Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
James Martua Purba
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama James Martua Purba adalah seorang yang berprofesi sebagai Konsultan. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Pentingnya UMKM Bergabung dengan Koperasi

Kompas.com, 31 Desember 2023, 18:51 WIB

Pernahkah terlintas dalam benak kita mengapa semangat individu yang berkobar dalam dunia Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa jauh melampaui semangat berkomunalitas dalam koperasi?

Pertanyaan ini melahirkan refleksi mendalam, terutama di tengah perubahan paradigma bisnis global. Seakan menjawab tantangan ini, hadirnya Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT-KUMK) menjadi peluang besar untuk menyatukan kekuatan keduanya dan membuka jalan bagi banyak UMKM untuk menjadi anggota koperasi.

Begitu UMKM menjadi anggota koperasi, bukan hanya sekadar keanggotaan. Ada sekurangnya empat manfaat signifikan yang bisa diakses, antara lain sebagai berikut:

  • Akses modal usaha
  • Dukungan produksi
  • Pemasaran dan relasi yang lebih luas
  • Pendidikan dan pengembangan diri
  • Kesejahteraan bagi anggota.

Sisi menariknya, dalam kerangka koperasi UMKM bukan hanya sekadar pelaku usaha, tetapi juga pemilik dari entitas koperasi itu sendiri.

UMKM, sebuah entitas produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha, memiliki beragam wajah. Dari pemilik warung, penjual gorengan, hingga perusahaan rintisan (startup), dan pedagang pasar, semuanya bisa dikategorikan sebagai UMKM selama modal yang dikeluarkannya tidak lebih dari Rp1 miliar.

Pada tahun 2021 langkah besar pemerintah terwujud dalam peluncuran platform Online Single Submission - Risk Based Approach (OSS RBA) melalui www.oss.go.id.

OSS RBA menjadi media pendaftaran perizinan usaha di Indonesia bagi pelaku usaha dan Kementerian Koperasi dan UMKM berambisi menargetkan setidaknya 10 Juta unit UMKM terdaftar dalam sistem OSS pada akhir tahun 2023.

Mengapa UMKM mendapat perhatian sebesar ini? Alasannya sangat jelas, sebab UMKM mampu menyerap hingga 97 persen dari total angkatan kerja dan berhasil menghimpun hingga 60,4 persen dari total investasi di Indonesia.

Dengan potensi basis ekonomi nasional yang kuat dan daya serap tenaga kerja yang besar, UMKM menjadi tulang punggung yang tak bisa diabaikan dalam membangun kemandirian ekonomi negara.

UMKM Diberkati Pemerintah

Seakan diberkati oleh pemerintah, Koperasi dan UMKM di Indonesia mendapat perhatian tak hanya dari satu atau dua instansi, melainkan hampir 22 Kementerian dan Lembaga dari pusat hingga pemerintah daerah, turut serta dalam mengurusnya.

PLUT-KUMK, yang menjadi inisiatif Kementerian Koperasi dan UKM, memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas produk para pelaku UMKM sehingga bisa bersaing di pasar global.

Dengan berbagai langkah nyata, seperti pendekatan inkubasi yang terus-menerus, PLUT-KUMK hadir sebagai sahabat UMKM untuk membimbing mereka dalam menumbuhkan skala usaha yang berkelanjutan.

Tentu, sektor UMKM yang telah terbukti mampu menyerap jumlah tenaga kerja besar juga menjadi jawaban bagi permasalahan pengangguran. Pemerintah memberikan berbagai kemudahan untuk mendorong UMKM naik kelas dan bukan hanya Kementerian Koperasi UKM yang terlibat, tetapi juga jajaran vertikal di daerah, departemen, lembaga, dan badan-badan lainnya ikut berkontribusi.

Alasan Pentingnya UMKM Berkoperasi

Meski koperasi memegang peranan penting dalam perekonomian nasional dan kerakyatan, masih ada kesan bahwa UMKM belum sepenuhnya terintegrasi dengan koperasi atau bahkan belum banyak yang menjadi anggota koperasi.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah koperasi aktif di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 130.354 unit dengan volume usaha mencapai Rp 197,88 triliun.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Kata Netizen
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Kata Netizen
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Kata Netizen
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Kata Netizen
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Kata Netizen
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kata Netizen
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Kata Netizen
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Kata Netizen
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Kata Netizen
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Kata Netizen
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Kata Netizen
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Kata Netizen
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Kata Netizen
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Kata Netizen
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau