Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
andry natawijaya
Penulis di Kompasiana

Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Tentang Anggaran pada Awal Tahun Ajaran Sekolah

Kompas.com, 11 Juli 2025, 13:25 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

CSR pihak swasta dan ekonomi gotong royong, menjalin kerja sama dengan perusahaan sebagai mitra donatur untuk mendanai kebutuhan sekolah dan siswa secara periodik. Dan dengan skema gotong royong, orangtua yang mampu memberi kontribusi lebih besar, untuk subsidi siswa lain.

Dana abadi atau investasi, skema ini bersifat ke pengelolaan dana dengan cara berinvestasi, bisa diterapkan melalui instrumen seperti deposito, reksa dana atau aset produktif yang hasilnya menjadi sumber pendanaan.

Seluruh upaya-upaya harus dikelola dan diawasi dengan ketat, transparan serta profesional, karena menyangkut kepentingan dan reputasi pihak sekolah. Dalam hal ini dibutuhkan kemampuan tata kelola layaknya lembaga keuangan.

Tata Kelola dan Pengawasan

Kuncinya adalah menerapkan pola manajemen keuangan dengan baik dan benar, supaya dana yang ada dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, demi tercapainya tujuan pendidikan secara optimal.

Mulai perencanaan anggaran tahunan, menetapkan alokasi dana untuk setiap kegiatan dan program sekolah, pelaksanaan sesuai dengan rencana anggaran yang telah disetujui, dokumentasi dan administrasi dengan baik, ada laporan keuangan berkala yang dilaporkan rutin dan jelas, juga tentunya pengawasan ketat.

Hal ini bukan cara baru, namun di Indonesia masih saja ada kasus penggelapan dana sekolah atau uang siswa untuk kepentingan oknum guru, entah dipinjam tidak dikembalikan atau digunakan keperluan pribadi lain. Sudah pasti kejadian itu akan mencemarkan nama baik sekolah dan dunia pendidikan, karena dianggap tidak mampu memberikan contoh nyata dalam berperilaku baik.

Sedangkan di negara maju sistem pengawasan keuangan yang ketat memastikan bahwa dana pendidikan digunakan secara efektif dan efisien sudah menjadi keharusan, auditor independen secara berkala memeriksa laporan keuangan sekolah untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan dan regulasi yang berlaku.

Jika hal ini diterapkan, sangat kecil peluang terjadinya drama oknum guru menyalahgunakan dana siswa.

Menggunakan teknologi untuk mempermudah manajemen keuangan sekolah, tapi dibutuhkan dana besar untuk mewujudkannya.

Sistem informasi manajemen sekolah (SIM sekolah) terintegrasi dengan modul keuangan, memungkinkan pelacakan anggaran, penerimaan, dan pengeluaran secara real-time.

***

Melalui karyanya, Pramoedya Ananta Toer memiliki kepedulian luas pada bidang pendidikan, secara umum menurutnya pendidikan harus menjadi alat untuk pembebasan, kesadaran sosial, dan pembangunan bangsa yang berkelanjutan.

Itu juga mesti mampu membentuk individu yang berpikir kritis, berjiwa merdeka, dan memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitarnya.

Lewat UUD 45 sudah jelas dinyatakan hak setiap warga negara untuk mendapatkan pengajaran dan kewajiban pemerintah untuk menyelenggarakan sistem pendidikan nasional.

Semenjak merdeka tahun 1945, pendidikan seakan masih menjadi mimpi yang ketinggian dan kemahalan, kendalanya sering kali masalah biaya.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Fight Back to School: Masuk Sekolah, Keluar Rupiah"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Beasiswa dan Tanggung Jawab Berkontribusi untuk Negeri
Beasiswa dan Tanggung Jawab Berkontribusi untuk Negeri
Kata Netizen
Ketika Media Sosial Terlalu Bising bagi Pikiran Kita
Ketika Media Sosial Terlalu Bising bagi Pikiran Kita
Kata Netizen
Menjaga Kebahagiaan di Era Oversharing
Menjaga Kebahagiaan di Era Oversharing
Kata Netizen
Berburu Takjil Membawa Wadah Sendiri, Langkah Kecil untuk Bumi
Berburu Takjil Membawa Wadah Sendiri, Langkah Kecil untuk Bumi
Kata Netizen
Catatan Kali Pertama Banjir di Rumah Kami Setelah 19 Tahun
Catatan Kali Pertama Banjir di Rumah Kami Setelah 19 Tahun
Kata Netizen
Cara Mengelola Keuangan THR dengan Budget Map
Cara Mengelola Keuangan THR dengan Budget Map
Kata Netizen
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
Kata Netizen
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kata Netizen
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kata Netizen
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Kata Netizen
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Kata Netizen
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau