
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Kadang, saya menambahkan sayuran seperti pada lodeh: terung, labu siam, atau kacang panjang. Rasanya memberi lapisan segar yang justru membuat hidangan ini makin komplet.
Menulis resep ini saja rasanya sudah membuat lidah saya ikut menari. Ada sesuatu yang menenangkan dari aroma santan hangat dan gurih ikan asap yang meresap hingga ke serat-seratnya.
Dan seperti biasanya, saya kembali bertanya dalam hati: “Kapan ya tetangga baik hati itu pulang kampung lagi?”—tapi tentu saja yang ini hanya candaan.
Bukan Sekadar Menu, tetapi Cerita Meja Makan
Hidangan yang kita sebut “anti bosan” biasanya bukan soal rasanya semata. Ada kenangan, keakraban, dan rasa nyaman yang ikut duduk di meja makan.
Bagi saya, ikan asap masak santan bukan hanya makanan. Ia adalah pengingat masa kecil, perekat momen keluarga, sekaligus sambungan hangat antara kampung halaman suami dan dapur kecil kami di Makassar.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menu Anti Bosan: Ikan Asap Masak Santan, Bikin Lidah Berdecak"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang