Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Raja Lubis
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Raja Lubis adalah seorang yang berprofesi sebagai Freelancer. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Jumlah Penonton dan Antusiasme: Membaca Ulang Kesuksesan Film Kita

Kompas.com, 11 Januari 2026, 16:11 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Apakah lonjakan jutaan penonton film Indonesia benar-benar mencerminkan antusiasme publik? Atau, justru menyisakan pertanyaan tentang cara kita memaknai angka sebagai ukuran kesuksesan?

Tahun 2025 tampaknya akan dikenang sebagai salah satu periode paling gemilang dalam sejarah sinema Indonesia.

Ada dua judul besar, Agak Laen: Menyala Pantiku! dan film animasi Jumbo, sama-sama menembus angka fantastis 10 juta penonton.

Capaian ini menunjukkan betapa besarnya potensi pasar domestik sekaligus menegaskan bahwa film Indonesia memiliki tempat yang kuat di hati penontonnya.

Dengan raihan tersebut, Agak Laen: Menyala Pantiku! pun tercatat sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa, menggeser posisi Jumbo.Angka-angka ini tentu layak dirayakan.

Namun, di balik gegap gempita perayaan statistik, ada kegelisahan yang perlahan mengemuka—sebuah pertanyaan lama yang kembali relevan: sejauh mana angka penonton yang kita banggakan benar-benar merepresentasikan antusiasme yang tulus?

Dalam lanskap perfilman yang sehat, penonton bukan sekadar target pemasaran, melainkan mitra berpikir bagi para pembuat film.

Reaksi mereka, pilihan mereka untuk datang atau tidak datang ke bioskop, menjadi cermin jujur bagi kualitas karya.

Namun, ketika angka jutaan mulai diposisikan sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan, muncul kekhawatiran bahwa penonton perlahan bergeser dari subjek apresiasi menjadi sekadar objek strategi promosi.

Fenomena “Penonton Gaib” di Kursi Bioskop

Jumlah penonton sejatinya dapat menjadi indikator penting untuk membaca arah industri. Dari data tersebut, kita bisa melihat genre apa yang diminati, tema apa yang resonan, hingga sejauh mana kualitas teknis film kita diterima.

Masalah muncul ketika angka-angka itu terasa terlalu mudah dipoles demi membangun validitas semu di mata publik.

Pengalaman pribadi pernah membuat saya benar-benar menyadari adanya kejanggalan. Suatu ketika, saya hendak menonton film horor populer—sebut saja film A.

Saat membuka aplikasi pemesanan tiket, denah studio tampak nyaris penuh. Kursi berwarna merah mendominasi layar, menyisakan satu kursi di pojok. Sebagai penonton yang terbiasa datang sendiri, saya pun mengambil kursi terakhir itu.

Namun, kenyataan di dalam studio jauh berbeda. Hingga film dimulai, bahkan sampai lampu kembali menyala saat kredit akhir bergulir, jumlah penonton tak sampai setengah kapasitas. Kursi-kursi yang secara sistem tercatat terisi, nyatanya kosong melompong.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mengapa Waktu Mengubah Nilai Uang Kita?
Mengapa Waktu Mengubah Nilai Uang Kita?
Kata Netizen
'Mata Industri', Sikap Sering Lebih Berharga dari Angka
"Mata Industri", Sikap Sering Lebih Berharga dari Angka
Kata Netizen
Self-Reward Gen Z, antara Kebutuhan Mental dan Risiko Finansial
Self-Reward Gen Z, antara Kebutuhan Mental dan Risiko Finansial
Kata Netizen
MBG, Guru, dan Persoalan Sisa Makanan
MBG, Guru, dan Persoalan Sisa Makanan
Kata Netizen
Menjadi Ayah Hemat Beda dengan Ayah Pelit
Menjadi Ayah Hemat Beda dengan Ayah Pelit
Kata Netizen
Jumlah Penonton dan Antusiasme: Membaca Ulang Kesuksesan Film Kita
Jumlah Penonton dan Antusiasme: Membaca Ulang Kesuksesan Film Kita
Kata Netizen
Urban Farming, Harapan Baru Pangan Berkelanjutan
Urban Farming, Harapan Baru Pangan Berkelanjutan
Kata Netizen
Membaca KUHP Baru dari Sudut Profesi Dokter Hewan
Membaca KUHP Baru dari Sudut Profesi Dokter Hewan
Kata Netizen
Pagi Mie Kondang, Taichan Malamnya: Cerita Kuliner Khas “Anak Jaksel”
Pagi Mie Kondang, Taichan Malamnya: Cerita Kuliner Khas “Anak Jaksel”
Kata Netizen
'Kapitil' Masuk KBBI, Apa Makna dan Bagaimana Penggunaannya?
"Kapitil" Masuk KBBI, Apa Makna dan Bagaimana Penggunaannya?
Kata Netizen
Rajabasa dan Pelajaran Tentang Alam yang Tak Pernah Bisa Diremehkan
Rajabasa dan Pelajaran Tentang Alam yang Tak Pernah Bisa Diremehkan
Kata Netizen
Harga Buku, Subsidi Buku, dan Tantangan Minat Baca
Harga Buku, Subsidi Buku, dan Tantangan Minat Baca
Kata Netizen
Rapor Anak dan Peran Ayah yang Kerap Terlewat
Rapor Anak dan Peran Ayah yang Kerap Terlewat
Kata Netizen
Merawat Pantun, Merawat Cara Kita Berbahasa
Merawat Pantun, Merawat Cara Kita Berbahasa
Kata Netizen
Bukan Sekadar Cerita, Ini Pentingnya Riset dalam Dunia Film
Bukan Sekadar Cerita, Ini Pentingnya Riset dalam Dunia Film
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau