Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Yayuk CJ
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Yayuk CJ adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Kenangan dari Pasar Comboran Tak Pernah Usang

Kompas.com, 11 Agustus 2025, 16:45 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Ada yang sudah familiar dengan nama Pasar Comboran? Jika kamu suka dengan barang-barang bekas maupun barang antik, pasti tahu tempat ini.

Letaknya cukup strategis di Gg. Masjid, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Meski kini telah ramai pusat-pusat perbelanjaan di Kota Malang, tetapi Pasar Comboran tetap eksis dengan caranya sendiri.

Selain itu, Pasar Comboran juga sebagai gerbang kenangan yang membuka kembali lembaran masa kecil yang penuh warna dan aroma khas barang bekas.

Bau besi tua, aroma gorengan, dan deret lapak yang memajang segala rupa barang bekas bukan hanya menawarkan fungsi ekonomi, tetapi juga menyimpan sejarah panjang dan kenangan personal yang tak bisa dihapus waktu. 

Kenangan Masa Kecil

Saya masih ingat betul bagaimana Bapak kerap mengajak saya menyusuri lorong-lorong Comboran, tempat segala rupa benda tua yang mencari kehidupan baru. 

Kami sering jongkok di pinggir rel kereta api yang masih aktif dilalui, hanya beberapa langkah dari area jual beli benda kuno, uang kuno, akik, dan juga perangko.

Saya suka menatap uang logam zaman Belanda, membaca nama-nama asing di perangko dari negeri jauh, membayangkan surat-surat cinta yang mungkin pernah mereka bawa.

Sementara itu, Bapak menjelajahi kios-kios kecil untuk mencari aksesori antik, pajangan kuno, aksesori sepeda motor atau potongan besi tua yang bisa disulap menjadi sesuatu yang baru.

Di sana, barang-barang bekas seolah memiliki napas kedua dan istimewanya di tangan Bapak, barang yang tampak usang bisa menjelma menjadi karya estetik.

Paling kuingat ketika Bapak membeli wadah lampu tua yang bagi saya saat itu terlihat tak menarik. Wadah  lampu antik itu terlihat kusam dan beberapa bagiannya tampak goresan.

Sesampainya di rumah, wadah lampu usang itu dibersihkan seharian hingga tampak glowing. Kemudian Bapak merangkainya dengan rangka lampu jadul yang sudah ada sebelumnya di rumah. 

Benda itu dilas, dicat, dilukis, hingga menjelma menjadi lampu hias yang bernyawa. Seolah Bapak sedang berdialog dengan benda mati dan menghidupkannya kembali, laksana Paman Gepetto yang menghidupkan sosok Pinokio.

Namun Comboran bukan hanya tentang kenangan pribadi, ia adalah bagian dari sejarah panjang Kota Malang. 

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
LPDP dan Makna Kontribusi di Era Jaringan Global
Kata Netizen
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kekuatan Sederhana dari Senyum Seorang Guru
Kata Netizen
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kasih Sayang Ibu yang Tidak Selalu Terucap
Kata Netizen
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Seni Memilih, Apa yang Disimpan dan Mana yang Dilepas?
Kata Netizen
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Kata Netizen
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Kata Netizen
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Kata Netizen
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Kata Netizen
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Kata Netizen
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Kata Netizen
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau