
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang saya hormati,
Indonesia hari ini sedang bergerak dengan berbagai agenda pembangunan yang besar. Sejumlah kebijakan baru mendapat sambutan positif dari masyarakat, sementara kritik dan masukan juga terus mengalir sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
Melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan satu keyakinan sederhana: apabila Indonesia ingin melangkah menuju kemajuan yang berkelanjutan, maka pendidikan dan kesehatan perlu terus ditempatkan sebagai fondasi utama pembangunan manusia.
Keduanya merupakan bagian penting dari human capital, yaitu modal dasar yang menentukan kualitas sumber daya manusia melalui pengetahuan, keterampilan, dan kesehatan yang baik. Dalam berbagai dokumen perencanaan negara, pembangunan manusia memang menjadi salah satu pilar penting menuju Indonesia Maju.
Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang
Pendidikan merupakan fondasi yang membuka kesempatan hidup yang lebih baik. Pendidikan membantu meningkatkan keterampilan, memperluas akses pekerjaan, sekaligus menjadi salah satu jalan untuk mengurangi kemiskinan.
Berbagai penelitian global menunjukkan bahwa tambahan tahun pendidikan berkorelasi dengan peningkatan produktivitas dan pendapatan. Karena itu, sekolah yang berkualitas bukan hanya melahirkan pekerja, tetapi juga wirausaha, inovator, dan warga negara yang lebih tangguh menghadapi perubahan.
Namun demikian, berbagai tantangan masih perlu menjadi perhatian bersama.
Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang dirilis OECD, capaian siswa Indonesia pada bidang matematika, membaca, dan sains masih berada di bawah rata-rata OECD.
Temuan tersebut tentu bukan untuk membuat kita berkecil hati, melainkan menjadi pengingat bahwa pekerjaan rumah di sektor pendidikan masih sangat besar.
Temuan World Bank pada survei layanan pendidikan Indonesia tahun 2020 juga menunjukkan masih adanya kesenjangan kemampuan belajar siswa serta tantangan terkait kualitas guru dan sarana pendidikan.
Karena itu, anggaran pendidikan yang selama ini telah menjadi prioritas nasional kiranya perlu terus dijaga sebagai investasi masa depan. Berbagai upaya peningkatan kompetensi guru, perbaikan infrastruktur sekolah, penguatan pendidikan vokasi, serta keterkaitan pendidikan dengan dunia kerja merupakan arah kebijakan yang patut dilanjutkan secara konsisten.
Di antara berbagai komponen pendidikan, sosok guru memiliki peran yang sangat penting. Berbagai kajian menempatkan kualitas guru sebagai salah satu faktor yang paling menentukan keberhasilan belajar siswa.
Guru yang didukung secara profesional dan memiliki kesejahteraan yang baik akan lebih mampu menghadirkan proses belajar yang hidup dan bermakna. Karena itu, perhatian terhadap peningkatan kompetensi, perlindungan, dan penghargaan kepada para pendidik menjadi investasi yang tidak kalah penting.
Menjaga Kesehatan untuk Produktivitas Bangsa
Selain pendidikan, kesehatan juga memiliki posisi yang sangat strategis.
Masyarakat yang sehat akan lebih produktif, lebih mampu bekerja, belajar, dan berkontribusi bagi pembangunan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun World Bank sama-sama menempatkan kesehatan sebagai salah satu penopang utama produktivitas manusia.
Dalam APBN 2025, pemerintah juga telah menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas, termasuk penguatan layanan primer, pemerataan tenaga kesehatan, serta upaya percepatan penurunan stunting.
Kabar baiknya, prevalensi stunting nasional menunjukkan tren penurunan. Capaian tersebut tentu patut diapresiasi.
Meski demikian, pekerjaan besar masih menanti karena masih banyak anak Indonesia yang membutuhkan dukungan gizi dan layanan kesehatan yang optimal agar dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal.
Belajar dari Pengalaman Negara Lain
Dalam era global saat ini, masyarakat memiliki banyak pilihan. Tidak sedikit pelajar Indonesia yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri, termasuk ke Malaysia.
Demikian pula dalam bidang kesehatan, Malaysia menjadi salah satu tujuan yang cukup banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia untuk memperoleh layanan medis.
Fenomena tersebut dapat menjadi bahan refleksi bersama. Ketika kualitas layanan pendidikan dan kesehatan dianggap mampu memberikan rasa percaya dan kenyamanan yang tinggi, masyarakat rela menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkannya.
Hal ini bukan soal persaingan antarnegara, melainkan menjadi pengingat bahwa kualitas layanan yang baik akan selalu menjadi daya tarik.
Pendidikan Memberi Arah, Kesehatan Memberi Tenaga
Bapak Presiden yang saya hormati,
Bagi saya, pendidikan dan kesehatan merupakan dua fondasi yang saling melengkapi. Pendidikan memberi arah dan kemampuan berpikir; kesehatan memberikan tenaga untuk melangkah.
Anak-anak yang sehat akan lebih siap belajar. Sebaliknya, pendidikan yang baik akan membantu mereka tumbuh menjadi generasi yang produktif dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Oleh karena itu, saya berharap perhatian terhadap kedua sektor ini dapat terus dijaga. Guru, tenaga kesehatan, sekolah, puskesmas, rumah sakit, serta seluruh ekosistem yang mendukung pembangunan manusia kiranya tetap menjadi prioritas dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.
Kemajuan sebuah bangsa pada akhirnya tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik semata. Kemajuan juga dapat dirasakan dari kualitas ruang kelas, kesejahteraan para guru, layanan kesehatan yang mudah diakses, serta anak-anak yang tumbuh sehat dan memperoleh kesempatan belajar yang baik.
Saya percaya, apabila pendidikan dan kesehatan terus diperkuat, jalan menuju Indonesia yang lebih maju akan semakin terbuka.
Semoga ikhtiar bersama ini membawa kebaikan bagi bangsa dan generasi yang akan datang.
Aamiin.
Hormat saya,
Seorang pendidik yang percaya bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan investasi terbaik untuk masa depan Indonesia.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Dear Presiden, Gembok Indonesia Maju Bisa Dibobol dengan 2 Kunci Ini"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang