Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Luna Septalisa
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Luna Septalisa adalah seorang yang berprofesi sebagai Administrasi. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Pilih Child Free atau Tidak, Jangan Paksakan Pilihan ke Orang Lain

Kompas.com, 9 Februari 2023, 17:22 WIB

Hal ini disebabkan mereka tidak pernah diberi hak untuk punya dan menentukan pilihannya sendiri. Maka akan terlihat wajar bila mereka akhirnya menganggap bahwa seluruh aspek hidupnya adalah ketundukan mutlak.

Padahal, semestinya pilihan pribadi tidak mengandung unsur benar atau salah. Sebab pilihan tersebut akan didasari pada kebutuhan, kondisi, dan standar pribadi seseorang. Maka apapun yang menjadi pilihannya, itu adalah sesuatu yang valid.

Jangan Paksakan Pilihan Kita pada Orang Lain

Alasan orang memilih child free itu beragam sekali. Ada yang karena alasan finansial, kesehatan fisik maupun mental, lingkungan, bahkan ada yang alasannya karena tidak tertarik pada anak-anak.

Apakah artinya memilih child free itu aneh? Bagi sebagian orang yang mempercayai bahwa anak adalah anugerah, tentu pilihan child free akan dianggap aneh dan tidak bisa diterima.

Maka dari itu, terkait pilihan seseorang untuk child free ini kita perlu ingat bahwa standar nilai hidup dan kebahagiaan kita tidak akan mungkin bisa dipaksakan pada orang lain.

Orang-orang yang menganggap bahwa pernikahan akan lebih bahagia dan lengkap dengan kehadiran seorang anak, akan menjadikan kehadiran anak dalam rumah tangga sebagai standar kebahagiaan mereka.

Jika ini merupakan preferensi Anda dan Anda memilihnya dengan penuh kesadaran serta tanggung jawab, tentu tidak masalah.

Akan jadi masalah ketika Anda memaksakan standar kebahagiaan tersebut pada orang lain yang tidak berniat punya anak.

Sebab bisa jadi standar kebahagiaan orang lain bukan terletak pada kehadiran seorang anak, sehingga mereka ingin menjalani kehidupan rumah tangga berdua saja.

Bisa jadi mereka juga merasa bahwa tanpa kehadiran anak, hubungan antara suami dan istri akan lebih solid karena akan bisa menghabiskan waktu berdua bersama lebih banyak. Dan hal tersebut bagi mereka sudah lebih dari cukup dan bisa membuat mereka bahagia.

Hal ini sebenarnya sah-sah saja bagi siapa pun yang memilihnya selama dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Satu hal penting yang perlu dicatat adalah keputusan tersebut bukan disebabkan oleh ikut-ikutan orang lain seperti influencer semata agar dianggap edgy dan open minded, melainkan berdasarkan hasil diskusi dan kesepakatan antara pasangan suami istri.

Di sisi lain juga kita tidak perlu memaksakan pilihan child free yang kita ambil pada orang lain. Jangan pula sampai mengejek mereka sebagai orang yang close minded atau kuno karena pilihan hidupnya untuk mengikuti budaya yang ada di masyarakat pada umumnya.

Bukankah pilihan adalah tanggung jawab masing-masing individu yang menjalaninya? Lalu, mengapa harus memaksakan pilihan hidup kita pada orang lain?

Memangnya kalau orang lain memilih child free akan merugikan hidup kita, membuat kita jadi miskin, kelaparan atau mengancam nyawa kita, misalnya?

Kalaupun seorang perempuan tidak melahirkan anak, setidaknya mereka dapat melahirkan kebaikan, keteladanan maupun ilmu yang bermanfaat bagi sesama. Bukankah itu adalah tugas setiap manusia, termasuk perempuan?

Jadi, alih-alih mengejek dan menyebut mereka yang memilih untuk child free sebagai orang egois, ada baiknya kita berkaca dan berekfleksi pada diri kita sendiri.

Sudahkah kita menjadi pribadi atau orangtua yang baik dan tidak egois pada diri dan anak sendiri?

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Child Free atau Tidak, Jangan Paksakan Pilihan Hidup Anda pada Orang Lain"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Kata Netizen
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Kata Netizen
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Kata Netizen
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Kata Netizen
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Kata Netizen
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kata Netizen
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Kata Netizen
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Kata Netizen
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Kata Netizen
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Kata Netizen
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Kata Netizen
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Kata Netizen
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Kata Netizen
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Kata Netizen
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau