Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Andri Mastiyanto
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Andri Mastiyanto adalah seorang yang berprofesi sebagai Tenaga Kesehatan. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Daripada Dikirim ke Barak, Lebih Baik Rehabilitasi Sosial

Kompas.com, 17 Mei 2025, 19:06 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

7. Kurangnya motivasi hidup sehat dan tujuan hidup - siswa nakal.

  • Apa yang diharapkan berubah: hidup menjadi terarah dan memiliki tujuan yang jelas.

  • Pendekatan: pelatihan keterampilan hidup, terapi motivasi dan pengembangan rencana masa depan.

8. Perilaku kriminal terkait perilaku negatif

  • Pelatihan keterampilan hidup: memangkas peerilaku keterlibatan dalam kejahatan untuk mendapatkan narkoba dan tindak pidana.

  • Pendekatan: Edukasi hukum, bimbingan moral, dan dukungan reintegrasi sosial.


***

Terbentuknya perubahan perilaku tentu harus ada program yang jelas, tidak hanya bangun pagi, sarapan dan makan harus tertib, baris berbaris, latihan disiplin dan kelas.

Program-program tersebut saat daku berkerja di bagian Unit Rehabilitasi NAPZA terdapat tim yang menangani dari dokter penangjung jawab, dokter spesialis jiwa, dokter spesialis lainnya, dokter umum, psikolog, perawat, konselor, ahli gizi, tenaga kesehatan lainnya, pekerja sosial, dan lainnya.

Jadi program perubahan perilaku di Rehabilitasi NAPZA dilakukan secara komprehensif keilmuan oleh multi profesi yang terukur. Sehingga setelah selesai menjalani program mereka menjadi manusia yang lebih baik, bermanfaat bagi lingkungan, sehat jasmani dan rohani, dan produktif.

Berikut program yang dijalankan agar perilaku negatif dapat berubah menjadi perilaku positif ;

1. Fase Persiapan & Asesmen Awal 

Pengenalan kondisi fisik, psikologis, dan perilaku.

  • Kegiatan:

    • Wawancara & asesmen medis dan psikologis

    • Tes urin narkoba

    • Observasi awal perilaku

    • Penyusunan rencana rehabilitasi individual

2. Fase Detoksifikasi (1 hingga 2 minggu)

Membersihkan tubuh dari zat adiktif di bawah pengawasan medis bagi pecandu.

  • Kegiatan:

    • Detoksifikasi medis (jika diperlukan)

    • Terapi relaksasi dan stabilisasi emosi

    • Pendidikan dasar tentang bahaya narkoba

    • Konseling awal

3. Fase Terapi Perilaku dan Psikologis (8 hingga 12 minggu)

Mengubah perilaku negatif dan membentuk kebiasaan yang lebih sehat.

a. Terapi Individu

  • Kognitif-Perilaku (CBT): mengatasi impulsivitas, manipulatif, dan penyangkalan (denial)

  • Meningkatkan kesadaran dan kemauan untuk bisa berubah (Motivational Interviewing)

b. Terapi Kelompok

  • Berbagi pengalaman dan dukungan emosional dengan sesama resident 

  • Latihan komunikasi dan kerja sama sosial

c. Kegiatan Psikoedukasi

  • Materi:

    • Efek zat adiktif terhadap otak dan tubuh

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Kata Netizen
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Kata Netizen
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Kata Netizen
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Kata Netizen
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Kata Netizen
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Kata Netizen
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Kata Netizen
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Kata Netizen
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
Kata Netizen
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Kata Netizen
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau