Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Dina Amalia (Kaka D)
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Dina Amalia (Kaka D) adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Pagi Mie Kondang, Taichan Malamnya: Cerita Kuliner Khas “Anak Jaksel”

Kompas.com, 11 Januari 2026, 13:46 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Ini merupakan perjalanan rasa yang dilakukan pada akhir pekan di tempat "Anak Jaksel" biasa mangkal. Ya, dari semangkuk mie legendaris di pagi hari hingga sate taichan hangat di bawah flyover pada malam hari.

Niat awal ingin memberi tubuh waktu beristirahat, tetapi mata dan lidah seolah ikut meminta haknya untuk dimanjakan. Begitulah yang terjadi pada suatu Minggu pagi, ketika rutinitas olahraga membawa saya melintasi kawasan Blok A.

Sekitar pukul 05.50, saat melintas di bawah Stasiun MRT Blok A menuju Bundaran HI, perhatian saya tertuju pada sebuah kedai mie yang sudah tampak ramai dan tertata rapi.

Pemandangan itu memunculkan satu pertanyaan sederhana di kepala, mie apa yang sudah buka sepagi ini dan bahkan didatangi banyak orang?

Tak sempat berhenti lama, tetapi rasa penasaran terus terbawa sepanjang perjalanan. Usai berolahraga, jari-jari mulai bekerja mencari tahu.

Bermodal lokasi, akhirnya terungkap bahwa kedai tersebut adalah salah satu kuliner legendaris Jakarta Selatan yang belakangan kembali ramai diperbincangkan.

Rencana istirahat pun sedikit digeser. Hari itu, saya memutuskan untuk sekalian berburu kuliner hingga malam.

Mie Kondang Sejak 1980-an dan Sepenggal Nostalgia Jakarta

Kedai Mie Kondang menyambut dengan suasana yang bersahaja. Menu yang terpampang sederhana, tetapi menggoda: mie ayam, bakso, bihun, kwetiau, dengan pilihan topping bakso, pangsit, atau komplit. Bersama Ibu, kami memesan dua menu berbeda—kwetiau pangsit dan mie ayam pangsit.

Semangkuk besar kwetiau tersaji dengan potongan ayam, sawi, dan kerupuk pangsit. Dua pangsit rebus berukuran besar disajikan terpisah dengan kuah bening dan taburan daun bawang.

Tampilan awalnya terlihat sederhana, bahkan cenderung bening. Namun, begitu suapan pertama masuk ke mulut, rasa gurih langsung terasa. Bumbunya khas, sulit dijelaskan, tetapi jelas meninggalkan kesan.

Menariknya, sepanjang menikmati hidangan, saya tidak menambahkan kecap, saus, maupun sambal. Rasanya sudah pas sejak awal. Sentuhan kecap pada ayamnya pun terasa ringan dan menyatu. Original, tetapi justru di situlah kelezatannya.

Tekstur mie dan kwetiaunya cukup besar dan kenyal, tanpa aroma yang mengganggu. Pangsitnya pun tak kalah istimewa—jumbo, berisi penuh, dengan kulit yang halus dan lebar.

Bahkan ukuran mangkuknya terasa lebih besar dari kebanyakan kedai mie ayam. Baru setelah habis, saya menyadari bahwa porsi, isian, dan ukuran mangkuk benar-benar sepadan.

Dengan harga Rp22.000 per porsi, pengalaman ini terasa layak. Selisih harga untuk menu lain pun hanya berkisar Rp2.000 hingga Rp6.000. Jika meminjam ungkapan khas anak Jakarta Selatan: worth it.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Kata Netizen
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Kata Netizen
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Kata Netizen
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Kata Netizen
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Kata Netizen
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Kata Netizen
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Kata Netizen
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Kata Netizen
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
Kata Netizen
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Kata Netizen
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau