
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
CSR pihak swasta dan ekonomi gotong royong, menjalin kerja sama dengan perusahaan sebagai mitra donatur untuk mendanai kebutuhan sekolah dan siswa secara periodik. Dan dengan skema gotong royong, orangtua yang mampu memberi kontribusi lebih besar, untuk subsidi siswa lain.
Dana abadi atau investasi, skema ini bersifat ke pengelolaan dana dengan cara berinvestasi, bisa diterapkan melalui instrumen seperti deposito, reksa dana atau aset produktif yang hasilnya menjadi sumber pendanaan.
Seluruh upaya-upaya harus dikelola dan diawasi dengan ketat, transparan serta profesional, karena menyangkut kepentingan dan reputasi pihak sekolah. Dalam hal ini dibutuhkan kemampuan tata kelola layaknya lembaga keuangan.
Tata Kelola dan Pengawasan
Kuncinya adalah menerapkan pola manajemen keuangan dengan baik dan benar, supaya dana yang ada dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, demi tercapainya tujuan pendidikan secara optimal.
Mulai perencanaan anggaran tahunan, menetapkan alokasi dana untuk setiap kegiatan dan program sekolah, pelaksanaan sesuai dengan rencana anggaran yang telah disetujui, dokumentasi dan administrasi dengan baik, ada laporan keuangan berkala yang dilaporkan rutin dan jelas, juga tentunya pengawasan ketat.
Hal ini bukan cara baru, namun di Indonesia masih saja ada kasus penggelapan dana sekolah atau uang siswa untuk kepentingan oknum guru, entah dipinjam tidak dikembalikan atau digunakan keperluan pribadi lain. Sudah pasti kejadian itu akan mencemarkan nama baik sekolah dan dunia pendidikan, karena dianggap tidak mampu memberikan contoh nyata dalam berperilaku baik.
Sedangkan di negara maju sistem pengawasan keuangan yang ketat memastikan bahwa dana pendidikan digunakan secara efektif dan efisien sudah menjadi keharusan, auditor independen secara berkala memeriksa laporan keuangan sekolah untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan dan regulasi yang berlaku.
Jika hal ini diterapkan, sangat kecil peluang terjadinya drama oknum guru menyalahgunakan dana siswa.
Menggunakan teknologi untuk mempermudah manajemen keuangan sekolah, tapi dibutuhkan dana besar untuk mewujudkannya.
Sistem informasi manajemen sekolah (SIM sekolah) terintegrasi dengan modul keuangan, memungkinkan pelacakan anggaran, penerimaan, dan pengeluaran secara real-time.
***
Melalui karyanya, Pramoedya Ananta Toer memiliki kepedulian luas pada bidang pendidikan, secara umum menurutnya pendidikan harus menjadi alat untuk pembebasan, kesadaran sosial, dan pembangunan bangsa yang berkelanjutan.
Itu juga mesti mampu membentuk individu yang berpikir kritis, berjiwa merdeka, dan memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitarnya.
Lewat UUD 45 sudah jelas dinyatakan hak setiap warga negara untuk mendapatkan pengajaran dan kewajiban pemerintah untuk menyelenggarakan sistem pendidikan nasional.
Semenjak merdeka tahun 1945, pendidikan seakan masih menjadi mimpi yang ketinggian dan kemahalan, kendalanya sering kali masalah biaya.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Fight Back to School: Masuk Sekolah, Keluar Rupiah"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang