Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Pical Gadi
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Pical Gadi adalah seorang yang berprofesi sebagai Administrasi. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Santo Fransiskus, Sri Paus, dan Ajaran Keteladanan

Kompas.com, 27 April 2025, 14:09 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Fransiskus dipilih menjadi nama kepausan oleh Kardinal Jorge Mario Bergoglio setelah resmi terpilih menjadi Paus pengganti Paus Benediktus XVI pada tanggal 13 Maret 2013.

Menyandang nama besar Santo Fransiskus dari Assisi membawa banyak pengaruh pada sepak terjang dan pandangan-pandangannya sebagai pemimpin besar umat Katolik sedunia. 

Spiritualitas St. Fransiskus memberi warna yang sangat kuat pada kepemimpinannya selama kurang lebih 12 tahun, sampai meninggal dunia pada hari Senin 21 April jam 07.35 waktu Roma, sehari setelah Paskah 2025 dirayakan.

Santo Fransiskus sendiri adalah orang kudus yang cukup populer di kalangan umat Katolik. Banyak warga gereja yang menjadikan Fransiskus menjadi nama baptis dan santo pelindung.

Kita simak dulu kisah singkat kehidupan Santo Fransiskus yang menginspirasi mendiang Sri Paus.

Fransiskus kecil lahir pada tahun 1181 di Assisi, Italia. Nama aslinya adalah Giovanni di Pietro di Bernardone, tapi lebih dikenal Franscesco (Fransiskus).

Sejatinya Fransiskus berasal dari keluarga kaya raya. Dia tumbuh seperti halnya pemuda kaya Italia pada umumnya. Menyukai karya seni dan gemar berpesta.

Namun setelah menemukan panggilan hidup, Fransiskus meninggalkan semua kekayaannya dan memilih jalan pelayanan kepada Tuhan dengan melayani orang sakit dan miskin.

Pada usia 28 tahun, Fransiskus dan beberapa pengikutnya mendirikan Ordo Fratrum Minorum (OFM) atau yang sekarang lebih dikenal dengan ordo Fransiskan.

Semangat kemiskinan (bergantung dan menyerahkan hidup seutuhnya pada Tuhan) dan semangat kesederhanaan menjadi pilar utama dari ordo tersebut dalam melayani sesama dan mewartakan injil.

Ajaran-ajaran Fransiskus banyak berbicara tentang kemiskinan, perdamaian dan rekonsiliasi. Pada beberapa referensi dikisahkan Fransiskus pernah bertemu Sultan Malik el Kamil di Mesir untuk berdialog dan mengakhiri perang salib ke lima.

Selain itu, Santo Fransiskus terkenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan alam dan makhluk hidup.

Dia menyapa setiap makhluk ciptaan Tuhan dan alam dengan panggilan "saudara-saudari" sebagai tanda kedekatannya.

Fransiskus meninggal tahun 1226 pada usia 45 tahun, kemudian dikanonisasi (proses penetapan menjadi Santo) oleh Paus Gregorius IX hanya dua tahun setelah kematiannya.

Santo Fransiskus kemudian ditetapkan menjadi Santo Pelindung Hewan, Lingkungan Hidup dan Ekologi.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Kata Netizen
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Kata Netizen
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Kata Netizen
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Kata Netizen
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Kata Netizen
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Kata Netizen
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Kata Netizen
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Kata Netizen
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
Kata Netizen
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Kata Netizen
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau