
Baik sebagai pemberi donasi atau pengemis donasi, bisa datang dari orang yang berkecukupan. Akan tetapi, karena kebosanan alhasil mereka tergoda mencoba hal baru.
Mengemis dengan aksi yang mengundang sensasi akan memberikan mereka panggung dan secara mengejutkan justru bisa memberikan mereka keuntungan.
Bagi pemberi donasi akan dianggap sebagai seorang yang dermawan ketika sering memberi donasi di banyak konten live para pengemis, yang artinya mereka juga dapat panggung di acara yang sama.
Dari berbagai kesan, sensasi, dan panggung itu, otomatis akan semakin mendorong siklus ketagihan adrenaline rush.
Meski memang kehadiran fenomena ngemis online ini juga menunjukkan gunung es kemiskinan di Indonesia.
Banyak kemiskinan yang secara tak langsung tersorot, kemiskinan akibat minimnya tingkat pendidikan, ketidaksetaraan akses pekerjaan, sampai kekacauan kebijakan ekonomi dan krisis global juga disampaikan dengan lewat ngemis online.
Sebaiknya memang fenomena ngemis online ini tidak lagi ditanggapi sebagai sensasi belaka oleh banyak kalangan, termasuk pejabat negara.
Sejatinya, tidak ada orang yang ingin mengemis. Sebab adagium tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, masih terus diajarkan di Indonesia.
Pada akhirnya di satu sisi sebenarnya kita bisa melihat bahwa mengemis online juga bisa dianggap sebagai cara bertahan hidup bagi banyak orang.
Di sisi yang lain, aksi mengemis online ini juga bisa jadi cara menipu banyak warganet yang naif juga dermawan. Apalagi Indonesia memang dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Lima Faktor Pendorong Ngemis Online Makin Subur"
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.