Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Bisakah satu infrastruktur kota menjalankan dua peran penting sekaligus—melindungi warga dari banjir dan menyediakan sumber pangan segar?
Pertanyaan ini mengemuka ketika melihat bagaimana embung-embung di Jakarta ternyata menyimpan potensi yang jauh lebih besar dari yang kita bayangkan.
Jejak Prestasi Ketahanan Pangan Jakarta
Dalam dua tahun terakhir, upaya Pemprov DKI Jakarta menjaga ketersediaan pangan mendapat apresiasi nasional. Pada 2024, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) meraih penghargaan Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan.
Setahun sebelumnya, Badan Pangan Nasional menetapkan Jakarta sebagai provinsi dengan peningkatan ketahanan pangan terbaik.
Prestasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam memastikan pangan mudah diakses, terjangkau, dan aman bagi seluruh warga.
Langkah konkret terlihat dari pelaksanaan Pasar Sembako Murah yang digelar di lima wilayah, terutama saat harga kebutuhan pokok melonjak.
Untuk memastikan stok tetap aman, Jakarta memperkuat kerja sama dengan 36 kabupaten/kota di sembilan provinsi. Enam komoditas utama—beras, daging sapi, daging ayam, telur, cabai, dan bawang merah—selama ini dipasok melalui jejaring tersebut.
Namun keberhasilan ini juga memperlihatkan sisi lain: ketergantungan penuh pada pasokan luar daerah membuat Jakarta sangat rentan ketika terjadi gangguan distribusi atau bencana di wilayah produsen.
Embung sebagai Pengendali Banjir
Sebagai kota hilir yang dialiri banyak sungai, Jakarta menghadapi tantangan banjir hampir setiap tahun. BPBD DKI mencatat setidaknya 25 kelurahan berada dalam kategori rawan banjir.
Untuk mengurangi banjir dari hulu, pemerintah pusat membangun Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Kabupaten Bogor.
Sementara di hilir, Pemprov DKI membangun dan memperluas fungsi embung—kolam penampungan air berukuran kecil yang menahan limpasan air hujan.
Saat ini Jakarta memiliki 45 embung aktif dan dua embung baru dalam pembangunan, yakni Embung Pondok Labu dan Embung Kebagusan.
Fungsinya jelas dan vital: menahan air, memperlambat aliran ke sungai, dan memberikan ruang resapan agar banjir tidak meluas.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya