasien Demensia di Jerman

Kata Netizen
Memberi Parsel Lebaran, Lebih dari Sekadar Berbagi

Memberi Parsel Lebaran, Lebih dari Sekadar Berbagi

Kata Netizen
Melihat Kota Depok Sebelum dan Setelah Lebaran

Melihat Kota Depok Sebelum dan Setelah Lebaran

Kata Netizen
'Mindful Eating' di Bulan Ramadan dan Potensi Perubahan Iklim

"Mindful Eating" di Bulan Ramadan dan Potensi Perubahan Iklim

Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau