Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Agustian Deny Ardiansyah
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Agustian Deny Ardiansyah adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Guru Wajib Pahami Kaidah Pembuatan Soal Pilihan Ganda

Kompas.com - 08/10/2023, 12:22 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Isu soal penghapusan pilihan ganda adalah isu yang menarik. Sebagai seorang guru, secara pribadi saya menilai soal pilihan ganda adalah jenis soal yang paling sering dibuat untuk menguji kognitif siswa.

Di era digital seperti saat ini pun, soal pilihan ganda masih terus digunakan, seperti di Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK), soal Penilaian Akhir Semester (PAS) atau Penilaian Akhir Tahunan (PAT) berbasis android.

Sekolah tempat saya mengajar pun masih mengunakan jenis soal pilihan ganda untuk Penilaian Akhir Tahun (PAT). Untuk mengoreksi jawaban siswa pun, guru lebih mudah melakukannya. Guru hanya perlu menggunakan aplikasi di smartphone untuk memindai jawaban siswa lalu nilai agar muncul secara otomatis.

Kendati begitu, memang tidak semua ujian di sekolah harus menggunakan soal pilihan ganda. Ada kalanya kita menggunakan tes lisan, esai, atau praktik untuk menguji kemampuan siswa di sekolah.

Kaidah Membuat Soal Pilihan Ganda

Dalam perkembangannya, soal pilihan ganda juga telah dikembangkan bukan hanya dengan memberikan satu opsi jawaban benar, melainkan dalam satu soal bisa ditemukan beberapa opsi jawaban benar atau lebih dikenal dengan pilihan ganda majemuk.

Oleh karenanya, membuat soal pilihan ganda sesungguhnya tak bisa asal-asalan.

Lantas, apa saja kaidah yang perlu diperhatikan guru dalam membuat soal pilihan ganda untuk menguji kemampuan siswa terkait materi pelajaran?

1. Materi

Salah satu hal yang paling krusial dalam pembuatan soal pilihan ganda adalah soal yang harus mengacu pada materi yang guru ajarkan.

Sebagai guru, jangan sampai kita membuat soal yang melenceng jauh dari apa yang kita ajarkan. Membuat soal pilihan ganda berdasarkan materi harus mengacu pada tiga aspek berikut.

  • Soal harus sesuai dengan indikator soal atau kisi-kisi. Hal itu merujuk pada hal apa yang ingin diukur dalam soal tersebut; apakah tentang pengetahuan, pemahaman atau aplikasi.
  • Pilihan jawaban harus homogen dan logis. Pilihan jawaban harus mengandung kesamaan terkait hal yang ditanyakan, sehingga dapat mengecoh siswa dalam memilih jawaban benar.
  • Setiap soal harus memiliki satu jawaban benar. Hal ini akan menggugah daya kritis siswa-siswi untuk memilih jawaban yang paling benar karena jawaban yang memiliki sifat homogen (hampir sama) dan logis.

2. Konstruksi

Dalam membuat soal pilihan ganda harus memperhatikan konstruksi. Artinya kejelasan soal dan jawaban mesti diperhatikan sehingga siswa mampu menelaah soal yang diberikan dengan nalar dan logis terkait materi yang telah dipelajari.

Kontruksi dalam pembuatan soal pilihan ganda memiliki beberapa penekanan yang harus dipatuhi dalam pengerjaannya.

  • Soal harus dirumuskan dengan jelas. Soal dalam suatu pilihan ganda tidak boleh ambigu. Harus jelas sehingga tidak multitafsir.
  • Soal tidak boleh memberi petunjuk ke arah jawaban. Soal tidak boleh memberi petunjuk (kata,frase, pendapat atau ungkapan) yang secara jelas mengarahkan siswa-siswi pada opsi jawaban benar.
  • Soal tidak boleh mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Hal itu merujuk pada ketidakjelasan instruksi yang menyebabkan siswa-siswi kebingungun terkait arah soal yang akan dikerjakan. Seperti misalnya: "Ketika ke laut, hal yang tidak boleh kita lakukan, kecuali ..."
  • Opsi rumusan jawaban harus relatif sama. Biasanya siswa-siswi akan memilih jawaban yang panjang. Tetapi dengan jawaban yang relatif serupa, maka siswa akan melakukan analisis terhadap jawaban yang akan dipilihnya.
  • Jawaban tidak boleh menyatakan "semua jawaban benar" atau "semua jawaban salah". Jawaban seperti ini tidak optimal mengukur kemampuan siswa.
  • Jawaban berbentuk angka atau waktu harus diurutkan berdasarkan urutannya atau kronologisnya. Hal itu dibuat agar siswa-siswi mampu berfikir logis dan terarah. Misal: 1, 2, 3 atau 1936, 1937, 1938.
  • Jika soal menggunakan gambar, grafik, tabel atau diagram harus memiliki fungsi yang jelas. Hal itu dimaksudkan agar siswa mampu menginterpretasi soal yang disajikan dengan menggunakan dengan gambar, grafik atau tabel secara jelas sehingga mampu menuntun daya analisis siswa untuk menemukan jawaban dari soal tersebut.
  • Soal tidak boleh bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Hal itu dimaksudkan soal harus berdiri sendiri dan tidak boleh berkaitan dengan jawaban pada soal sebelumnya sehingga tidak ambigu.

2. Bahasa

Dalam membuat soal pilihan ganda, pemilihan penggunaan bahasa juga perlu diperhatikan. Pemilihan bahasa yang komunikatif, efektif, dan menggugah nalar kritis siswa.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

'Selain Donatur Dilarang Mengatur', untuk Siapa Pernyataan Ini?

"Selain Donatur Dilarang Mengatur", untuk Siapa Pernyataan Ini?

Kata Netizen
Kenapa Mesti Belajar Menolak dan Bilang 'Tidak'?

Kenapa Mesti Belajar Menolak dan Bilang "Tidak"?

Kata Netizen
'Fatherless' bagi Anak Laki-laki dan Perempuan

"Fatherless" bagi Anak Laki-laki dan Perempuan

Kata Netizen
Mudik Backpacker, Jejak Karbon, dan Cerita Perjalanan

Mudik Backpacker, Jejak Karbon, dan Cerita Perjalanan

Kata Netizen
Antara RTB dan Kualitas Hidup Warga Jakarta?

Antara RTB dan Kualitas Hidup Warga Jakarta?

Kata Netizen
Apa yang Membuat Hidup Sederhana Jadi Pilihan?

Apa yang Membuat Hidup Sederhana Jadi Pilihan?

Kata Netizen
Pembelajaran dari Ramadan, Minim Sampah dari Dapur

Pembelajaran dari Ramadan, Minim Sampah dari Dapur

Kata Netizen
Bagaimana Premanisme Bisa Hidup di Tengah Kehidupan?

Bagaimana Premanisme Bisa Hidup di Tengah Kehidupan?

Kata Netizen
Kasus Konstipasi Meningkat Selama Puasa, Ini Solusinya!

Kasus Konstipasi Meningkat Selama Puasa, Ini Solusinya!

Kata Netizen
Zakat di Sekolah, Apa dan Bagaimana Caranya?

Zakat di Sekolah, Apa dan Bagaimana Caranya?

Kata Netizen
Kesiapan Tana Toraja Sambut Arus Mudik Lebaran

Kesiapan Tana Toraja Sambut Arus Mudik Lebaran

Kata Netizen
Ada Halte Semu bagi Pasien Demensia di Jerman

Ada Halte Semu bagi Pasien Demensia di Jerman

Kata Netizen
Memberi Parsel Lebaran, Lebih dari Sekadar Berbagi

Memberi Parsel Lebaran, Lebih dari Sekadar Berbagi

Kata Netizen
Melihat Kota Depok Sebelum dan Setelah Lebaran

Melihat Kota Depok Sebelum dan Setelah Lebaran

Kata Netizen
'Mindful Eating' di Bulan Ramadan dan Potensi Perubahan Iklim

"Mindful Eating" di Bulan Ramadan dan Potensi Perubahan Iklim

Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau