Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Enik Rusmiati
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Enik Rusmiati adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

3 Poin Penting dalam Kegiatan Pramuka yang Harus Diketahui oleh Guru

Kompas.com, 26 November 2022, 11:15 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Keenam, tanda kecakapan. Metode tanda kecakapan ini merupakan pemberian penghargaan berupa tanda kecakapan.

Kegiatan ini bertujuan mendorong dan merangsang peserta didik agar secara bersungguh-sungguh menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan serta memiliki berbagai kompetensi keterampilan.

Dalam pembelajaran tanda kecakapan ini bisa digunakan dalam bentuk pemberian penghargaan siswa karena telah menuntaskan kompetensi tertentu dan mengamalkan nilai-nilai keterampilan.

Ketujuh, metode kemitraan atau mendatangkan orang dewasa. Metode ini merupakan cara belajar dengan mendatangkan orang dewasa atau mitra sebagai sumber belajar dalam setiap kegiatam pramuka. Mitra tersebut bisa berupa perencana, organisator, konsultan, pelatih, instruktur, pengawas, pembina, dan lain-lain

Kedelapan, kode kehormatan. Kode kehormatan ini merupakan cara dalam pembelajaran dengan mengamalkan janji pramuka yang tertuang dalam tri satya dan dasa darma pramuka.

Dalam pembelajaran metode kode kehormatan ini berupa bentuk pengamalan secara nyata sikap siswa sehari-hari, seperti bagaimana mengatur emosi dan cara menghadapi masalah. Bagaimana tingkat spiritual siswa kepada Tuhan dan cara siswa hidup di tengah-tengah masyarakat.

Belajar Ice Breaking dari Pramuka

Sebagai seorang guru, tentu kita sadar bahwa semua siswa tidak akan bisa menjaga tingkat konsentrasinya dalam pembelajaran di kelas secara penuh terus-menerus. Apalagi mereka harus menghabiskan waktu 6 hingga 8 jam di kelas.

Walau memang ada waktu istirahat yang disediakan bagi siswa, tapi tentu waktu yang sedikit itu belum cukup untuk membuat mereka tetap fokus mengikuti pembelajaran.

Maka dari itu, guru perlu membuat suasana kelas menjadi cair dengan berbagai cara, hiburan, atau permainan yang biasa kita sebut dengan istilah ice breaking.

Ice breaking ini bertujuan untuk membawa siswa kembali berkonsentrasi dengan menyajikan berbagai permainan di kala mereka sudah mulai merasa jenuh.

Selain itu, ice breaking juga bisa membantu siswa lebih bersemangat untuk kembali mengikuti pelajaran, membuat siswa yang mengantuk dan bosan menjadi lebih bergairah.

Lantas, apa hubungannya metode ini dengan pramuka?

Di dalam pramuka, selama saya mengikuti kegiatan kepramukaan, sebelum memulai suatu kegiatan akan selalu diawali dengan nyanyian dan tepuk tangan.

Bahkan tak jarang, bila pelatih pramuka melihat ada peserta yang kelelahan, maka akan dibuatkan permainan. Dalam kegiatan ini juga ada materi khusus untuk permainan.

Hubungannya dengan guru adalah jika saja materi bermain yang bersifat menghibur ini diterapkan di dalam kelas untuk mencairkan kejenuhan siswa, maka saya berkeyakinan akan banyak siswa yang percaya dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua mereka.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau