Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Anak yang sering dipeluk dan disentuh dengan kasih sayang oleh ayahnya akan tumbuh dengan rasa aman secara emosional.
Ini penting banget, terutama untuk anak perempuan, agar mereka tidak mudah mencari validasi dari laki-laki lain ketika dewasa nanti.
Anak harus tahu bahwa mereka bisa ngobrol dengan ayahnya, bukan hanya soal prestasi di sekolah, tapi juga tentang perasaan, ketakutan, dan harapan mereka. Ayah yang mendengarkan akan membuat anak merasa dihargai.
Tidak harus yang besar, kok. Sesederhana hadir di acara sekolah anak, menemani mereka main, atau sekedar menanyakan "Gimana harimu?" itu sudah cukup membuat anak merasa dicintai.
Kalau anak tumbuh dalam keluarga di mana ayahnya cuek, dingin, atau bahkan tidak pernah kasih perhatian, mereka bisa tumbuh dengan anggapan bahwa kasih sayang itu bukan sesuatu yang perlu diekspresikan.
Ini yang bikin banyak pria dewasa sulit menunjukkan cinta ke pasangannya, dan banyak wanita yang selalu merasa insecure dalam hubungan karena tidak pernah yakin apakah mereka benar-benar dicintai atau tidak.
Salah satu tugas penting seorang ayah adalah menjadi contoh bagaimana seorang laki-laki harus memperlakukan perempuan (dan sebaliknya).
Ini bukan hanya berdampak pada cara anak memperlakukan pasangannya di masa depan, tapi juga membentuk standar mereka dalam memilih pasangan.
Seorang ayah adalah cinta pertama anak perempuannya. Dari cara ayah memperlakukan ibu, anak akan belajar bagaimana seharusnya seorang perempuan dihargai.
Kalau ayahnya penuh kasih sayang, bertanggung jawab, dan menghormati ibunya, anak akan tumbuh dengan standar hubungan yang sehat. Mereka tidak akan mudah terjebak dalam hubungan toxic, karena mereka tahu seperti apa bentuk cinta yang benar.
Sebaliknya, kalau ayahnya kasar, dingin, atau tidak peduli, anak perempuan bisa tumbuh dengan pemahaman yang salah tentang hubungan.
Mereka mungkin akan berpikir bahwa cinta itu selalu penuh penderitaan atau bahwa mendapatkan sedikit perhatian saja sudah cukup, meskipun dari orang yang salah.
Anak laki-laki belajar bagaimana menjadi pria yang baik dari ayahnya. Kalau seorang ayah memperlakukan istrinya dengan penuh hormat dan kasih sayang, anak laki-laki akan mencontoh hal itu dalam hubungannya nanti.
Sebaliknya, kalau ayahnya adalah sosok yang kasar, tidak peduli, atau bahkan sering merendahkan perempuan, anak laki-laki bisa tumbuh dengan sikap yang sama. Mereka bisa jadi pasangan yang dingin, tidak peka, atau bahkan abusive karena menganggap itu hal yang biasa.
Ayah yang terlibat dalam kehidupan anak bukan hanya sedang mengasuh mereka, tapi juga sedang membentuk mereka menjadi individu yang lebih baik.
Anak yang tumbuh dengan kasih sayang dari ayah akan lebih percaya diri, lebih stabil secara emosional, dan lebih mampu membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
Ayah, jangan biarkan kesibukan dunia membuatmu kehilangan momen berharga bersama anak. Mereka adalah amanah yang harus dijaga dan dibimbing dengan sepenuh hati. Jadilah Ayah yang hadir secara fisik dan emosional dalam setiap langkah kehidupan mereka.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Dampak Fatherless: Ketika Anak Salah Mengartikan Cinta dan Kasih Sayang"
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.