
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Sebaliknya, ayah pelit cenderung menahan pengeluaran tanpa pertimbangan kebutuhan. Uang terus disimpan, sementara kesenangan diri dan keluarga kerap diabaikan.
Ironisnya, dalam banyak kasus, selalu ada celah di mana uang yang disimpan itu justru habis tanpa arah yang jelas.
Di akhir sesi, narasumber menegaskan kembali pesannya. Menjadi ayah hemat adalah soal kebijaksanaan dalam mengelola uang demi kebaikan keluarga.
Menjadi ayah pelit, sebaliknya, sering kali berangkat dari ketakutan yang tidak dikelola dengan baik.
Sekilas mirip, tetapi dampaknya sangat berbeda—bagi ayah itu sendiri, dan terutama bagi keluarga yang ia pimpin.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menjadi Ayah Hemat Beda dengan Ayah Pelit"
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang