
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Eksistensi pejalan kaki di Indonesia masih disepelekan. Gak heran, orang sering semena-mena berjualan di atas trotoar tanpa memberikan hak pada pejalan kaki.
Terlebih, di Indonesia pejalan kaki masih dianggap aneh. Dianggap tak bisa membeli kendaraan alias patut dikasihani.
Jujur, saya pernah jalan kaki menuju warung. Ketika berjalan di trotoar, seorang ibu-ibu menawari saya bonceng motor. Tentu saya menolak dengan halus.
Alasannya, saya memang ingin berolahraga. Lantas si ibu mengutarakan kalau kasihan lihat saya jalan kaki sendirian. Si ibu memang baik. Hanya tidak pas momennya.
***
Baiklah, itu dia uneg-uneg singkat soal tukang parkir dan pilihan untuk berjalan kaki. Mungkin saja, seandainya di masa depan lebih banyak orang berjalan kaki ketimbang naik kendaraan bermotor, trotoar akan dibuat nyaman dan aman.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Tukang Parkir Kian Meresahkan, Saatnya Memilih Berjalan Kaki?"
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang