Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sandi Novan Wijaya
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Sandi Novan Wijaya adalah seorang yang berprofesi sebagai Freelancer. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Kala Ekowisata Menyejahterakan Masyarakat Lokal

Kompas.com, 28 Desember 2023, 15:13 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Pariwisata Berbasis Masyarakat Lokal: Menggali Potensi Lebih Dalam

Sementara Bendungan Batu Tegi menjadi destinasi pariwisata, keberhasilan dan keberlanjutan pariwisata ini tidak hanya terletak pada keindahan alam semata.

Menurut Dogra dan Gupta (2012) dalam "Pariwisata Berbasis Masyarakat," keterlibatan masyarakat memiliki peran kunci dalam memastikan keberlanjutan destinasi pariwisata.

Masyarakat lokal memiliki potensi untuk menciptakan beragam aktivitas yang dapat dikembangkan menjadi produk pariwisata. Budaya lokal, warisan masyarakat, dan festival memberikan keunikan dan daya tarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman yang berbeda.

Selain itu, masyarakat lokal juga berkontribusi dalam promosi produk pariwisata, karena mereka adalah elemen utama pembentuk citra destinasi pariwisata daerah setempat.

Integrasi masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa mereka memiliki peran yang aktif dan mendapatkan manfaat dari perkembangan pariwisata.

Strategi Pariwisata Berkelanjutan: Integrasi Masyarakat Lokal

Perkembangan pariwisata berkelanjutan telah memunculkan pendekatan baru yang berfokus pada partisipasi masyarakat lokal. Pendekatan ini menempatkan masyarakat lokal sebagai pihak yang aktif dalam perencanaan dan pengembangan destinasi pariwisata.

Melalui pendekatan ini, masyarakat lokal maka dapat dikatakan memiliki posisi yang begitu strategis dan setara dengan pengambil keputusan lainnya (stakeholders) dalam pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan.

Dengan pendekatan ini, sektor pariwisata diharapkan akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal, termasuk dalam hal melestarikan budaya untuk generasi mendatang, menciptakan lapangan kerja, memberikan kontribusi ekonomi, dan mendukung pergerakan pariwisata yang berkelanjutan.

Perencanaan pariwisata berbasis masyarakat lokal melibatkan beberapa tahapan yang membutuhkan keterlibatan para pemangku kepentingan.

Partisipasi aktif dari masyarakat dapat menunjukkan adanya persamaan posisi dengan pengambil keputusan lainnya (pemerintah, investor, serta wisatawan) dalam upaya pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Berdasarkan pemikiran Derrida, persamaan posisi tersebut menandakan pelucutan atas oposisi biner (dekonstruksi).

Adanya dekonstruksi dapat menjamin kebenaran dengan cara mendevaluasi bagian inferior oposisi biner, yakni masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata. Dengan kata lain, pendekatan dekonstruktif memastikan diikutsertakannya kelompok minoritas untuk masuk ke ranah pariwisata.

Pendekatan perencanaan ini mengakui adanya perhatian yang memasukkan kepentingan masyarakat dalam perencanaan pariwisata, atau dengan kata lain semestinya pariwisata tidak hanya memberikan kepuasan bagi wisatawan, tapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat lokal dan kualitas jasa lingkungan.

Maka dari itu, berbagai tahapan atau proses perencanaan pariwisata membutuhkan keterlibatan para pengambil keputusan yang meliputi hal-hal berikut ini.

  • Persiapan studi, di antaranya adalah pengenalan karakteristik, potensi dan isu strategis, penganggaran, pemilihan anggota tim, kerangka acuan kerja (KAK), dan administrasi.
  • Penetapan tujuan dan sasaran pembangunan, di antaranya adalah perumusan tujuan dan sasaran yang dapat digunakan untuk menjawab isu-isu strategis.
  • Survei, di antaranya adalah inventarisasi situasi eksisting dan karakteristik area perencanaan pariwisata.
  • Analisis dan sintesis, di antaranya adalah analisis hasil survei dan sintesis untuk merumuskan rencana dan rekomendasi.
  • Perumusan kebijakan dan rencana, di antaranya adalah merumuskan alternatif perencanaan.
  • Rekomendasi, di antaranya adalah pilihan rencana yang tepat dengan tujuan dan sasaran.
  • Implementasi, di antaranya adalah pelaksanaan rencana terpilih.
  • Pengawasan dan evaluasi, di antaranya adalah pengawasan yang terus menerus dan memberikan umpan balik guna penyesuaian dan penyempurnaan perencanaan.

Bergerak Menuju Ekowisata

Dalam menghadapi dampak negatif dari pariwisata konvensional, ekowisata muncul sebagai alternatif yang menekankan pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau