
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
"Lawan paling berat sih Malaysia. Tapi, semua lawan berat-berat sih", lanjutnya. Sebuah pernyataan yang menunjukkan motivasi tinggi seorang atlet, menempatkan semua lawan sebagai saingan terberat, dan TIDAK MENYEPELEKAN KEKUATAN LAWAN.
"Ngomong-ngomong, ketika kamu di podium menerima medali, siapa orang pertama yang lewat di kepalamu", iseng saya bertanya biar suasana obrolan lebih ceria dan mengalir. Patrice tidak menjawab. Sepertinya itu strategi yang aman, karena ada papih mamihnya di dekatnya.
***
Menjelang SEA Games ini, Patrice mengikuti pemusatan latihan selama tiga bulanan. Melelahkan. Tetapi lelah adalah hal yang biasa buat dia sebagai seorang atlet. Tidak berarti itu selalu menyenangkan, dan tidak selalu dihadapi dengan tenang hati dan gembira.
"Sering", begitu jawabnya singkat ketika ditanya apakah dia ngerasa capek, gak kuat, dan mau berhenti.
Dia lalu melanjutkan.
"Bukan saat mau Sea Games saja sih. Untuk pertandingan-pertandingan lain juga sama. Bahkan kalau latihan rutin pun sering suka muncul rasa itu. Pengennya berhenti", lanjutnya.
Jawabannya itu seolah memperlihatkan bahwa kesuksesan itu, seperti yang sekarang dia raih dengan menyabet medali emas Sea Games, membutuhkan keuletan dan kerja keras. HARD WORKING.
"Terus, kalau kamu beneran capek banget, atau lagi merasa down karena gerakannya salah terus, gimana cara kamu menyemangatin diri sendiri?", tanya saya penasaran.
Patrice diam sejenak tidak langsung menjawab, seperti sedang merenung dan meresapi perjalanan sampai di titik ini.
Dengan malu-malu dia menjawab.
"Nangis".
Jawaban yang sangat jujur dan manusiawi. Seorang atlet, bahkan dia dalam status sebagai juara dan peraih medali emas, sangat jujur mengatakan hal itu. Seolah Patrice sedang mengatakan bahwa dengan menangis dia sedang menata ulang semangat.
"Kadang nangis sambil nelpon", mamihnya menimpali.
Patrice lalu bercerita kalau dalam kondisi begitu, selain tentunya dia mencari kegiatan mengalihkan perasaan tertekan, baik itu dengan mengobrol dengan rekan sesama atlet atau berjalan-jalan sendiri di kota tempat pertandingan, kebanyakan dia lebih memilih menelepon, mengobrol dengan mamih dan papihnya.