Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Krisanti_Kazan
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Krisanti_Kazan adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Hari Anak Nasional 2025, Brain Rot, dan Brain Boost

Kompas.com, 23 Juli 2025, 14:18 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Semua memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara utuh—baik secara kognitif, emosional, maupun sosial.

Di lingkup keluarga, orang tua memegang peran utama sebagai "gatekeeper" konsumsi konten anak. Pendampingan yang konsisten, dialog terbuka tentang apa yang mereka lihat di internet, serta penanaman nilai-nilai kritis sejak dini adalah fondasi penting. 

Sementara di sekolah, guru dan tenaga pendidik perlu beradaptasi dengan gaya belajar generasi digital tanpa kehilangan esensi pendidikan karakter dan nalar berpikir. 

Sekolah juga bisa menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar memilah informasi dan menumbuhkan rasa ingin tahu melalui pendekatan yang kreatif dan relevan.

Pemerintah dan lembaga terkait dapat memperkuat ekosistem ini dengan menyediakan akses literasi digital yang merata, menyusun kebijakan perlindungan anak di ruang siber, serta mendukung gerakan-gerakan yang mengedukasi publik tentang pentingnya penggunaan teknologi secara sehat. 

Tak kalah penting, platform digital sebagai ruang yang paling sering diakses anak-anak, juga harus memiliki komitmen dalam menyediakan fitur edukatif, memfilter konten yang merusak, dan menampilkan narasi-narasi inspiratif yang memperkuat karakter positif.

Sudah saatnya kita bergerak bersama, tidak hanya mengandalkan pendidikan formal, tapi juga pendidikan sosial dan digital. Anak hebat tidak lahir dari larangan dan pengawasan semata, tetapi dari lingkungan yang memfasilitasi eksplorasi sehat, penuh makna, dan arah yang jelas. 

Mimpi Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi kenyataan jika hari ini kita mampu menjaga kejernihan pikiran anak-anak dari keruhnya dunia digital.

***

Peringatan Hari Anak Nasional 2025 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan alarm sosial yang mengingatkan kita semua bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada bagaimana kita memperlakukan dan membimbing anak-anak hari ini. 

Di tengah derasnya arus digital, kita tidak bisa hanya berharap anak-anak tumbuh hebat dengan sendirinya. Kita perlu hadir, membimbing, dan menyiapkan ruang-ruang aman dan sehat bagi mereka untuk berpikir, berproses, dan berkembang.

Dari brain rot ke brain boost, dari anak yang sekadar menjadi konsumen konten menjadi anak yang kritis, kreatif, dan berkarakter—proses ini tidak instan, tetapi sangat mungkin dicapai jika kita bergerak bersama. 

Keluarga, sekolah, pemerintah, komunitas, hingga penyedia platform digital memiliki andil besar dalam menentukan arah langkah generasi masa depan.

Mari jadikan Hari Anak Nasional sebagai titik balik. Bukan hanya untuk merayakan keberadaan anak-anak, tetapi untuk menguatkan komitmen kita menjadikan mereka anak hebat—yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang kuat, cerdas, dan bermartabat.

Karena setiap klik, setiap tayangan, dan setiap percakapan hari ini adalah investasi bagi Indonesia 2045.

Saatnya kita bantu anak-anak menulis masa depan mereka dengan isi kepala yang jernih dan hati yang tangguh.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Hari Anak Nasional, dari Brain Rot ke Brain Boost, Demi Indonesia Emas 2045"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Kata Netizen
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Kata Netizen
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Kata Netizen
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Kata Netizen
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Kata Netizen
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Kata Netizen
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Kata Netizen
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Kata Netizen
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
Kata Netizen
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Kata Netizen
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau