Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ariana Maharani
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Ariana Maharani adalah seorang yang berprofesi sebagai Dokter. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Orangtua, Jangan Sampai Keliru Berikan Obat Diare kepada Anak

Kompas.com, 3 November 2023, 18:13 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Seringkali ketika bertugas di IGD RS, banyak orangtua pasien bayi hingga balita membawa anaknya ke IGD akibat diare yang tak kunjung sembuh.

Ketika ditanya apakah sudah pernah diobati, kebanyakan dari mereka menjawab sudah mengobati anaknya. Pertanyaan selanjutnya, lantas saya bertanya obat apa yang sudah diberikan.

Banyak dari orantua dengan anak diare ini, ketika pergi ke IGD mengaku telah berupaya memberi obat anaknya yang diare dengan antibiotik. Hanya antibiotik saja.

Padahal antibiotik tidak diperlukan sama sekali untuk permasalahan diare yang tidak disebabkan oleh bakteri. Sebab, kebanyakan kasus diare pada anak sekitar 40 hingga 60 persen disebabkan oleh infeksi virus Rotavirus.

Salah Paham Orangtua Menangani Diare Anak

Sebagai orangtua yang bertanggung jawab penuh atas kesehatan anak, kita perlu tahu obat apa yang mesti diberikan ketika anak menderita diare.

Obat yang dianjutkan untuk diberikan pada anak yang diare adalah oralit atau bisa juga suplemen lain yang mengandung probiotik, seperti lactobacillus. Selain itu bisa juga memberikan sirup zink dan obat untuk mengurangi rasa mual hingga muntah pada anak.

Sebagai tenaga kesehatan, saya selalu berusaha menjelaskan kepada keluarga pasien bahwa sebenarnya diare adalah respons tubuh manusia untuk mengeluarkan kotoran dari dalam pencernaan.

Maka, dapat dikatakan sejatinya diare merupakan respons tubuh yang baik bagi tubuh agar kotoran-kotoran yang bersarang di dalam tubuh bisa keluar.

Akan tetapi, diare akan menjadi bahaya bila terjadi berlebihan hingga membuatkan dehidrasi. Jika yang terjadi seperti itu, tentu butuh upaya pencegahan agar diare lekas berhenti.

Kemungkinan dehidrasi terjadi pada anak yang cukup tinggi membuat saya selalu menekankan betapa pentingnya kita, terutama orangtua, untuk terus memberi makan dan minum anak mereka yang sedang diare untuk mencukupi kebutuhan cairannya sehari-hari.

Selain itu orangtua juga perlu memberi asupan untuk mengganti cairan tubuh anak yang keluar akibat diare yang dialami anak.

Di samping antibiotik, orangtua yang anaknya sedang mengalami diare juga sering memberikan obat antidiare. Kita semua perlu mengingat bahwa obat antidiare pada anak sejatinya tidak berguna sama sekali untuk mencegah dehidrasi maupun memperbaiki status gizi anak.

Alih-alih menyembuhkan diare anak, obat antidiare justru bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi anak.

Hal terpenting yang mesti dipahami ketika mengetahui anak diare adalah melihat seberapa parah kadar dehidrasi anak.

Jika anak mengalami dehidrasi sedang hingga berat dan cairan yang diberikan melalui mulut padaanak sudah tak mampu menggantikan cairan yang hilang, tentu anak tersebut sudah perlu mendapat penanganan lebih lanjut dengan membawanya ke fasilitas kesehatan tingkat primer.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mengapa Waktu Mengubah Nilai Uang Kita?
Mengapa Waktu Mengubah Nilai Uang Kita?
Kata Netizen
'Mata Industri', Sikap Sering Lebih Berharga dari Angka
"Mata Industri", Sikap Sering Lebih Berharga dari Angka
Kata Netizen
Self-Reward Gen Z, antara Kebutuhan Mental dan Risiko Finansial
Self-Reward Gen Z, antara Kebutuhan Mental dan Risiko Finansial
Kata Netizen
MBG, Guru, dan Persoalan Sisa Makanan
MBG, Guru, dan Persoalan Sisa Makanan
Kata Netizen
Menjadi Ayah Hemat Beda dengan Ayah Pelit
Menjadi Ayah Hemat Beda dengan Ayah Pelit
Kata Netizen
Jumlah Penonton dan Antusiasme: Membaca Ulang Kesuksesan Film Kita
Jumlah Penonton dan Antusiasme: Membaca Ulang Kesuksesan Film Kita
Kata Netizen
Urban Farming, Harapan Baru Pangan Berkelanjutan
Urban Farming, Harapan Baru Pangan Berkelanjutan
Kata Netizen
Membaca KUHP Baru dari Sudut Profesi Dokter Hewan
Membaca KUHP Baru dari Sudut Profesi Dokter Hewan
Kata Netizen
Pagi Mie Kondang, Taichan Malamnya: Cerita Kuliner Khas “Anak Jaksel”
Pagi Mie Kondang, Taichan Malamnya: Cerita Kuliner Khas “Anak Jaksel”
Kata Netizen
'Kapitil' Masuk KBBI, Apa Makna dan Bagaimana Penggunaannya?
"Kapitil" Masuk KBBI, Apa Makna dan Bagaimana Penggunaannya?
Kata Netizen
Rajabasa dan Pelajaran Tentang Alam yang Tak Pernah Bisa Diremehkan
Rajabasa dan Pelajaran Tentang Alam yang Tak Pernah Bisa Diremehkan
Kata Netizen
Harga Buku, Subsidi Buku, dan Tantangan Minat Baca
Harga Buku, Subsidi Buku, dan Tantangan Minat Baca
Kata Netizen
Rapor Anak dan Peran Ayah yang Kerap Terlewat
Rapor Anak dan Peran Ayah yang Kerap Terlewat
Kata Netizen
Merawat Pantun, Merawat Cara Kita Berbahasa
Merawat Pantun, Merawat Cara Kita Berbahasa
Kata Netizen
Bukan Sekadar Cerita, Ini Pentingnya Riset dalam Dunia Film
Bukan Sekadar Cerita, Ini Pentingnya Riset dalam Dunia Film
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau