Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jujun Junaedi
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Jujun Junaedi adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Ketahanan Pangan dari Rumah, Panen Singkong Manehot

Kompas.com, 31 Desember 2024, 15:50 WIB

Selain mendapatkan hasil panen yang segar dan bergizi, kita juga turut melestarikan kearifan lokal dan ketahanan pangan.

Bayangkan, dengan memiliki kebun singkong sendiri, kita tak perlu khawatir akan ketersediaan bahan makanan pokok, apalagi jika terjadi kenaikan harga di pasaran.

Lebih dari itu, menanam singkong juga dapat menjadi sarana edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka akan belajar tentang siklus hidup tanaman, pentingnya menjaga lingkungan, dan nilai-nilai kemandirian.

Tak hanya umbinya yang bermanfaat, bagian lain dari tanaman singkong pun memiliki kegunaan. Daun singkong yang kaya akan vitamin dan mineral dapat diolah menjadi berbagai macam masakan lezat.

Batang singkong yang kuat dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau pagar alami. Bahkan, limbah singkong pun dapat diolah menjadi pupuk kompos yang sangat baik untuk menyuburkan tanah.

Sungguh, tanaman singkong ini ibarat anugerah yang tak ternilai harganya.

Cita Rasa Khas Singkong Manehot

Singkong manehot, dengan daging umbinya yang berwarna putih bersih dan teksturnya yang lembut, memiliki cita rasa yang manis dan gurih.

Rasa manisnya tidak terlalu berlebihan, sehingga tidak membuat eneg. Kombinasi manis dan gurih inilah yang membuat singkong manehot begitu disukai. Ketika digoreng, kulitnya menjadi renyah sementara bagian dalamnya tetap lembut dan manis.

Jika diolah menjadi kolak, manisnya singkong berpadu sempurna dengan santan kental dan aroma daun pandan, menghasilkan hidangan yang begitu menggugah selera.

Bahkan, singkong manehot juga cocok diolah menjadi berbagai macam makanan lainnya, seperti keripik, tepung, atau bahan baku pembuatan kue.

Keunikan cita rasa singkong manehot ini tak lepas dari kandungan nutrisi di dalamnya. Singkong kaya akan karbohidrat kompleks yang memberikan energi tahan lama, serat yang baik untuk pencernaan, serta berbagai macam vitamin dan mineral.

Tidak heran jika singkong menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu, budidaya singkong juga tergolong mudah dan tidak membutuhkan perawatan yang rumit, sehingga cocok ditanam di pekarangan rumah.

Rencana ke Depan

Keberhasilan panen kali ini semakin menguatkan tekad kami untuk menjadikan kebun mini ini sebagai sumber pangan keluarga yang lebih beragam.

Selain singkong, kami berencana untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti cabai, tomat, dan bayam. Tak hanya itu, beberapa pohon buah seperti mangga dan jambu juga akan kami tanam.

Dengan begitu, kami bisa menikmati aneka buah segar hasil kebun sendiri. Bayangkan saja, sarapan pagi dengan roti bakar yang diolesi selai buah buatan sendiri, atau makan siang dengan tumis sayur segar yang baru saja dipetik dari kebun.

Sungguh pengalaman yang tak ternilai harganya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, kami juga ingin menjadikan kebun mini ini sebagai tempat edukasi bagi anak-anak.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Tak Pamer Harta, Benarkah Itu Tanda Rendah Hati?
Tak Pamer Harta, Benarkah Itu Tanda Rendah Hati?
Kata Netizen
Di Balik Peran Dosen, Ada Tempat bagi Kecemasan Mahasiswa
Di Balik Peran Dosen, Ada Tempat bagi Kecemasan Mahasiswa
Kata Netizen
Punya Banyak Dompet Digital, Benarkah Lebih Untung?
Punya Banyak Dompet Digital, Benarkah Lebih Untung?
Kata Netizen
Radio dan Sebuah Ruang untuk Menyalurkan Keresahan
Radio dan Sebuah Ruang untuk Menyalurkan Keresahan
Kata Netizen
Mengenal Tangerang Lewat Motif Batiknya
Mengenal Tangerang Lewat Motif Batiknya
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau