Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Listhia H. Rahman
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Listhia H. Rahman adalah seorang yang berprofesi sebagai Ahli Gizi. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Apakah Olahraga Rutin Bisa Mengubah Hidupmu?

Kompas.com, 24 Februari 2025, 15:29 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Memang benar kalau dibilang akan ada momen yang mengubahmu, tunggu saja.

Momen itu terjadi sekitar tahun 2023, momen yang membuat saya jadi agak merinding sambil berkata pada diri sendiri, "kok bisa?"

Angka kolesterol saya melambung tinggi, di atas 200 yang artinya sebaiknya saya harus mulai berhati-hati. Ya, meski memiliki perawakan kecil, ternyata kolesterol tinggi tidak pilih kasih.

Memiliki Indeks Massa Tubuh/IMT normal ternyata bukan jaminan kolesterol aman. Jadi jangan merasa sehat sebelum kamu tahu angka pastinya. Takut? Takutlah pada akibat yang akan kamu rasakan jika terlambat mengetahui.

Seberapa Jauh Olahraga Mengubahmu

Soal kolesterol akan saya bahas lebih lengkap nanti. Gara-gara momen punya kolesterol yang lumayan tinggi saya jadi sadar diri.

Ada yang harus saya evaluasi dan segera benahi dari gaya hidup yang sudah saya jalani terutama di tahun-tahun belakangan.

Sejak bekerja di perantauan, ada gaya hidup yang sangat berubah yaitu soal aktivitas fisik yang jadi makin minimalis.

Saya sangat jarang berolahraga. Tubuh juga rasanya makin berat dan mudah lela. Saya sempat menyalahkan waktu, padahal memanajemennya yang saya tidak mampu.

Sepertinya saya tidak hanya butuh motivasi, tetapi saya perlu ada monitor untuk kegiatan olahraga. Mengingat ada prinsip olahraga yang harus diperhatikan yaitu prinsip terukur dimana sebaiknya sebelum, saat, dan setelah olahraga sebaiknya kita mengetahui denyut nadi.

Akhirnya saya memilih untuk membeli smartband, dan barang tersebut menjadi salah satu barang yang tidak saya sesali sepanjang hidup saya.

Barang yang akan saya akan ingat jasanya, cie. Ya, semenjak memiliki smartband, hidup saya berubah banyak dan saya merasa bersyukur.

1. Kolesterol Saya Masuk Kategori Normal

Saya pernah bereksperimen mengkonsumsi obat penurun kolesterol selama kurang lebih satu bulan. Hasilnya memang menakjubkan, dan angka kolesterol saya berhasil menduduki angka yang normal.

Namun, setelah tidak mengkonsumsi obat lagi, hasilnya kembali lagi. Hal ini bukan yang saya inginkan dan memang tidak berencana saya lanjutkan.

Setelah kurang lebih satu tahun lebih berolahraga, saya punya angka kolesterol yang cukup stabil di kategori normal. Angkanya selalu di bawah 200 dan berkelanjutan. Jadi, jika ingin kolesterol baik-baik saja, cobalah rutin berolahraga.

2. HR Saya Tidak Mudah "Meledak"

Heart rate atau detak jantung saya tidak tantrum saat berolahraga adalah pertanda bahwa jantung bekerja efisien.

Ingat, jantung punya tugas penting yaitu memompa darah ke seluruh tubuh dan berolahraga membuatnya bekerja lebih.

Saya ingat sekali di awal mulai memasukan olahraga sebagai rutinitas, saya mudah ngos-ngosan.

Saat mengecek di smartband, jelas sekali bahwa jantung saya memang bekerja keras dan belum efisien.

Detak jantung saya suka sekali bermain di detak jantung maksimal (rumus detak jantung maks=220-usia) waktu itu. Agak ngeri! 

Untungnya, seiring berjalannya waktu saya mulai menyadari bahwa saya tidak mudah ngos-ngosan lagi. Heart rate saya jadi tidak naik ekstrem meski dengan olahraga yang sama di awal. 

Memang ya, manusia adalah "mesin" paling efisien yang dimana ketika dilatih maka akan nampak nyata kinerjanya. Terima kasih otot jantungku!

3. "Obat Stress" Paling Murah Meriah

Tidak dipungkiri bahwa semua orang pasti stress termasuk saya.

Pembeda ada dari cara menanggulangi stress tersebut, dan saya memilih jalur olahraga.

Kadang di tengah kesibukan pekerjaan, dan bumbu kehidupan lain yang kadang membuat stress membuat saya harus punya solusi jitu. Jangan sampai stress berkepanjangan membuat saya tidak produktif.

Rupanya olahraga adalah obatnya. Bukan hanya mampu memanajemen secara fisik, pun secara emosional. Obatnya bernama hormon norepinefrin, yaitu hormon yang dapat membantu otak dalam mengatasi stress. 

Studi sudah membuktikan bahwa 30 menit berolahraga selama lima hari/lebih dalam seminggu dapat membantu mengurangi keputusasaan dan tekanan mental. Maka benar jika rekomendasi yang dianjurkan memang setidaknya 150 menit per minggu.

4. Mudah Mengantuk di Malam Hari

Dengan melakukan olahraga, otomatis tubuh akan lelah dan hal ini membuat mudah mengantuk di malam hari. 

Saya ingat sekali bahwa saya dulu pernah jadi orang si paling begadang, dan tidur di atas jam 12 malam. Sekarang? jam 10 malam saja saya sudah menguap, tanda tubuh sudah minta beristirahat.

Dulu, saat awal menggunakan smarband, saya sering memantau tidur saya. Ternyata makin ke sini kualitas tidur saya membaik. Kok tahu? salah satu cirinya bangun tidur saya merasa segar.

5. Resep Bahagia

Endorfin yang dihasilkan saat berolahraga adalah alasannya.

Sebuah jurnal penelitian bahkan pernah mengulas bahwa pada beberapa kasus olahraga dapat dimungkinkan sama efektifnya dengan obat psikiatri dalam mengatasi kecemasan.

Tentu kembali lagi pada level kecemasan yang di alami, jika sudah merasa parah memang sebaiknya konsultasikan pada ahlinya. Tetapi, setidaknya dari sini kita jadi tahu, jika kamu ingin bahagia, cobalah berolahraga.

Ya, banyak hal yang berubah ketika saya menjadikan olahraga menjadi bagian hidup saya.

Dulu rasanya susah mengatur waktu untuk berolahraga, sekarang malah rasanya ada sesal jika tidak saya isi dengan olahraga. Kamu kapan?

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Seberapa Jauh Olahraga Mengubahmu?"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Es Tawon Malang, Manis yang Bertahan di Tengah Perubahan Kota
Kata Netizen
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Cerita Kehamilan Kembar, Tantangan dan Strategi Memenuhi Nutrisi
Kata Netizen
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Perjalanan Menjadi Ayah, dari Jarak hingga Momen Mendampingi
Kata Netizen
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Kata Netizen
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Kata Netizen
Relasi Manusia dan Alam, Biawak Terdesak, dan Sapu-Sapu Mendominasi
Relasi Manusia dan Alam, Biawak Terdesak, dan Sapu-Sapu Mendominasi
Kata Netizen
Menyiasati Barang Menumpuk, Kapan Disimpan, dan Kapan Dilepas?
Menyiasati Barang Menumpuk, Kapan Disimpan, dan Kapan Dilepas?
Kata Netizen
'Single-by-Choice', Menemukan Makna Hidup di Luar Pernikahan
"Single-by-Choice", Menemukan Makna Hidup di Luar Pernikahan
Kata Netizen
Sebuah Kisah di Balik Kebiasaan Lari, FOMO yang Berbuah Sehat
Sebuah Kisah di Balik Kebiasaan Lari, FOMO yang Berbuah Sehat
Kata Netizen
CFD Cibinong, Ruang Sehat yang Masih Perlu Penataan
CFD Cibinong, Ruang Sehat yang Masih Perlu Penataan
Kata Netizen
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau